Ahmad Shahmi
Mountain Biking
Mountain
Biking atau sepeda gunung adalah Mengendarai sepeda gunung khusus di
jalanan terjal sambil menikmati keindahan alam menjadi kesenangan yang
ditawarkan mountain biking. Secara umum, kategori kegiatan dalam mountain
biking terbagi atas cross country, trail riding, downhill, free-ride,
street riding, dirt jumping, dan trials. Namun, yang
lebih sering dilakukan tentunya adalah recreational cross country,
trail riding, dan street riding, di mana kegiatan yang
dilakukan lebih bersifat rekreasi.
Agus Wahyudi
Futsal
Futsal adalah salah satu jenis permainan dengan menggunakan
bola yang saat ini sangat digandrungi di Indonesia. Permainan ini sendiri
dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari lima orang
anggota.
Tujuan dalam permainan ini adalah memasukkan bola ke gawang
lawan yang dilakukan dengan cara memanipulasi bola dengan kaki, serta dengan
catatan tim yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan adalah
dinyatakan sebagai tim pemenang.
Futsal sendiri merupakan salah satu cabang olah raga yang
mulai dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan
Carlos Ceriani. Permainan ini kemudian populer diberbagai negara lainnya karena
dianggap unik dan tidak jauh berbeda dengan metode permainan yang sering
diperagakan pada lapangan yang lebih luas di luar ruangan yang dikenal juga
dengan permaian sepakbola.
Jaron Antarisma
GOLF
Golf adalah permainan luar ruang yang dimainkan secara perorangan atau tim
yang berlomba memasukkan bola ke dalam lubang-lubang yang ada di lapangan dengan
jumlah pukulan tersedikit mungkin. Bola golf dipukul dengan menggunakan satu
set tongkat pemukul yang disebut klab (stik golf). Golf adalah salah satu dari permainan yang
tidak memiliki lapangan permainan yang standar, melainkan dimainkan di padang golf yang masing-masing memiliki desain unik, dan biasanya
terdiri dari 9 atau 18 hole (lubang). Aturan utama dalam golf
adalah "memainkan sebuah bola dengan stik golf dari daerah tee (teeing ground) ke
dalam lubang dengan satu pukulan atau beberapa pukulan berikutnya sesuai dengan
Aturan".
Irma Lusiana
HOCKEY
Olahraga permainan Hockey ada dua sumber
asal-usul, yaitu Persia Kuno dan Mesir Kuno. Seperti diketahui, hoki adalah
suatu permainan yang dimainkan antara dua regu yang setiap pemainnya memegang
sebuah tongkat bengkok yang disebut stick (stick) untuk
menggerakkan sebuah bola. Relief adegan permainanan stik dengan bola ini
terdapat pada tembok kuburan di Lembah Raja dekat Bani Hasan di Mesir Kuno.
Memang di berbagai tempat terpencil di Mesir masa kini, permainan kuno ini
masih dimainkan, dengan stik dari pelapah palem dan bola keras. Namanya pun
mirip, yaitu hoksa. Dari Mesir, hoksa menyebar ke suku Arab dan bagian
lain Afrika Utara, serta mungkin melalui Kreta ke Yunani. Suku Arab menyebutnya
dahwa dan dimainkan dengan bola kayu. Suku Bahuka di Afrika
menyebutnya thepu dan dimainkan dengan bola karet.
Sejarah rupanya menghendaki England mendapat
kehormatan sebagai tempat lahirnya hoki modern. Pada tahun 1800 sebuah almanak
mencatat adanya permainan ini dan namanya pun sudah hockey. Mungkin
berasal dari kata hook (bagian bengkok stick). Tahun 1886 terbentuk
induk organisasi hoki pertama, yaitu di England, English Hockey Association.
Sementara itu sejak sekitar tahun 1890 hoki menyebar ke daratan Eropa. Tiap
Negara menyusun peraturan permainan nasionalnya sendiri, walaupuin intinya
diambnil dari peraturan permainan IHB tersebut.
Ayunda Dianandari
WUSHU
Wushu dalam bahasa Cina adalah “Seni
bertempur/bela diri.” Ini merupakan istilah yang lebih benar dibandingkan dengan istilah yang lebih
terkenal tapi salah penggunaannya,seperti Kungfu yang berarti “Ahli” dalam bidang
tertentu.
Kata ‘Wushu’ sendiri berasaldari dua
kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Wu memiliki arti ‘Ilmu Perang’ dan Shu adalah
‘seni’. Didalam Wushu,kita mempelajari seni,olahraga,kesehatan,beladiri,dan
mental. Tempat bersejarah lahirnya Wushu adalah Vihara Shaolin,Pegunungan
Wudang,Gunung Emei,dan pegunungan Kunlun.
5 elemen Wushu
1.
Air : Melambangkan kehidupan dan
kelembutan. Karena air memberi makanan kepada tumbuhan dan bentuk air sendiri yang selalu
menyesuaikan dengan wadah.
2.
Kayu : melambangkan tulang dan otot.
Sebagai energi dari kehidupan yang jika terkena api akan menyebabkan terbentuknya energi sebagai
tenaga (otot)
Andi Muhammad H. S.
Olahraga UFC
Olahraga ufc ini olah raga yang sangat extream dan di gemari oleh
masyarakat setempat di america
olah raga ini salah satu olah raga yang di atur pemerintah karena
sangatlah extream untuk menjaga keselamatan petarung. UFC adalah singkatan da
(ULTIMATE FIGHTING CHAMPIONSHIP)
yang mempopuklerkan seni beladiri campuran, olahraga ini sangat extream
dan populer di amerika
karena banyak yang mendukung dan memberi sikap positif kepada olahraga
ini. karena sangat seru olahraga ufc di tonton ribuan penonton di america
bahkan di dunia, sebelum bertarung petarung harus menjalani tes kesehatan untuk
bertarung dan apabila petarung di nyatakan gagal maka petarung itu tidak boleh
bertarung di arena
Priscilya Nauli N
PARALAYANG
APA ITU PARALAYANG ?
Olahraga
paralayang adalah salah satu cabang olahraga terbang bebas. Paralayang dapat
diartikan sebagai sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat
badan penerbang. Parasut atau pesawat ini lepas landas dan mendarat menggunakan
kaki penerbang.
Olahraga
paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan
memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang
menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam
yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang
disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu
maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang
menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya
semata-mata memanfaatkan angin.
Supratman
Voli Pantai
Sejarah Singkat
Berawal dari sebuah
kota yang bernaman Santa Monica, yang terletak di wilayah California, permainan
bola voli pantai pertama kali dimulai pada tahun 1920-an. Permainan yang
merupakan perkembangan dari permainan bola voli ini mulai mengembangkan
sayapnya di wilayah Eropa dengan lamban. Penyebarannya ke wilayah- wilayah yang
terdapat di benua Eropa mulai terlihat pada sekitar tahun 1930-an, sepuluh
tahun setelah pertama kali diciptakan. Perkembangan permainan ini betul-betul
berjalan dengan lamban. Hal ini dapat dilihat pada masa kepopulerannya.
