Unknown
On Jumat, 05 Juni 2015
Anggar
Anggar adalah seni budaya olahraga ketangkasan dengan senjata
yang menekankan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis
senjata lawan dengan menggunakan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan. Dalam
artian lebih spesifik, anggaran adalah satu satu cabang olahraga yang diajarkan
di sekolah
- sekolah
Eropa
pada masa lalu dalam melatih keahlian dalam menggunakan senjata
tajam yang akhirnya menjadi salah satu olahraga
resmi di Olimpiade.
Etimologi kata "anggar"
dalam bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Perancis "en garde",
artinya dalam Bahasa Indonesia berarti "bersiap". Kata "en
garde" digunakan sebelum permainan anggar dimulai, untuk memberi perintah
"bersiap" kepada pemain. Dalam bahasa Perancis sendiri anggar disebut
sebagai escrime. Walaupun kita menganggap anggar sebagai permainan yang
menghibur, sebagai senjata, sebagai sarana pendidikan atau pun olahraga,
ternyata anggar mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kemampuan teknis, catatan pencapaian
yang cukup panjang, di luar hal - hal tersebut adalah nilai - nilai yang
terkandung dalam permainan anggar sendiri hingga kini masih diajarkan melalui
praktik olahraga itu sendiri.
Jika sejarah
mengenai anggar ditelusuri, kita akan mengacu pada penggunaan pedang. Sejak
dahulu kala, pedang diciptakan sebagai alat untuk melindungi diri. Manusia
menggunakan kekuatan dan ketangkasannya, memilih bahan dan alat, meningkatkan
ketrampilannya dengan menggunakan kepandaiannya. Semua itu merupakan latar
belakang permainan anggar.
Anggar merupakan salah satu dari
sedikit olahraga yang mengakui profesionalisme sebelum tahun 1980an. Bahkan
pada peraturan - peraturan awal Olimpiade yang ditulis oleh Baron Pierre
de Coubertin (presiden kedua dari International Olympic Committee),
dengan jelas menyatakan bahwa pemain anggar profesional yang disebut dengan Masters diperbolehkan
untuk ikut bertanding.
Anggar dipertandingkan pada ajang Olimpiade
untuk pertama kalinya pada tahun 1896. Merupakan salah satu dari sedikit cabang
olahraga yang menjadi program tetap dalam pelaksanaan Olimpiade.
Nomor-nomor dalam anggar
Anggar yang dipertandingkan pada
olimpiade memainkan tiga nomor, yang dinamakan berdasarkan senjatanya:
- Floret (foil):
Pedang yang berbentuk langsing, lentur dan ringan, ujungnya datar atau
bulat, tumpul dan berpegas. Bila ditusukkan dapat naik/turun, beratny 500
gram (5 ons). Pelindung tangan yang terdapat pada floret lebih kecil
dibandingkan dengan Degen dan Sabel. Ujungnya untuk menusuk dan bagian
bawah pedang untuk menangkis dan menekan.
- Sabel (sabre): Pedang yang berbentuk segitiga dan
sudutnya tidak tajam, seperti parang kecil, semakin keatas semakin pipih
dan ujungnya ditekuk hingga tidak meruncing, beratnya 500 gram. Pelindungan
penuh menutupi tangan sampai pangkal tangkai. Bagian atas pedang untuk
memarang dan bagian bawah untuk menangkis, serta ujungnya untuk menusuk.
- Degen (epée): Pedang berbentuk segitiga dan
berparit, pada pangkalnya tebal dan samping keujung kecil, agak kaku.
Ujungnya datar dan berpegas dengan pelindung tangan besar, beratnya
750-770 gram. Bagian bawah pedang untuk menangkis dan ujungnya untuk
menusuk.
Cara
Bermain
Tiga jenis senjata yang digunakan
cabang anggar dalam ajang Olimpiade: foil, epee dan sabre. Dimainkan di arena
seluas 14×1,5 meter. Dilengkapi dengan kabel dan kostum khusus, para pemain
dihubungkan dengan sistem penilaian elektronik yang akan bereaksi jika terkena
tusukan. Dalam setiap pertandingan digunakan sistem eleminasi langsung. Sebuah
tim akan terdiri dari 3 pemain dan masing - masing akan berduel dengan anggota
tim lawan.