Permainan bola voli pantai ini baru mulai terkenal pada sekitar tahun 1980-an. Brazil
dan Amerika Serikat adalah dua negara yang selama berpuluh-puluh tahun telah
berkecimpung dan mendominasi permainan bola voli pantai pada kelas
internasional. Selain Brazil dan Amerika Serikat, belakangan ini Australia juga
telah muncul sebagai negara terkuat yang ketiga dalam permainan bola voli ini.
Beberapa negara yang lain, yang terletak di Eropa juga telah berusaha untuk
terus mengembangkan potensi mereka.
Peraturan Dan Tehnik Bermain
Peraturan Dan Tehnik Bermain
Pada dasarnya,
sebagian besar peraturan dan tehnik-tehnik yang terdapat pada permainan bola
voli pantai sama dengan permainan bola voli dalam ruangan. Perolehan poin akan
didapatkan oleh sebuah tim, jika tim tersebut berhasil menjatuhkan bola di area
lawan. Atau, poin juga dapat diperoleh apabila tim lawan melakukan kesalahan
atau pelanggaran. Kontak antara pemain dengan bola pun tidak boleh lebih dari 3
kali pukulan, sebelum bola tersebut berhasil melewati net dan meyeberang ke
area lawan. Pada 3 pukulan tersebut harus dilakukan oleh pemain yang berbeda
secara bergantian. Satu orang pemain tidak boleh melakukan kontak (memukul)
bola lebih dari satu kali, sebelum bola tersebut dioper terlebih dahulu ke rekan
pemainnya atau ke tim lawan. Perbedaan yang paling signifikan antara permainan
bola voli pantai dengan bola voli dalam ruangan terletak pada lokasi dan jumlah
pemain pada setiap timnya. Pada permainan bola voli dalam ruangan, lokasi yang
digunakan untuk melangsungkan pertandingan berupa lapangan dengan permukaan
yang keras. Sedangkan permainan bola voli pantai dimainkan di atas lapangan
dengan lapisan pasir yang cukup tinggi. Yang kedua, pemain dalam setiap tim
berjumlah 6 orang. Sedangkan pada permainan bola voli pantai, pemain dalam
setiap tim hanya berjumlah 2 orang.
Selain dua perbedaan yang telah disebutkan diatas, berikut ini adalah beberapa perbedaan kecil lain yang terdapat dalam permainan bola voli pantai:
Selain dua perbedaan yang telah disebutkan diatas, berikut ini adalah beberapa perbedaan kecil lain yang terdapat dalam permainan bola voli pantai:
·
Lapangan yang
digunakan dalam permainan bola voli pantai memiliki ukuran yang lebih sempit
jika dibandingkan dengan lapangan bola voli dalam ruangan. Jika pada lapangan
bola voli dalam ruangan memiliki ukuran 9 x 9 meter (ukuran setengah lapangan),
maka lapangan yang digunakan pada permainan bola voli pantai hanya berukuran 8
x 8 meter.
·
Dalam permainan bola
voli pantai tidak terdapat garis 3 meter.
·
Jika seorang pemain
bola voli pantai melakukan block, sedangkan block tersebut membentur net hingga
terpental dan terjadi kontak dengan blocker tersebut atau dengan pemain
pasangannya, maka kontak tersebut akan dihitung sebagai satu pukulan.
·
Dalam permainan bola
voli pantai, menyeberang ke area lawan melalui bawah net tidak dianggap sebagai
sebuah pelanggaran, selama hal tersebut tidak mengganggu gerakan tim lawan.
·
Dalam permainan bola
voli pantai dikenal istilah Open-hand dinks, yaitu mengarahkan atau mengoper
bola ke arah area lawan hanya dengan menggunakan ujung jari-jari. Dalam
permainan bola voli dalam ruangan, tehnik ini diperbolehkan. Namun, tehnik ini
adalah salah satu pelanggaran jika seseorang mempraktekkannya dalam permainan
bola voli pantai.
·
Servis pada permainan
bola voli pantai dalam satu tim dilakukan secara bergantaian antara pemain yang
satu dengan pemain yang lain. Namun, dalam permainan ini tidak diperlukan
putaran pemain.
·
Selain tidak terdapat
seorang libero, dalam permainan bola voli pantai juga tidak diberlakukan sistem
pergantian pemain seperti dalam permainan bola voli dalam ruangan.
·
Biasanya, sebagian
besar pemain bola voli pantai akan bermain tanpa menggunakan sepatu (barefoot).
Hal ini dapat dilakukan berdasarkan keinginan pemain itu sendiri maupun
berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan.
·
Permainan bola voli
pantai dimainkan dalam 3 set. Tim pemenang adalah tim yang pertama kali menang
dalam 2 set. Pertandingan pada setiap set akan berlangsung hingga 21 poin, pada
dua set pertama. Dan pada dua set pertama ini terdapat 2 poin sebagai poin
tambahan. Sedangkan pada set yang ketiga, permainan hanya akan berlangsung
hingga 15 poin, dengan 2 poin tambahan.
·
Permainan bola voli
pantai menggunakan jenis bola dengan ukuran yang lebih besar dan lebih lunak
daripada bola yang biasa digunakan dalam permainan bola voli dalam ruangan.
Permainan bola voli pantai menggunakan bola dengan tekanan internal yang lebih
rendah.
Isyarat Tangan
Penggunaan isyarat
tangan adalah salah satu tehnik yang telah menjadi bagian dalam permainan bola
voli pantai. Isyarat tangan adalah salah satu tehnik yang vital dan harus
dimengerti oleh setiap pemain bola voli pantai. Hal ini karena isyarat tangan
adalah salah satu langkah yang selalu digunakan untuk melakukan penyerangan
maupun menentukan taktik permainan yang akan digunakan. Pemberian isyarat
dengan tangan ini biasanya selalu dilakukan dengan menggunakan kedua tangan,
dilakukan oleh rekan pemain yang sedang melakukan servis. Ketika memberikan
isyarat tersebut, posisi tangan berada di belakang badan. Hal ini bertujuan
agar tim lawan tidak dapat melihat isyarat tersebut. Isyarat tangan, kadang
juga digunakan ketika rally sedang berjalan. Namun, hal ini tidak terlalu
sering dilakukan.
Berikut ini adalah beberapa jenis isyarat tangan yang biasa digunakan dalam permainan bola voli:
Berikut ini adalah beberapa jenis isyarat tangan yang biasa digunakan dalam permainan bola voli:
·
Closed Fist
Isyarat dengan
menggunakan kepalan tangan ini menyatakan bahwa tidak perlu melakukan block
pada sisi lapangan tersebut.
·
One Finger
Maksud dari isyarat
ini adalah agar pemain yang berperan sebagai blocker melakukan block terhadap
spike dari tim lawan, dengan mengarahkan block tersebut di bawah garis atau ke
arah spiker tim lawan.
·
Two Fingers
Isyarat dengan
menggunakan dua jari tangan menandakan bahwa blocker harus berusaha melakukan
block, dan mengarahkan block tersebut ke sudut lapangan lawan (dengan arah
menyilang).
·
Open Hand
Isyarat tangan yang
lain, yang biasa digunakan dalam permainan bola voli pantai adalah dengan
posisi tangan terbuka. Posisi tangan terbuka ini artinya adalah blocker harus
melakukan block sesuai dengan posisi set yang dilakukan oleh pemain dari tim
lawan.
Beberapa Hal Lain
·
Perhatikan jenis
servis yang dikuasai oleh tim lawan.