Lapangan/Area
Arena anggar biasanya dalam ruangan
tertutup, panjangnya 12 meter dan lebarnya 2 meter. Ditutupi linolium (gabus)
dan dilengkapi peralatan elektronik untuk mengetahui terjadinya poin.
Pakaian
Pakaian dan peralatan anggar: (1)
jaket, (2) sarung tangan, (3) kabel badan, (4) Épée, (5) celana, (6) masker,
(7) plastron (pelindung ketiak).
Pakaian terdiri dari:
- Masker (Pelindung
Muka).
- Sarung Tangan.
- Baju Jaket terbuat dari bahan yang kuat dan berwarna
putih.
- Untuk pemain Epee atau Poil,
baju pemain terbuat dari metal.
Wasit
Setiap wasit yang memimpin
pertandingan, dapat menjatuhkan sanksi (hukuman) pada atlet, apabila melakukan
pelanggaran yang ditentukan. Pelanggaran pertama, wasit mengeluarkan kartu
kuning. Pelanggaran kedua, wasit mengeluarkan kartu merah. Pelanggaran ketiga,
wasit mengeluarkan kartu hitam, (pelanggaran berat, atlet diskor dari
pertandingan).
Kelas
dalam Anggar
Putra:
- épée perorangan
- épée tim
- foil perorangan
- sabre perorangan
- sabre tim
Putri:
- épée perorangan
- foil perorangan
- foil tim
- sabre perorangan
- sabre tim
Sejarah
Masuknya Anggar ke Indonesia
Pada zaman penjajahan Belanda di
Indonesia, para tentara Kerajaan Belanda membawa serta olahraga anggar masuk ke
Indonesia. Pada saat itu terdapat dua macam tujuan permainan anggar, yaitu
untuk berkelahi dan olahraga.
Kemampuan bermain anggar untuk
berkelahi diwajibkan bagi setiap tentara Hindia Belanda (KNIL) dengan
menggunakan kelewang (pedang) atau sangkur. Sedangkan, permainan anggar untuk
olahraga dipersilakan bagi para bintara, perwira, serta mahasiswa.
Tokoh-tokoh militer bangsa Indonesia
yang mempunya keahlian bermain anggar pada waktu itu antara lain adalah
Drh.Singgih, Soeparman, Maryono, Setu, Warsimin, Paimin Salekan, Atmo Soewirjo,
J. Sengkey, Suratman, Mantiri, C.H. Kuron, Mangangantung, dan Soekarno.
Untuk dapat meningkatkan kemampuan
bermain anggar maupun olahraga lainnya, KNIL mendirikan sekolah olahraga
militer. Sekolah olahraga militer tersebut didirikan guna untuk mendidik para
guru anggar, guru renang, dan guru olahraga lainnya. Lembaga pendidikan militer
tersebut didirikan di Bandung dan Magelang.
Pada masa penjajahan Jepang, tidak
ada informasi yang masuk tentang perkembangan olahraga anggar di Indonesia.
Dalam masa perang kemerdekaan, banyak guru anggar yang berasal dari mantan
instruktur militer Belanda yang menjadi instruktur di Akademi Militer
Yogyakarta. Mereka mengajarkan cara bermain anggar, baik untuk olahraga maupun
berkelahi dengan menggunakan sangkur.
Dalam Pekan Olahraga Nasional
pertama yang diselenggarakan pada tahun 1948 di Solo, olahraga anggar mulai diperkenalkan
serta dieksibisikan oleh para guru anggar mantan instruktur militer Belanda
tersebut.
Setelah penyerahan kedaulatan Negara
Republik Indonesia, para guru anggar yang tersebar di tanah air mulai
mengembangkan olahraga anggar dengan cara mendirikan perkumpulan-perkumpulan
anggar di beberapa daerah. Seperti di Sumatera Utara, Jakarta, Bandung, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan di Sulawesi Selatan.
Perkumpulan anggar di ibukota kita,
Jakarta, didirikan oleh Kasimin Atmosoewirjo, Soekarno, dan Drh. Singgih. Di
awal tahun 1950, Kasimin Atmosoewirjo mulai mengembangkan olahraga anggar di
Jakarta bersama dengan puteranya yang bernama Suratmin.
Perjuangan para guru anggar yang
telah merintis olahraga anggar di tanah air selanjutnya dikembangkan oleh para
penerus. Baik oleh murid, anak, maupun cucu, sehingga pada saat ini olahraga
anggar dapat terus berkembang di berbagai provinsi di Indonesia.
Setelah penyerahan kedaulatan
Indonesia oleh pihak Belanda, permainan anggar mulai diajarkan di sekolah
olahraga maupun perguruan tinggi olahraga. Di lingkungan akademi militer dan
polisi juga sempat diajarkan cara bermain anggar, namun pada akhirnya kurang
berkembang.
Dalam perkembangan selanjutnya,
olahraga anggar mulai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional kedua yang
diselenggarakan pada tahun 1951 di Jakarta. Setelah itu olahraga anggar selalu
dipertandingkan dalam setiap Pekan Olahraga Nasional hingga sekarang.
Perkembangan
Anggar di Indonesia
- Cabang anggar Indonesia, di SEA Games 2007 Thailand
hanya kebagian satu medali perunggu untuk nomor tim floret putri setelah
dalam semifinal kalah tipis dari Filipina 43-44 di Suranaree University of
Technology Nakhon Ratchasima.Sementara itu medali emas direbut tim
Singapura yang mengalahkan tim Filipina dengan 37-25 yang berhak atas
medali perak.Hingga berakhirnya pertandingan cabang anggar, Selasa
(11/12), Indonesia tidak mampu meraih medali emas, dan hanya mengoleksi
dua medali perak dari nomor floret perorangan putri atas nama Fabiola
Tirza Paulany Ratu dan tim degen putri.Selebihnya empat medali perunggu
dihasilkan dari degen perorangan putra atas nama Agustinus Pieter
Manuhutu, degen perorangan putri Isnawaty Sir Idar, dan dua dari tim
floret putra dan putri.
- Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB
IKASI) memanggil dua atlet nasional untuk mengikuti Kejuraan Dunia Anggar
Kadet dan Junior 2010 di Baku, Rusia, pada 1-14 April. Ia mengatakan atlet
Kaltim yang dipanggil ialah Ima Safitri, sedangkan dari DKI Jakarta ada
Aditya Baskara. Aditya Baskara yang akan bermain di senjata floret putra
kadet, sedangkan Ima Safi tri akan bermain di nomor senjata sabel kadet.
Bowling
Bowling adalah suatu jenis olahraga
atau permainan
yang dimainkan dengan menggelindingkan [bola] dengan menggunakan tangan. Bola
boling akan digelindingkan ke pin yang berjumlah sepuluh buah yang telah
disusun menjadi bentuk segitiga jika dilihat dari atas.
Jika semua pin dijatuhkan dalam
sekali gelinding (lemparan) maka itu disebut strike. Jika pin tidak dijatuhkan
sekaligus maka diberikan satu kesempatan lagi untuk menjatuhkan pin yang
tersisa. Bilamana pada lemparan kedua tidak ada lagi pin tersisa disebut
spare. Jika setelah dua kali masih ada pin yang tersisa maka disebut open
frame (missed) yang kesemuanya itu akan menentukan perhitungan angka
yang didapat dalam setiap gamenya. Pin akan kembali disusun seperti semula
untuk frame selanjutnya.
Cara perhitungan angka untuk
olahraga ini adalah:
- Setiap permainan mempunyai 10 frame
- Setiap frame mempunyai 2 kotak yang melambangkan
dua kali kesempatan lemparan
- Khusus pada frame ke 10 ada 3 kotak yang artinya
bisa mempunyai kesempatan 3 kali lemparan
- Skor tertinggi dalam setiap permainannya adalah 300
yang disebut perfect game
- Setiap frame strike akan mendapatkan tambahan
angka dari 2 lemparan selanjutnya, sedangkan untuk spare mendapat
tambahan angka dari 1 lemparan selanjutnya.
Di
Amerika permainan bowling memang sangat populer dari dulu hingga sekarang. Pada
awal-awal kemunculan permainan ini juga memiliki pasang surut. Ada masa-masa
dimana orang-orang mulai berjudi untuk permainan ini. Untuk beberapa waktu,
bowling sempat dinilai sebagai suatu permainan terlarang yang melanggar hukum.
Setelah perjalanan panjang baru sekitar tahun 1900-an bowling kembali diterima
dimasyarakat sebagai bagian dari rekreasi. Bahkan di tahun 1895 Amerika
membentuk sebuah organisasi resmi American Bowling Congress.