·
Jenis servis apa yang
sulit dikendalikan oleh tim lawan.
·
Jenis formasi yang
digunakan oleh tim lawan.
·
Perhatikan area lawan
yang kosong atau dalam posisi lemah pertahanannya.
·
Cari pemain dari tim
lawan yang lemah tehnik pertahanannya.
·
Perhatikan formasi
block tim lawan, cari formasi block yang lemah.
·
Perhatikan
tehnik-tehnik permainan yang digunakan oleh setter.
·
Amati bentuk cover
yang digunakan oleh tim lawan.
·
Perhatikan keadaan
fisik para pemain dari tim lawan, tinggi badannya, dan kemampuan serta
kecepatan lompatnya.
·
Perhatikan kondisi
stamina tim lawan.
Beberapa Tips Sebelum
Bertanding
·
Memantapkan
tehnik-tehnik yang akan digunakan dalam pertandingan, baik tehnik menyerang
maupun tehnik bertahan.
·
Berusaha untuk
menghilangkan atau meminimalisir kelemahan yang terdapat pada tim ketika
melakukan latihan.
·
Persiapkan fisik
dengan baik, agar tetap berada dalam kondisi yang prima ketika bertanding.
·
Pulihkan lelah tubuh
setelah latihan dengan istirahat yang cukup.
·
Memperkuat rasa
percaya diri pada setiap pemain.
·
Memberikan dorongan
kepada rekan satu tim yang gugup ketika akan mengikuti pertandingan.
·
Bila perlu, adakan
rekreasi satu tim pada tiga hari sebelum pertandingan untuk menghilangkan rasa
tegang.
·
Pemain dapat
memanfaatkan waktu 3 sampai 5 menit sebelum pertandingan untuk mempelajari
kondisi area pertandingan, misalnya:
·
Mempelajari keadaan
lapangan dan batas-batasnya.
·
Perhatikan tinggi net
yang akan digunakan selama pertandingan.
·
Menyesuaikan strategi
permainan.
·
Membangun semangat
masing-masing dan tim.
·
Melakukan pemanasan
ringan, misalnya dengan melakukan latihan servis, set, dan pass untuk
menghilangkan rasa gugup.
BOLA
KASTI
A. Sejarah Singkat Bola Kasti
Olahraga kasti ini adalah
olahraga masyarakat, dimana masyarakat melakukannya pada waktu senggang atau
waktu lowong, terutama oleh anak atau murid sekolah. Olahraga ini termasuk
olahraga tradisional yang juga banyak diminati anak-anak remaja karena dalam
permainan kasti meningkatkan ketangkasan dan kekompakan regu atau pemain.
Sehingga melalui permainan kasti dapat menjalin hubungan persahabatan dan
kerjasama yang baik. Biasanya permainan bola kasti kebanyakan dilakukan pada
waktu sore hari dan kegiatan bola kasti dapat dilakukan oleh siapapun.
B. Teknik Dasar Permainan Kasti
Sebelum melangkah ke dalam
peraturan permainan terlebih dahulu harus menguasai teknik-teknik dasar
permainan kasti, beberapa teknik dalam permainan bolakasti adalah sebagai
berikut:
1. Melambungkan Bola
Melambungkan bola perlu dikuasai
oleh pemain karena teknik dasar inisalah satu yang menentukan dalam permainan,
agar dapat melambungkan bola dengan baik tekniknya antara lain:
a. Melambungkan Bola ke Atas
langkah-langkahnya sebagai
berikut:
1.
Berdiri dengan salah satu kaki di depan (kaki kanan
/kiri).
2.
Pegang bola dengan tangan kanan, sejajar dengan
dada
3.
Bola berada pada pangkal jari-jari, tangan kanan
membuat cekungan dan menghadap ke atas.
4.
Tangan kanan di depan dada dengan siku sedikit
ditekuk dan tangan kiri didepan dada.
5.
Tarik tangan kanan ke bawah hingga di samping
belakang lutut.
6.
Condongkan badan agak kedepan dan tekuklah kedua
lutut.
7.
Ayunkan tangan keatas dengan siku lurus.
8.
Lepaskan bola disertai dengan lecutan telapak
tangan kearah atas.
b. Melambungkan Bola ke Depan
Langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut:
1.
Berdiri dengan kaki kiri di depan.
2.
Tangan kanan memegang bola.
3.
Tangan kanan yang memegang bola lurus berada di
samping paha.
4.
Posisi bola terletak pada pangkal jari-jari dan
telapak tangan membuat cekungan.
5.
Selanjutnya tarik tangan kanan lurus kebelakang.
6.
Tekuk kedua lutut dan badan condong kedepan (badan
tidak membungkuk).
7.
Ayunkan tangan yang memegang bola kearah
depan,langkahkan kaki kanan dan luruskan lutut kiri.
C. Melempar Bola dari Atas Kepala
Lemparan bola dari arah atas
biasanyadigunakan dari jarak yang jauh dari pemuykul atau pemain yang berlari,
langkah-langkah melempar bola ke pada pemukul antara lain:
1.
Berdiri dalam sikap siap melempar.
2.
Posisi bola terletak pada pangkal jari-jari, ketiga
jari-jari berada pada belakang bola, ibu jari dan jari kelingking berada di
samping bola.
3.
Tariklah tangan kebelakang bersama dengan gerakan
memutar kesamping dan langkahkan kaki kiri kedepan.
4.
Badan condong kebelakang lalu ayunkan tangan yang
memegang bola dari belakang dan lemparkan dengan kaki kanan ikut maju.
2. Menangkap Bola
Ada beberapa teknik menangkap
bola dalam permainan kasti, teknik ini digunakan oleh pemain penjaga.berbagai
teknik tangkapan antara lain:
a. Menangkap Bola Lambung
langkah-langkahnya adalah:
1.
berdiri dengan kaki sedikit kangkang, lutut sedikit
ditekuk pandangan mata tertuju kearah datangnya bola.
2.
julurkan tangan keatas depan kepala badan sedikit
condong kedepan.
3.
kedua telapak tangan membuka menyerupai bunga yang
merekah dan siap menangkap bola, pandangan tetap kebola.
b. Menangkap Bola Mendatar
teknik menangkapnya sebagai
berikut.
1.
berdiri dengan kaki sedikit kangkang, lutut sedikit
ditekuk pandangan mata tertuju kearah datangnya bola.
2.
posisi kedua telapak tangan, kedua lengan lurus
kedepan dan tangan kanan atau tangan kiri yang di atas seperti bentuk tepuk
tangan dari atas.
c, Menangkap Bola Dari Bawah
tekniknya sebagai berikut:
1.
kedua tangan siap menerima bola dengan berjongkok.
2.
jari-jari tangan berada di bawah sejajar arah bola
yang akan datang
3.
pandangan lurus kearah bola agar dapat melihat arah
bola datang
3. Memukul Bola
Memukul bola, teknik ini
merupakan teknik yang harus dikuasai setiap pemain karena sebuah pukulan yang
dapat menentukan berhasil tidaknya permainan. Ada beberapa teknik memukul yang
harus dikuasai pemain kasti antara lain:
·
memukul bola mendatar
·
memukul bola merendah atau menyusur tanah
·
memukul bola atas kepala
4.