Diluar dari pada itu, sebenarnya yang pertama kali mempopulerkan olah raga bowling di Amerika adalah orang-orang Belanda yang datang kesana pada tahun 1600-an. Sebelum bernama bowling, permainan ini bernama "Dutch pins". Namun di negeri kincir angin bowling juga tidak begitu saja ada, mereka mengenalnya dari orang-orang Inggris pada awal tahun 1100-an. Didaratan Eropa tidak hanya dua negara ini saja yang mengenal bowling, Jerman juga memiliki permainan sejenis. Dengan menggunakan bola dan 9 buah tongkat kayu yang disebut "Keglers", hingga saat ini kebanyakan orang Jerman menyebut pin dengan keglers.
Yang cukup menarik dari sejarah bowling, para arkeolog menemukan sejenis bola, pin dan peralatan lain untuk bermain bowling dipemakaman anak-anak Mesir yang berumur 5200 sebelum Masehi. Berdasarkan fakta tersebut membuktikan bahwa orang-orang Mesir sudah mengenal bowling sejak berabad-abad lalu.
Cara untuk melemparkan bola di sepanjang lane tidak diatur secara khusus, selama bola dilempar dengan posisi pemain tidak melewati garis batas. Anda boleh melemparnya dengan memegang bola dengan kedua tangan dan mengayunkannya dari antara kedua kaki Anda, tapi cara itu cenderung minus dari segi tenaga lemparan dan gaya. Umumnya, bola dipegang menggunakan 1 tangan, di mana jari tengah, jari manis serta ibu jari dimasukkan ke dalam ketiga lubang yang ada di bola. Berdirilah tegak, posisikan bola di depan badan, kira-kira setinggi pinggang, dan gunakan tangan satunya yang bebas untuk menopang berat bola. Melangkah ke depan sambil mengayunkan tangan yang memegang bola ke belakang untuk mengumpulkan momentum, lalu ayunkan tangan ke depan sambil melepaskan bola ke lane menuju 10 pin yang menunggu di ujungnya, dan pastikan Anda tidak melewati garis batas.
Jika Anda perhatikan di televisi, kebanyakan pemain bowling tidak melemparkan bolanya secara lurus di lane, tapi menggunakan hook(lemparan melengkung). Tujuan dari lemparan ini adalah mengenai pin dengan sudut tertentu, yang akan mempertinggi kemungkinan terjadinya strike (jatuhnya kesepuluh pin dengan lemparan pertama).Anda pun bisa melatih gerakan pergelangan tangan dan jari Anda saat melepas bola untuk menciptakan lemparan bola melintir yang akan berubah arah saat meluncur di lane, alias hook.
Diluar dari pada itu, sebenarnya yang pertama kali mempopulerkan olah raga bowling di Amerika adalah orang-orang Belanda yang datang kesana pada tahun 1600-an. Sebelum bernama bowling, permainan ini bernama "Dutch pins". Namun di negeri kincir angin bowling juga tidak begitu saja ada, mereka mengenalnya dari orang-orang Inggris pada awal tahun 1100-an. Didaratan Eropa tidak hanya dua negara ini saja yang mengenal bowling, Jerman juga memiliki permainan sejenis. Dengan menggunakan bola dan 9 buah tongkat kayu yang disebut "Keglers", hingga saat ini kebanyakan orang Jerman menyebut pin dengan keglers.
Yang cukup menarik dari sejarah bowling, para arkeolog menemukan sejenis bola, pin dan peralatan lain untuk bermain bowling dipemakaman anak-anak Mesir yang berumur 5200 sebelum Masehi. Berdasarkan fakta tersebut membuktikan bahwa orang-orang Mesir sudah mengenal bowling sejak berabad-abad lalu.
Cara untuk melemparkan bola di sepanjang lane tidak diatur secara khusus, selama bola dilempar dengan posisi pemain tidak melewati garis batas. Anda boleh melemparnya dengan memegang bola dengan kedua tangan dan mengayunkannya dari antara kedua kaki Anda, tapi cara itu cenderung minus dari segi tenaga lemparan dan gaya. Umumnya, bola dipegang menggunakan 1 tangan, di mana jari tengah, jari manis serta ibu jari dimasukkan ke dalam ketiga lubang yang ada di bola. Berdirilah tegak, posisikan bola di depan badan, kira-kira setinggi pinggang, dan gunakan tangan satunya yang bebas untuk menopang berat bola. Melangkah ke depan sambil mengayunkan tangan yang memegang bola ke belakang untuk mengumpulkan momentum, lalu ayunkan tangan ke depan sambil melepaskan bola ke lane menuju 10 pin yang menunggu di ujungnya, dan pastikan Anda tidak melewati garis batas.
Jika Anda perhatikan di televisi, kebanyakan pemain bowling tidak melemparkan bolanya secara lurus di lane, tapi menggunakan hook(lemparan melengkung). Tujuan dari lemparan ini adalah mengenai pin dengan sudut tertentu, yang akan mempertinggi kemungkinan terjadinya strike (jatuhnya kesepuluh pin dengan lemparan pertama).Anda pun bisa melatih gerakan pergelangan tangan dan jari Anda saat melepas bola untuk menciptakan lemparan bola melintir yang akan berubah arah saat meluncur di lane, alias hook.
Polo Air
Polo air adalah olahraga air beregu, yang dapat dianggap sebagai
kombinasi renang, gulat, sepak
bola dan bola
basket. Satu tim bertanding terdiri dari dari enam pemain dan satu kiper. Tujuan
permainan menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu
poin.
Olah raga Polo air merupakan cabang olahraga yang sudah cukup lama dipertandingkan di Indonesia, bahkan
cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional Pertama (PON-I) diselenggarakan, hingga
pertandingan multi-event regional, nasional maupun internasional (Sea
Games, Asian
Games, Olympic Games & World Championships) sampai saat ini.
Setiap regu polo air terdiri
dari 13 atlet yang terdiri dari 2 penjaga gawang dan 11 pemain. Setiap regu
yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang
seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih
atau biru dan penjaga gawang nomor 1 dan 13 dibedakan dengan topi warna merah.
(Jika regu yang bertanding memiliki topi dengan warna tersendiri harus membawa
2 set (1 set diberikan kepada sekretariat pertandingan, diperlukan jika salah
satu pemain dari regu tersebut kehilangan topinya pada saat bertanding). Setiap
regu polo air menurunkan 6 pemain dengan 1 penjaga gawang, total 7 orang pemain
di setiap pertandingan dan 6 orang cadangan yang harus duduk dibangku cadangan
di dalam lapangan pertandingan, dengan 1 orang manager, 1 orang kepala pelatih
dan 1 orang asisten pelatih. Hanya kepala pelatih yang dapat berdiri dan
berjalan sampai batas 5 meter dari bangku cadangan untuk memberikan instruksi
kepada regunya pada saat posisi regu tesebut melakukan penyerangan. Jika regu
tersebut dalam posisi bertahan kepala pelatih hanya boleh memberikan instruksi
dalam posisi duduk.
Setiap pertandingan resmi
memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua)
orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge). Lama
pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1
& 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2
ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir dari babak 4 seri, akan dilanjutkan
2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi
seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan 5 (lima) bola tembakan penalti untuk
setiap regu. Tembakan Pinalti diwakilkan oleh 5 orang pemain dari setiap regu,
yang telah ditentukan secara berurutan dan tercatat disekretariat pertandingan
serta diatur untuk berdiri di kedua sisi pinggir kolam renang untuk membedakan
setiap regunya. Titik tembakan pinalti diambil 5 meter dari posisi gawang yang
dilakukan secara bergantian dengan aba aba dari wasit yang memimpin tembakan
pinalti.
Di Indonesia, polo air sudah
dikenal semenjak tahun 1908 dan berkembang di era tahun 1950 s/d 1960-an, di
era ini perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengan baik
sehingga cukup diperhitungkan di tingkat Asia bahkan di dunia. Tim polo air
Indonesia banyak mengikuti event internasional seperti GANEFO, Kejuaraan Asia
& tidak pernah absen mengikuti Asian Games tahun 1954. 1958, 1962. 1966 dan
terakhir Asian Games pada tahun 1970. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia
dapat dinilai sangat baik. Memasuki tahun 1980 sampai dengan 1999 olahraga ini
tidak berkembang dengan baik, Indonesia hanya mengirimkan tim polo air sebatas
keikut sertaan di Sea Games. (Tabel Hasil Sea Games & Kejuaraan Asia, Asian
Games dapat dilihat dibawah ini)
Baru memasuki era tahun 2000,
terdapat 9 provinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air,
seperti provinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat,
Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah & DKI Jakarta. Cabang
olahraga inipun mengalami banyak perubahan di dalam peraturan & berkembang
sangat pesat di dunia. Indonesia yang tadinya cukup diperhitungkan di negara
Asia hanya ikut berpartisipasi di Sea Games.