Teknik Berlari
Berlari, teknik berlari merupakan
teknik yang dapat dilakukan oleh setiap pemain. Alangkah baiknya bila teknik
berlari bagi pemain kasti di perdalam lagi agar tidak kecapean bila sedang
berlari. Ada beberapa teknik berlari antara lain:
·
berlari lurus
·
berlari zig-zag
C. BahanAtau Alat
1. Bola
a.
Dibuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi
sabut kelapa atau injuk
b.
ukuran keliling bola 19-21 cm,
c.
berat 30-70 gr atau 70-80 gr,dan
d.
diameternya 20 cm.
2. Pemukul
a.
Pemukul kasti terbuat dari kayu yang berbentuk stik
pemukul.
b.
panjang kurang lebih 50- 60 cm.
c.
penampangnya berbentuk bulat telur (oval) dengan
ukuran lebar 5 cm dan tebal 3,5 cm,
d.
serta panjang pegangan 15-20 cm.
D. Cara
permainan
Pemain pemukul berada di dalam
garis atau tempat bebas, cara bermain antara lain:
a.
Bola dilempar oleh salah seorang tim penjaga
b.
bola tersebut dipukul oleh tim yang sedang memukul
c.
Pemukul sesudah memukul harus cepat berlari ke
daerah tiang pertolongan atau tiang hinggap.
E. Aturan Pertandingan atau
Permainan
Sebelum bermain kasti, ada
beberapa
1. Gambar Lapangan Kasti
2. Pemain
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan atau pengganti dan 12 sebagai pemain inti. Regu yang main disebut partai pemukul regu yang jaga disebut partai lapangan
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan atau pengganti dan 12 sebagai pemain inti. Regu yang main disebut partai pemukul regu yang jaga disebut partai lapangan
3. Tiang Pertolongan
Tiang pertolongan terbuat dari bahan yang tidak mudah patah, seperti besi, kayu, piber atau bambutiang pertolongan ditancapkan di tengah lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan tinggi tiang pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter, jarak tiang pertolongan dengan garis pemukul adalah 5 meter dan jarak dari garis samping 5 meter.
Tiang pertolongan terbuat dari bahan yang tidak mudah patah, seperti besi, kayu, piber atau bambutiang pertolongan ditancapkan di tengah lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan tinggi tiang pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter, jarak tiang pertolongan dengan garis pemukul adalah 5 meter dan jarak dari garis samping 5 meter.
4. Tiang Hinggap atau Tiang Bebas
Tiang hinggap dalam permainan
kasti ada dua buah, yang ditancapkan dalam tanah lingkaran berjari-jari 1
meter. Kedua tiang tersebut di tancapkan dengan jarak 5 meter dari garis
belakang dan 10 meter dari garis samping kanan dan kiri. Pemain yang sidah berada
di tiang hinggap aman dari incaran pemain penjaga yang memegang bola selagi
pemain pemukul tidak berpinddah ke tiang hinggap yang lainnya.
5. Nomor Dada
Dalam permainan kasti setiap
pemain harus memakai nomor dada yang terbuat dari kain, terpasamg didepan dada
dan punggung. Nomor dada terdiri atas nomor 1-15, nomor urut 1-12 untuk pemain
inti dan untuk nomor 13-15 untuk pemain cadangan.
6. Lama Permainan
Lamanya permainan di tentukan
dengan dua macam cara yaitu,
a.
Pertama ditentukan dengan waktu
Jika di tentukan dengan waktu
maka lama permainan adalah 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit atau 2 x 30
menit dengan istirahat 10 menit.
b. Kedua dilakukan dengan inning.
Inning ialah jumlah pergantian
regu pemukul menjadi regu penjaga atau sebaliknya. Jika ditentukan dengan cara
inning, jumlah inning dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua regu atau
panitia .
7. Pukulan Benar
Pukulan dinyatakan benar apabila:
a.
Bola setelah dipukul lewat garis pemukul dan jatuh
atau mengenai benda yang berada didalam lapangan permainan
b.
Bola setelah di pukul melewati garis pemukul dan
jatuh atau mengenai benda di luar lapangan setelah melewati bendera atau
pembatas setengah lapangan permainan.
8. Pukulan Luput atau Luncas
Pukulan dinyatakan luncas (luput)
apabila dalam usaha memukul kayu pemukul tidak mengenai bola yang
dilambungkan oleh pelambung.
9. Pukulan Salah
Pukulan salah apabila bola
setelah di pukul tapi masih berada di areal pukul atau jatuh diareal pukul.
Serta bola keluar lapangan sebelum melewati garis tengah.
10. Hak Memukul
Hak bagi pemukul antara lain
sebagai berikut:
a.
setiap pemain dari regu pemukul memiliki hak
memukul satu kali pukulan dalam satu kesempatan.
b.
Pembebas (velouser) memiliki hak
memukul sebanyak tiga kali, seorang pemukul dinyatakan sebagai pembebas apabila
ia satu-satunya pemain yang ada di ruang bebas.
11. Lambungan Benar
Lambungan dinyatakan benar
apabila:
a.
Bola dilambungkan sesuai dengan arah permintaan
pemain pemukul.
b.
Bola melaju dalam ketinggian antara lutut dan
kepala pemain pemukul.
c.
Bola melaju tanpa ada gerakan putaran yang di
sengaja.
12. Nilai
a. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas
pukulannya sendiri nilai 2. Kejadian tersebut disebut RUN
b.
Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali
ke ruang bebas atas bantuan pukulan teman nilai 1
c.
Partai lapangan mendapat nilai satu apabila dapat
menangkap bola pukulan lawan sebelum kena tanah.
d.
Nilai 2 diberikan apabila seorang pemain dan regu
pemukul dengan pukulannya sendiri dan benar dapat langsung kembali ke ruang
bebas tanpa dimatikan lawan atau dinyatakan mati oleh wasit.
13. Pemain Mati
Seorang pemain dari regu pemukul
dinyatakan mati apabila anggota tubuh selain kepala terkena lemparan bola dari
regu penjaga selama perjalanan, dan pemain mati bila sengaja menerima
bola dengan kepala atas lemparan penjaga.
14. Bola Mati
Bola mati adalah bola yang sudah
tidak bisa dimainkan kembali di dalam permainan atau lapangan. Adapun beberapa
bola yang dianggap mati antara lain:
a.
Bola dipegang pelambung dan pelambung berdiri pada
tempatnya
b.
Apabila Pada pukulan salah atau tidak kena
c.
Apabila bola hilang sehingga dicari tidak ketemu
d.
Terjadi Pergantian bebas
15. Pergantian Partai atau
Pergantian Tempat
a.
Pergantian Bebas
1.
Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak 3
kali berturut-turut.
2.
Pembebas memukul 3 kali salah
3.
Ruang bebas di bakar oleh regu penjaga
4.
Seorang pelari pada waktu berlari keluar dari
batas lapangan permainan.
5.
Pada saat melakukan pukulan kayu pemukul terlepas
dari tangan pemukul dan keluar dari ruang pemukul
6.
Anggota regu pemukul keluar dari ruang bebas
7.
Regu pemukul merugikan lawan
8.