Pada Tahun 2005, PB.PRSI
[(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk
memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga
Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006, Terbentuknya team Polo Air
Putri di Jakarta, diikuti dengan Sumatera barat, jawa barat dan jawa Timur yang
kemudian terselenggaranya Kejuaraan Nasional Polo Air Putri, Kejuaraan
internasional Betawi Cup 2005 serta Liga Polo Air II tahun 2007, Liga Polo Air
III 2008 dan Liga Polo Air 2009.
Dengan dimulainya pertandingan
Liga Polo Air Indonesia dinilai sangat berhasil karena membawa angin segar
untuk cabang olahraga ini, apalagi dengan diperbolehkan pemain asing untuk
turut serta bermain mewakili daerah provinsi masing masing, contohnya Peng-da
PRSI DKI Jakarta pernah mengontrak 3 pemain asal negara China, diikuti Peng-da
Sumatera Selatan menggunakan pemain dari Kazakhstan.
Dengan tetap diadakan Liga polo
air Indonesia secara konsisten, iklim kompetisi menjadi lebih semarak,
melibatkan banyak sponsor dan pemain asing. Ini memberikan dampak yang sangat
positif dan memberikan suasana pertandingan yang lebih baik dan kompetitif
serta dapat dijadikan pemilihan atlet terbaik untuk pembentukan tim nasional
polo air Indonesia dengan diadakannya program promosi dan degradasi atlet
terbaik untuk tim nasional. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang semua pihak
baik pemerintah, induk organisasi, pemerhati olahraga aquatics Indonesia,
komunitas olahraga Polo Air (Jakarta Waterpolo Community) dapat bahu membahu
untuk memajukan perkembangan olahraga polo air di Indonesia.
Tempat Pelatihan Polo Air Dapat
ditemui di beberapa kota di Indonesia seperti : - Kota Jakarta, Klub JWC
Jakarta Water Club (Kolam renang Senayan,Gelora Bung Karno Senin-Sabtu jam
18.00-21.00) - Kota Padang, Sumatera Barat - Kota Bandung, Jawa Barat - Kota
Palembang & Musi Banyuasin - Sekayu, Sumatera Selatan - Kota Jambi - Kota
Surabaya, Jawa Timur - Kota Makasar, Sulawesi Selatan - Kota Medan, Sumatera
Utara (K.R. Selayang). - C.L.-
Jalan Cepat
Jalan cepat
adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.
Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang
meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki
tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi
tegak lurus.
Teknik Start
Berikut akan di jabarkan sedikit tentang teknik start:
1. Berdiri beberapa meter dibelakang garis start
2. Setelah mendengar aba-aba “bersedia” dari petugas
starter, maka segera maju dengan menempatkan salah-satu kaki di belakang garis
start dengan lutut sedikit ditekuk, sedangkan kaki yang lain berada lurus di
belakang dan santai (tidak kaku)
3. Badan agak condong ke depan, berat badan bertumpu pada
kaki yang di depan. Kedua lengan tergantung lemas atau dengan sikut agak
dibongkokkan, berada dekat badan, serta pandangan lurus kearah depan.
4. pada saat mendengar aba-aba “ya” atau bunyi pistol dari
starter, segera langkahkan kaki yang dibelakang kedepan bersamaan dengan lengan
diayun kebelakang dan lengan yang lain diayun kedepan. Selanjutnya jalan lurus
secepat-cepatnya sampai melewati garis finis.
Teknik Jalan Cepat
Pada saat berjalan salah satu kakinya harus selalu kontak
dengan tanah. Jika melanggar, maka petugas akan memperingatkan. Jika kesalahan
tersebut dilakukan lagi maka pejalan akan didiskualifikasi dan dikeluarkan dari
lomba.
Yang harus diperhatikan dalam jalan cepat adalah sebagai
berikut:
1. Pada saat melangkahkan kaki, kaki tumpu harus selalu
kontak dengan tanah dan lutut harus dalam keadaan lurus, sebelum kaki yang
dilangkahkan mendarat ditanah.
2. Bersamaan dengan mengangkat paha (misalnya tungkai kiri)
kedepan, tungkai bawah kaki kiri dan tangan kanan diayunkan kedepan, dengan
diikuti badan condong kedepan.
3. Pada saat kaki kiri mendarat (kontak dengan tanah),
segera paha tungkai kanan diangkat kedepan, bersamaan dengan tungkai bawah kaki
kanan dan tangan kiri diayunkan kedepan, diikuti dengan badan condong kedepan,
pandangan tetap lurus kedepan.
4. Kaki mendarat mulai dari tumit kemudian berangsur-angsur
menuju keujung kaki, lutut dalam keadaan lurus.
5. Gerakan lengan dan bahu jangan terlalu tinggi
mengangkatkannya.
6. Selama berjalan usahakan agar pinggul tetap rendah dan
berada di bawah, keadaan ini harus diusahaakan tetap terpelihara, hindari gerakan
kesamping yang berlebihan.
Melewati Garis Finish
Tidak ada teknik untuk melewati garis finish, karena
biasanya pejalan cepat jalan terus ketika melewati garis finish.
Praturan Jalan Cepat
Adapun pokok-pokok peraturan jalan cepat adalah sebagai berikut:
1. Pada waktu melangkah salah satu kaki harus selalu tetap
kontak dengan tanah.
2. Diskualifikasi (larangan untuk berlomba/melanjutkan
perlombaan), disebabkan oleh:
- Gagal atau tidak memenuhi definisi jalan cepat pada waktu
perlombaan.
- Melakukan pelanggaran pada saat perlombaan berlangsung
- Pada lomba jalan cepat yang dilaksanakan di track
(lintasan) peserta yang terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan.
Jika perlombaan jalan cepat dilaksanakan di jalan raya peserta yang kena
diskualifikasi harus mencopot no dadanya dan segera keluar meninggalkan
perlombaan.
Surfing
Olahraga
selancar air atau surfing adalah olahraga yang tumbuh dan mulai berkembang di
Amerika, sekitar tahun 1960-an tepatnyan di Hawaii. Karena daerah tersebut memiliki
ombak yang pecah serta bertahap yang sangat cocok digunakan untuk olahraga
selancar air (surfing) ini. Penyebaran olahraga selancar air ini dimulai dan
dapat dirasakan di penjuru dunia sekitar tahun 1964 tanpa kecuali di Asia.
Karena pesatnya penyebaran dan perkembangan olahraga ini, maka para peminat
atau pelaku olahraga ini, atau yang lebih dikenal dengan sebutan surfer membuat
sebuah asosiasi yang berskala internasional dengan nama ISA (International
Surfing Association) yang berpusat di California, yang sampai saat ini
sudah memiliki anggota lebih dari 70 negara.
Manfaat surfing itu sendiri
adalah...
ada yang tau manfaat
surfing?? nah, kali ini saya akan memberitahu beberapa manfaat surfing.
surfing sebagai salah satu jenis olahraga ekstrim bisa dijadikan
latihan kardiovaskular. Hampir semua bagian otot tubuh bekerja ketika
Anda surfing, mulai dari otot tubuh bagian atas sampai otot-otot
kaki. Berikut ini manfaat olahraga surfing yang bisa Anda
dapatkan.
- Surfing memungkinkan
otot tubuh untuk terus bergerak sehingga baik untuk membentuk tubuh lebih
sempurna.
- Obat awet muda. Olahraga mampu memperlancar peredaran
darah yang salah satu keuntungannya membuat kulit terlihat cerah serta
awet muda.
- Laut juga merupakan sumber revitalisasi energi sehingga
ketika Anda berselancar, akan menghirup energi ini terus menerus. Surfing yang
dilakukan secara teratur mampu menjadikan Anda tetap prima sampai usia
lanjut.
- Surfing mampu
mengurangi stres karena latihan fisik yang menyenangkan membantu Anda
mengimbangi efek negatif stres.
- Sikap lebih santai menghadapi kehidupan pun menjadi
efek positif dari surfing.
- "Mengarungi" ombak satu pantai ke pantai
lain, memungkinkan Anda bertemu teman-teman baru.Surfing tidak
hanya baik menjaga kesehatan tetapi juga membuat Anda bersosialisasi.