Pemain pelari atau pemukul masuk keruang bebas
melewati garis belakang ruang bebas.
b. Pergantian Tidak Bebas
Pergantian tidak bebas terjadi
apabila salah seorang dari anggota regu pemukul terkena lemparan yang sah
selama dalam perjalanan menuju ketiang hinggap atau keruang bebas, dan regu
pemkul tidak dapat mengenai regu penjaga kembali pada saat bola bebas.
16. Perwasitan
Wasit berada di luar lapangan
baik sebelah kanan maupun kiri, ada pun tugas wasit serta kode tiupan peluit
antara lain:
a.
Bila permulaan permainan wasit memanggil kedua
kapten dari masing-masing tim untuk melakukan tos atau siapa yang mulai
permainan terlebih dahulu baik sebagai pemukul maupun penjaga.
b.
Mengatur jalannya pertandingan
c.
Mengecek kesiapan skoring sit
d.
Mengecek nama pemain dan nomor dada
e.
Wasit meniup peluit 3 x panjang untuk memulai
pertandingan
f.
Pada saat memanggil pemain pemukul untuk memukul
wasit meniup peluit 3x pendek.
g.
Pada saat pukulan salah wasit melakukan kode tiupan
peluit sebanyak 2x pendek.
h.
Bila terjadi pemain terkena lemparan bola sebelum
tiang pertolongan atau tiang bebas dan ruang bebas, wasit meniup peluit
1x panjang tanda pergantian bebas.
i.
Bila bola hilang wasit meniup peluit 3x pendek
j.
Setelah permainan selesai permainan atau waktu
habis wasit meniup peluit 3x panjang
17. Skoring Sit
Skoringsit adalah pembantu wasit
untuk jalannya suatu pertandingan, tugasnya adalah:
a.
mengecek pemain.
b.
menyamakan nomor dada dengan nama yang ada di
skoring sit yang diberikan oleh masing-masing regu.
c.
memanggil pemain yang akan melakukan pukulan.
d.
bila ada pergantian pemain skoring sit lah yang
bertanggung jawab atas kecocokan yang ada pada skoring sit tersebut.
e.
menghitung nilai masing-masing regu.
f.
menghitung pukulan salah pemain pemukul
F. Tujuan Bermain kasti Bagi
pendidikan Jasmani
Adapun beberapa tujuan dari bermain
kasti bagi pendidikan jasmani antara lain:
1.
Melestarikan budaya olahraga tradisional bangsa
kita.
2.
Dapat mengembangkan berbagai macam funsi tubuh.
3.
Meningkatkan sikap sportivitas antar pemain atau
teman.
4.
Meningkatkan pengetahuan peraturan permainan.
5.
Mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan
teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi.
6.
Dapat menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama
yang baik
7.
Belajar berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang
lain.
8.
Memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan
kreativitas
9.
Mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan
teknik yang terlibat dalam aktivitas suatu permainan.
10.
Mendapatkan olahraga yang murah meriah.
LARI ESTAFET
1.SEJARAH LARI
ESTAFET
Atletik adalah salah
satu cabang olahraga yang tertua yang telah dilakukan oleh manusia sejak jaman
purba sampai dewasa ini. Bahkan, boleh dikatakan sejak adanya manusia di muka
bumi ini, atletik sudah ada karna gerakan- gerakan yang terdapat dalam cabang
olahraga atletik, seperti berjalan, berlari, melompat, dan melempar adalah
gerakan yang dilakukan oleh manusia yang dilakukannya sehari-hari.
Lari sambung adalah salah satu jenis lari dalam atletik khususnya pada nomor lari. Lari sambun dimulai dari bangsa Aztec. Inka, dan maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Api olimpiade Berlin,berasal dari tradisi yunani tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4x 400 meter bagi laki-laki dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakn pada olimpiade Stockholm tahun 1912. estafet 4 x 400 meter bagi wanita diselenggarakan sejak tahun 1928 dan menjadi nomor olimpiade serta 4 x 400 meter mulai dilombakan sejak tahun 1972. Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.
Lari sambung adalah salah satu jenis lari dalam atletik khususnya pada nomor lari. Lari sambun dimulai dari bangsa Aztec. Inka, dan maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Api olimpiade Berlin,berasal dari tradisi yunani tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4x 400 meter bagi laki-laki dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakn pada olimpiade Stockholm tahun 1912. estafet 4 x 400 meter bagi wanita diselenggarakan sejak tahun 1928 dan menjadi nomor olimpiade serta 4 x 400 meter mulai dilombakan sejak tahun 1972. Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.
2.
Sejarah Lari Estafet
Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.
Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.
3.
Peraturan Lari Estafet
Masing-masing pelari mempunyai peran penting dalam olahraga lari estafet. Oleh karena itu, kekompakan dan irama lari juga harus selalu dijaga. Dalam jarak tempuh 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk menjatuhkan tongkat estafet. Jadi harus benar-benar dilatih cara mengoper tongkat. Karena bila terjatuh, peserta lari akan langsung didiskualifikasi. Berbeda halnya dengan olahraga lari estafet dengan jarak tempuh 4 x 400 meter. Karena jarak tempuh yang lebih jauh, maka peraturannya pun lebih ringan. Peserta lari boleh menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh. Tetapi resikonya adalah kalah. Karena ketika peserta lari mengambil tongkat, maka dipastikan peserta tersebut akan jauh tertinggal dari peserta-peserta lai
Masing-masing pelari mempunyai peran penting dalam olahraga lari estafet. Oleh karena itu, kekompakan dan irama lari juga harus selalu dijaga. Dalam jarak tempuh 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk menjatuhkan tongkat estafet. Jadi harus benar-benar dilatih cara mengoper tongkat. Karena bila terjatuh, peserta lari akan langsung didiskualifikasi. Berbeda halnya dengan olahraga lari estafet dengan jarak tempuh 4 x 400 meter. Karena jarak tempuh yang lebih jauh, maka peraturannya pun lebih ringan. Peserta lari boleh menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh. Tetapi resikonya adalah kalah. Karena ketika peserta lari mengambil tongkat, maka dipastikan peserta tersebut akan jauh tertinggal dari peserta-peserta lai
4.
Tongkat Estafet
Tongkat estafet adalah benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam satu regu. Karena itu, tongkat ini pun tidak sembarang tongkat. Ukurannya dibuat sesuai dan pas dengan panjang genggaman pelari pada umumnya.
Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah:
• Panjang tongkat : 29 – 30 cm
• Diameter tongkat : 3,81 cm (dewasa) dan 2,54 cm (anak-anak)
• Berat tongkat : 50 gr
Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.
Tongkat estafet adalah benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam satu regu. Karena itu, tongkat ini pun tidak sembarang tongkat. Ukurannya dibuat sesuai dan pas dengan panjang genggaman pelari pada umumnya.
Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah:
• Panjang tongkat : 29 – 30 cm
• Diameter tongkat : 3,81 cm (dewasa) dan 2,54 cm (anak-anak)
• Berat tongkat : 50 gr
Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.
Teknik Dasar
1. Teknik Memegang Tongkat Estafet
Tongkat dipegang pada ujung hingga setengah bagian dengan tangan kanan atau kiri, sedangkan setengah bagian tongkat untuk dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya.
2. Teknik Start untuk Lari Estafet
Pelari pertama menggunakan start jongkok. Hal yang perlu diperhatikan pelari pada saat start yaitu tangan ditempatkan di belakang garis start dan tongkat yang dipegang tidak menyentuh
garis start.