Surfing menjadi olahraga ekstrem dan berat sehingga Anda membutuhkan
nutrisi lebih. Diet dengan kadar protein tinggi serta rendah lemak baik bagi
Anda penggemar selancar. Pastikan untuk tidak meninggalkan sarapan ketika
Anda surfing di pagi hari dan jangan lupa mengonsumsi makanan
protein tinggi setelahsurfing karena bisa membantu otot memperbaiki
diri.
Bagaimana cara berselancar???
Sebagian
besar waktu Anda saat surfing lebih banyak di habiskan buat berenang. Dengan
ketrampilan paddle yang baik, bisa meminimalkan tenaga yang terbuang.
Dalam
Surfing, tidak ada yang mengalahkan sebuah landasan yang baik (keterampilan
dasar), karena hal ini akan membuat proses belajar lebih mudah dan jauh lebih
menyenangkan. Untuk anda yang ingin belajar surfing, ada 2 teknik yang harus
Anda kuasai dengan baik yaitu teknik paddling danteknik
popping up.
Teknik
Paddling
Anda akan menghabiskan sebagian besar
waktu Anda selama surfing dengan paddling (mengayuh). Memiliki teknik yang
tepat akan membuat Anda meminimalisir kelelahan saat berolahraga surfing.
Anda
harus berbaring di papan dengan hidung hanya beberapa inci di atas air.
Jika
Anda terlalu jauh ke depan dan hidung berada di bawah air, Anda tidak akan
bergerak kemana pun dan mungkin akan berakhir jatuh!. Kebanyakan pemula membuat
kesalahan seperti ini.
Langkah
berikutnya adalah melengkungkan punggung sedikit sehingga berat badan Anda
terfokus di bagian bawah tulang rusuk Anda. Kaki Anda harus bersama-sama dan
diangkat keluar dari air sehingga mereka tidak seret. Posisi ini "sulit"
untuk orang yang sangat baru karena melibatkan fungsi otot-otot tertentu. Tidak
heran jika mereka akan cepat lelah, tapi seiring waktu tubuh mereka dengan
sendirinya akan segera membangun otot yang diperlukan.
Jangkauan
lengan Anda sepenuhnya keluar menuju hidung papan, cangkir tangan Anda dengan
jari-jari Anda menyebar terpisah hanya sedikit, dan membawa lengan Anda turun
melalui air membuat kecil "S" bentuk yang berjalan sedikit di bawah
forum Anda. Ini adalah cara yang paling efisien untuk paddling dan dilakukan
oleh Kelly Slater sendiri. Belajar dari yang terbaik!
Teknik
Popping Up
Popup
berselancar pada dasarnya adalah sebuah push-up yang sangat cepat. Ini adalah
bagaimana Anda menggerakkan kaki Anda untuk berdiri dengan cepat di atas papan
selancar!
Untuk
membuat popup mudah, praktek beberapa popup di tanah kering setiap hari. Ini
akan membangun kekuatan lengan Anda dan memberi Anda beberapa memori otot.
Ketika tiba saatnya untuk melakukannya pada papan selancar Anda akan memiliki waktu
yang jauh lebih mudah.
Popup
setiap orang surfing adalah sedikit berbeda, tetapi untuk semua maksud dan
tujuan teknik popup pada dasarnya sama untuk semua orang.
Di
pantai, Anda dapat meletakkan papan selancar Anda di atas pasir dan praktek
popup Anda sebelum Anda pergi berselancar.
Langkah
mudah untuk popup:
*
Letakkan tangan Anda di papan datar di bagian bawah tulang rusuk Anda.
*
Push dada dari papan dengan panggul dan paha atas masih dalam kontak dengan
papan. (Jangan melakukan push-up seluruh tubuh dengan berat badan Anda berfokus
pada tangan dan jari kaki)
*
Tanpa mengandalkan lutut Anda, membawa Anda ke depan kaki depan di bawah tubuh
Anda kira-kira di mana tangan Anda.
*
Kaki belakang Anda secara alami akan mengikuti
Ingat:Ketika
Anda baru mulai belajar surfing, praktek popup di lantai. Lakukan
sekurang-kurangnya 20 atau lebih sehari sampai Anda dapat melakukannya tanpa
berpikir.
Cr:
http://thequeentri.blogspot.com/2012/11/olahraga-surfing-kalian-pasti-udah-tau.html