3. Teknik Memberi dan Menerima Tongkat Estafet
Cara memberi dan menerima tongkat sambil lari dilakukan di daerah wissel (daerah pergantian tongkat). Panjang wissel (daerah pergantian) tongkat estafet adalah 20 meter. Pergantian tongkat yang terjadi di luar daerah pergantian akan menyebabkan diskualifikasi.
1. Teknik Memegang Tongkat Estafet
Tongkat dipegang pada ujung hingga setengah bagian dengan tangan kanan atau kiri, sedangkan setengah bagian tongkat untuk dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya.
2. Teknik Start untuk Lari Estafet
Pelari pertama menggunakan start jongkok. Hal yang perlu diperhatikan pelari pada saat start yaitu tangan ditempatkan di belakang garis start dan tongkat yang dipegang tidak menyentuh
garis start.
3. Teknik Memberi dan Menerima Tongkat Estafet
Cara memberi dan menerima tongkat sambil lari dilakukan di daerah wissel (daerah pergantian tongkat). Panjang wissel (daerah pergantian) tongkat estafet adalah 20 meter. Pergantian tongkat yang terjadi di luar daerah pergantian akan menyebabkan diskualifikasi.
Berdasarkan posisi
tangan penerima, terdapat dua macam cara memberi dan menerima tongkat estafet,
yaitu:
a. Memberikan tongkat estafet dari atas. Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan penerima menghadap ke atas.
b. Memberikan tongkat estafet dari bawah ke atas.Teknik ini dipergunakan apabila telapa tangan penerima tongkat estafet menghadap ke bawah.
a. Memberikan tongkat estafet dari atas. Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan penerima menghadap ke atas.
b. Memberikan tongkat estafet dari bawah ke atas.Teknik ini dipergunakan apabila telapa tangan penerima tongkat estafet menghadap ke bawah.
Berdasarkan melihat atau tidaknya penerima,
maka pergantian tongkat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Visual (dengan melihat), yaitu penerima tongkat berpaling ke belakang untuk melihat pemberi tongkat.
b. Nonvisual (tanpa melihat), yaitu penerima tonbgkat tidak melihat pemberi tongkat.
4. Latihan Lari Estafet
Kunci keberhasilan pelari estafet terletak pada pergantian tongkat. Serangkaian teknik lari sambung (estafet) dari start hingga terjadinya pergantian pemegang tongkat.Di dalam pelaksanaan lari estafet, dimungkinkan terjadi beberapa kesalahan pada saat pergantian tongkat. Kesalahan tersebut dapat dilakukan oleh penerima maupun pemberi tongkat.
a. Visual (dengan melihat), yaitu penerima tongkat berpaling ke belakang untuk melihat pemberi tongkat.
b. Nonvisual (tanpa melihat), yaitu penerima tonbgkat tidak melihat pemberi tongkat.
4. Latihan Lari Estafet
Kunci keberhasilan pelari estafet terletak pada pergantian tongkat. Serangkaian teknik lari sambung (estafet) dari start hingga terjadinya pergantian pemegang tongkat.Di dalam pelaksanaan lari estafet, dimungkinkan terjadi beberapa kesalahan pada saat pergantian tongkat. Kesalahan tersebut dapat dilakukan oleh penerima maupun pemberi tongkat.
a. Kesalahan yang dilakukan oleh penerima, yaitu:
1. Start yang trlambat sehingga cepat terkejar oleh pelari dibelakangnya sebelum mencapai kecepatan maksimum.
2. Terlalu cepat melakukan start sehingga mngganggu lari pemberi tongkat.
3. Larinya terlalu ke tengah sehingga mengganggu lari pemberi tongkat.
4. Pada waktu mengulurkan tangan ke belakang, tangan dalam keadaan goyang, sehingga sukar menerima tongkat.
b. Kesalahan yang sering dialami oleh pemberi tongkat, yaitu:
1. Kurang berhati-hati dalam meberikan tongkat, sehingga gagal dalam pemberian atau tongkat jauh.
2. Pada waktu memberikanb tongkat pemberi berada di belakang penerima, tidak di sisi
sampingnya, sehingga dapat menginjak kaki penerima.
3. Pemberi mangayun tangan yang salah.
4. Pemberi tongkat tidak memberi isyarat (tidak berteriak yak) kepada penerima tongkat, sehingga
penerima tidak tahu.
5. Pemberi tongkat mengurangi kecepatannya pada saat akan mengayun tongkat.
Strategi Penyusunan Regu Lari Estafet
Agar dapat dicapai prestasi malsimal, diperlukan strategi dalam pemilihan pelari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusun regu atau tim lari estafet, yaitu:
a. Pelari pertama
1. Pilihlah pelari yang memiliki start yang baik dan memiliki keahlian lari di tikungan.
2. Pelari pertama merupakan pelari yang tercepat pertama atau kedua agar dapat memberika posisi memimpin.
b. Pelari kedua
1. Pelari kedua mempunyai tanggung jawab sebagai pnerima dan pemberi.
2. Mempunyai daya tahan yang baik, sebab ia harus berlari cepat menempuh jarak 120 m – 130 m.
3. Pelari yang kurang mahir ditikungan dapat dipilih sebagai pelari kedua.
c. Pelari ketiga
1. Pelari ketiga memiliki rasa tanggung jawab yang besar, karena harus bertindak sebagai penerima dan pmberi tongkat.
2. Pelari ketiga memiliki keahlian lari di tikugan.
3. Memiliki daya tahan sebagai pelari 200 m.
d. Pelari keempat
1. Pelari keempat merupakan pelari tercepat pertama atau kedua.
2. Pelari keempat memiliki daya juang yang besar, karena pelari ini akan menentukan menang atau kalahnya regu atau tim.
Teknik Masuk Finish
Teknik masuk finish ada 3 macam, yaitu:
a. Lari terus tanpa mengubah kecepatan lari.
b. Membusungkan dada ke depan.
c. Merebahkan badan ke depan seperti orangj atuh tersungkur.
Agar dapat dicapai prestasi malsimal, diperlukan strategi dalam pemilihan pelari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusun regu atau tim lari estafet, yaitu:
a. Pelari pertama
1. Pilihlah pelari yang memiliki start yang baik dan memiliki keahlian lari di tikungan.
2. Pelari pertama merupakan pelari yang tercepat pertama atau kedua agar dapat memberika posisi memimpin.
b. Pelari kedua
1. Pelari kedua mempunyai tanggung jawab sebagai pnerima dan pemberi.
2. Mempunyai daya tahan yang baik, sebab ia harus berlari cepat menempuh jarak 120 m – 130 m.
3. Pelari yang kurang mahir ditikungan dapat dipilih sebagai pelari kedua.
c. Pelari ketiga
1. Pelari ketiga memiliki rasa tanggung jawab yang besar, karena harus bertindak sebagai penerima dan pmberi tongkat.
2. Pelari ketiga memiliki keahlian lari di tikugan.
3. Memiliki daya tahan sebagai pelari 200 m.
d. Pelari keempat
1. Pelari keempat merupakan pelari tercepat pertama atau kedua.
2. Pelari keempat memiliki daya juang yang besar, karena pelari ini akan menentukan menang atau kalahnya regu atau tim.
Teknik Masuk Finish
Teknik masuk finish ada 3 macam, yaitu:
a. Lari terus tanpa mengubah kecepatan lari.
b. Membusungkan dada ke depan.
c. Merebahkan badan ke depan seperti orangj atuh tersungkur.
Diskualifikasi
Peserta atau tim regu dicoret apabila:
a. Start mendahului aba-aba sampai 2 kali.
b. Selama lari mengganggu pelarilain.
c. Masuk ke lintsan lain hingga mendapat keuntungan.
d. Tidak masuk finish.
e. Pergantian tongkat melewati daerah wissel.
f. Tongkat jatuhdiambil orang lain.
g. Penerima sudah lewat batas wissel, kembali untuk mengambil tongkat yang terjatuh.
h. Masuk finish tanpa tongkat.
Peserta atau tim regu dicoret apabila:
a. Start mendahului aba-aba sampai 2 kali.
b. Selama lari mengganggu pelarilain.
c. Masuk ke lintsan lain hingga mendapat keuntungan.
d. Tidak masuk finish.
e. Pergantian tongkat melewati daerah wissel.
f. Tongkat jatuhdiambil orang lain.
g. Penerima sudah lewat batas wissel, kembali untuk mengambil tongkat yang terjatuh.
h. Masuk finish tanpa tongkat.
BOLA BAKAR
A. Pengertian
Permainan bola bakar berasal dari negeri Belanda yang disebut sebagai Slagball yang artinya bola pukul. Permainan ini menggunakan bola kecil, alat pemukul, dan alat pembakar. Seperti halnya olahraga yang lain permainan bola bakarnya mengandung nilai positif bagi perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, sehingga secara tidak langsung dapat memupuk rasa disiplin, jujur, kerja sama, tanggung jawab, dan sifat-sifat positif lainnya.
Permainan bola bakar merupakan persiapan atau pendahuluan dari permainan-permainan serupa yang lebih sulit, yaitu permainan Rounders. Permainan ini dimainkan oleh dua regu (tim) dan masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. Regu yang mendapat kesempatan memukul disebut regu pemukul, sedangkan regu yang bertugas menjaga di lapangan disebut regu lapangan atau pihak lapangan.
Permainan bola bakar dipimpin oleh seorang wasit dengan dibantu oleh 3 orang pembantu wasit dan seorang pencatat nilai. Dalam permainan ini yang menjadi pemukul, pelambung, dan penjaga belakang adalah dari pihak regu pemukul sendiri. Setiap pemain berhak memukul 3 kali tetapi ia harus lari pada pukulan pertama atau pukulan kedua yang betul. Pada pukulan ketiga yang salah atau tidak kena (luncas) pemukul dinyatakan mati satu. Pemain regu pemukul berusaha untuk memukul betul dan lari di luar garis sambil menyentuh tiang hingga I, II, III, IV, V, VI dengan selamat, kemudian langsung masuk ke ruang bebas untuk mendapatkan nilai. Sebaliknya pemain regu lapangan berusaha menggagalkan regu pemukul untuk mendapatkan nilai dengan cara menangkap bola yang dipukul oleh pemain regu pemukul dan dengan segera melemparkan bola ke petugas pembakar. Permainan ini dilakukan dalam dua babak yang masing-masing babak berlangsung selama 20 menit atau 30 menit dengan diselingi istirahat 10 menit.
Permainan bola bakar berasal dari negeri Belanda yang disebut sebagai Slagball yang artinya bola pukul. Permainan ini menggunakan bola kecil, alat pemukul, dan alat pembakar. Seperti halnya olahraga yang lain permainan bola bakarnya mengandung nilai positif bagi perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, sehingga secara tidak langsung dapat memupuk rasa disiplin, jujur, kerja sama, tanggung jawab, dan sifat-sifat positif lainnya.
Permainan bola bakar merupakan persiapan atau pendahuluan dari permainan-permainan serupa yang lebih sulit, yaitu permainan Rounders. Permainan ini dimainkan oleh dua regu (tim) dan masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. Regu yang mendapat kesempatan memukul disebut regu pemukul, sedangkan regu yang bertugas menjaga di lapangan disebut regu lapangan atau pihak lapangan.
Permainan bola bakar dipimpin oleh seorang wasit dengan dibantu oleh 3 orang pembantu wasit dan seorang pencatat nilai. Dalam permainan ini yang menjadi pemukul, pelambung, dan penjaga belakang adalah dari pihak regu pemukul sendiri. Setiap pemain berhak memukul 3 kali tetapi ia harus lari pada pukulan pertama atau pukulan kedua yang betul. Pada pukulan ketiga yang salah atau tidak kena (luncas) pemukul dinyatakan mati satu. Pemain regu pemukul berusaha untuk memukul betul dan lari di luar garis sambil menyentuh tiang hingga I, II, III, IV, V, VI dengan selamat, kemudian langsung masuk ke ruang bebas untuk mendapatkan nilai. Sebaliknya pemain regu lapangan berusaha menggagalkan regu pemukul untuk mendapatkan nilai dengan cara menangkap bola yang dipukul oleh pemain regu pemukul dan dengan segera melemparkan bola ke petugas pembakar. Permainan ini dilakukan dalam dua babak yang masing-masing babak berlangsung selama 20 menit atau 30 menit dengan diselingi istirahat 10 menit.
B. Lapangan dan Alat-alat
1. Gambar Lapangan Bola Bakar
1. Gambar Lapangan Bola Bakar
Panjang tiang hingga 1,5 m dari
permukaan tanah dan diberi bendera yang warnanya berbeda dengan bendera batas
lapangan.
2. Alat-alat
Alat-alat yang diperlukan untuk permainan bola bakar adalah :
a. Bola yang digunakan adalah bola tenis
Apabila anak-anak sudah pandai memukul maka dapat menggunakan bola kasti.
b. Alat pemukul
Alat pemukul terbuat dari kayu. Panjangnya 50 cm, panjang tempat pegangannya 20 cm dan lebarnya 3 cm sampai dengan 4 cm. Panjang untuk memukul 30 cm, lebarnya 5 cm dan tebalnya 1-2 cm.
c. Tiang hinggap
Tinggi tiang hinggap 1,5 m diberi warna putih dan diikatkan berdera berwarna.
d. Tiang bendera batas
Tiang batas ada 6 diberi warna berselang-seling putih hitam dan diikatkan bendera terang.
e. Alat pembakar
Alat pembakar berbentuk kotak atau tabung dan terbuat dari bahan kayu atau seng. Ukuran lebarnya 20 cm sedangkan tingginya 10 cm sampai 20 cm.
f. Tali
Tali digunakan untuk batas lapangan dan tali yang digunakan adalah tali plastik atau tali rafia.
g. Pen-pen besi
Pen-pen ini disebut juga paku tanah yangt befungsi untuk mengonci posisi alat pembakar supaya tidak mudah berpindah tempat saat kena pantulan bola.
h. Bendera untuk pembantu wasit
Untuk 3 orang pembantu wasit dibutuhkan 3 buah bendera berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 30 cm dan lebarnya 20 cm, dan diikatkan pada bambu ukuran 50-60 cm.
2. Alat-alat
Alat-alat yang diperlukan untuk permainan bola bakar adalah :
a. Bola yang digunakan adalah bola tenis
Apabila anak-anak sudah pandai memukul maka dapat menggunakan bola kasti.
b. Alat pemukul
Alat pemukul terbuat dari kayu. Panjangnya 50 cm, panjang tempat pegangannya 20 cm dan lebarnya 3 cm sampai dengan 4 cm. Panjang untuk memukul 30 cm, lebarnya 5 cm dan tebalnya 1-2 cm.
c. Tiang hinggap
Tinggi tiang hinggap 1,5 m diberi warna putih dan diikatkan berdera berwarna.
d. Tiang bendera batas
Tiang batas ada 6 diberi warna berselang-seling putih hitam dan diikatkan bendera terang.
e. Alat pembakar
Alat pembakar berbentuk kotak atau tabung dan terbuat dari bahan kayu atau seng. Ukuran lebarnya 20 cm sedangkan tingginya 10 cm sampai 20 cm.
f. Tali
Tali digunakan untuk batas lapangan dan tali yang digunakan adalah tali plastik atau tali rafia.
g. Pen-pen besi
Pen-pen ini disebut juga paku tanah yangt befungsi untuk mengonci posisi alat pembakar supaya tidak mudah berpindah tempat saat kena pantulan bola.
h. Bendera untuk pembantu wasit
Untuk 3 orang pembantu wasit dibutuhkan 3 buah bendera berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 30 cm dan lebarnya 20 cm, dan diikatkan pada bambu ukuran 50-60 cm.
i. Nomor dada
Nomor dada yang dibutuhkan 30 pasang (masing-masing regu 5 nomor). N0 1 -12 untuk pemain inti, no 13, 14, dan 15 sebagai pemain cadangan. Warna nomor dada untuk kedua regu harus berbeda.
j. Peluit
Peluit digunakan oleh wasit pertandingan.
k. Daftar nilai
l. Perlengkapan pemain (baju dan celana olahraga)
Nomor dada yang dibutuhkan 30 pasang (masing-masing regu 5 nomor). N0 1 -12 untuk pemain inti, no 13, 14, dan 15 sebagai pemain cadangan. Warna nomor dada untuk kedua regu harus berbeda.
j. Peluit
Peluit digunakan oleh wasit pertandingan.
k. Daftar nilai
l. Perlengkapan pemain (baju dan celana olahraga)
3. Teknik
Keterampilan teknik dasar yang harus dimiliki anak adalah :
a. Memukul ; b. Melambung bola ; c. Lari ; d. melempar ; e. Menangkap
f. Membakar.
Keterampilan teknik dasar yang harus dimiliki anak adalah :
a. Memukul ; b. Melambung bola ; c. Lari ; d. melempar ; e. Menangkap
f. Membakar.
1) Ada 3 macam pukulan
berdasarkan tinggi rendahnya lambungan bola, yaitu :
(1) Pukulan melambung jauh
(1) Pukulan melambung jauh
(2) Pukulan mendatar
(3) Pukulan merendah
2) Teknik melambung bola
a. Cara memegang bola
Telapak tangan membuat cekungan dengan jari-jari saling merapat dan letakkan bola di telapak tangan.
a. Cara memegang bola
Telapak tangan membuat cekungan dengan jari-jari saling merapat dan letakkan bola di telapak tangan.
b. Sikap permulaan
Pelambung berdiri di tempatnya dengan kaki kiri di depan dan badan menghadap ke arah pemukul. Pandangan menuju ke tempat yang diminta pemukul.
Pelambung berdiri di tempatnya dengan kaki kiri di depan dan badan menghadap ke arah pemukul. Pandangan menuju ke tempat yang diminta pemukul.
c. Teknik lari
Para pemain harus menguasai teknik berdiri terutama lari jarak pendek dengan waktu yang sesingkat-singkatnya bagi para pemain pemukul saat lari menuju ke tiang hinggap.
d. Teknik melempar bola
(1) Cara memegang bola :
Dengan tiga jariv
Dengan empat jariv
(2) Sikap permulaan
Para pemain harus menguasai teknik berdiri terutama lari jarak pendek dengan waktu yang sesingkat-singkatnya bagi para pemain pemukul saat lari menuju ke tiang hinggap.
d. Teknik melempar bola
(1) Cara memegang bola :
Dengan tiga jariv
Dengan empat jariv
(2) Sikap permulaan
Lemparan dibagi menjadi
dua, yaitu :
(1) Lemparan bola melambung tinggi, digunakan untuk operan jarak jauh.
(2) Lemparan bola datar, digunakan untuk operan jarak pendek.
e. Teknik menangkap bola
(1)Teknik ini harus dikuasai oleh regu lapangan : menangkap bola dapat dilakukan:
Dari lemparan temanv
Dari pukulan regu pemukulv
(2) Berdasarkan tinggi rendahnya bola, teknik menangkap bola dibedakan menjadi;
Menangkap bola melambung tinggi
(1) Lemparan bola melambung tinggi, digunakan untuk operan jarak jauh.
(2) Lemparan bola datar, digunakan untuk operan jarak pendek.
e. Teknik menangkap bola
(1)Teknik ini harus dikuasai oleh regu lapangan : menangkap bola dapat dilakukan:
Dari lemparan temanv
Dari pukulan regu pemukulv
(2) Berdasarkan tinggi rendahnya bola, teknik menangkap bola dibedakan menjadi;
Menangkap bola melambung tinggi
Menangkap bola mendatar
Menangkap bola rendah
Menangkap bola menggulir di atas tanah
o Sikap duduk berlutut,
kedua lutut rapat menyentuh tanah
o Sikap jongkok berlutut,
kaki kanan berlutut menyentuh tanah dengan jarak antara lutut dan kaki kurang
lebih 2 kepalan tangan.
o Sikap berdiri, kedua
lutut di tekuk dan badan dibongkokkan ke depan bawah serta sikap kedua tangan
lurus ke bawah.
(3) Menangkap bola di samping
badan.
f. Teknik membakar
Yang boleh membakar hanyalah seorang yang bertugas sebagai pembakar. Tugas seorang pembakar adalah membakar alat pembakar untuk mematikan pelari. Apabila alat pembakar tidak dapat berbunyi nyaring dapat dibantu dengan meniup peluit 1 x panjang pada saat bola menyentuh alat pembakar.
Yang boleh membakar hanyalah seorang yang bertugas sebagai pembakar. Tugas seorang pembakar adalah membakar alat pembakar untuk mematikan pelari. Apabila alat pembakar tidak dapat berbunyi nyaring dapat dibantu dengan meniup peluit 1 x panjang pada saat bola menyentuh alat pembakar.
Lompat Tinggi
A. .Pengertian Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.
B. .Tahapan pada lompat tinggi
Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu :
a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar
b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan
c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar.
d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.
C. .Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1. .Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.
A. .Pengertian Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.
B. .Tahapan pada lompat tinggi
Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu :
a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar
b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan
c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar.
d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.
C. .Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1. .Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.
2. .Gaya Guling sisi (Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.
3. .Gaya Guling (Straddle)
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.
Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.
4. .Gaya Fosbury Flop
Cara melakukanya:
.·Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.·Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.·Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.·Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
.·Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.·Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.·Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.·Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
SEPAK
TAKRAW
Cara melakukanya:
.·Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.·Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.·Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.·Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
.·Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.·Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.·Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.·Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.










