Unknown
On Jumat, 05 Juni 2015
Olahraga Gulat
Gulat
adalah kontak fisik antara dua orang, di mana salah seorang pegulat harus
menjatuhkan atau dapat mengontrol musuh mereka. Teknik fisik yang ditunjukkan
dalam gulat adalah joint lock, Clinch fighting, Grappling hold, dan Leverage.
Teknik ini dapat menyebabkan luka yang serius. Banyak gaya gulat yang diketahui
dunia dan mempunyai sejarah yang panjang, dan olahraga gulat sudah menjadi
olahraga olimpik lebih dari 100 tahun.
Jika Olimpiade adalah sejarah umat manusia,
maka gulat adalah pembukaannya. Ketika Olimpiade kuno dimulai, gulat sudah
menjadi olah raga yang lebih tua lagi. Disebut sebagai olah raga kompetisi
tertua di dunia, gulat muncul disejumlah lukisan Mesir yang berusia lebih dari
5000 tahun yang lalu. Ketika Olimpiade kuno dimulai pada tahun 776 SM (Sebelum
Masehi), lebih dari dua milenium setelahnya, Olimpiade menyertakan gulat, dan
tahun-tahun berikutnya gulat menjadi pertandingan utama.
Olah raga ini kembali dengan peran yang serupa
ketika Olimpiade dihidupkan kembali setelah absen selama 1500 tahun di 1896.
Para panitia pelaksana, mencari hubungan langsung ke masa lampau, menemukan
kealamian dalam gulat yang begitu populer di dunia kuno, dari Yunani, Assiria
dan Babilonia hingga India, China, dan Jepang. Mereka menghidupkan kembali
gulat Greco-Roman, gaya yang mereka percayai sebagai turunan langsung dari
pegulat Yunani dan Romawi di masa lampau.
PERATURAN PERTANDINGAN : Sesuai dengan umur, olahraga gulat
dibagi dalam kelompok sebagai berikut :
Gulat Mini : 6 – 12 tahun
Gulat anak-anak : 13 – 16 tahun
Gulat Yunior : 17 – 20 tahun
Gulat Senior : di atas 20 tahun
Pertandingan olahraga gulat dilakukan di atas matras berukuran 12 x 12 meter sesuai dengan peraturan gulat Internasional dari Fila yang sudah disyahkan oleh PB. PGSI.
Gulat Mini : 6 – 12 tahun
Gulat anak-anak : 13 – 16 tahun
Gulat Yunior : 17 – 20 tahun
Gulat Senior : di atas 20 tahun
Pertandingan olahraga gulat dilakukan di atas matras berukuran 12 x 12 meter sesuai dengan peraturan gulat Internasional dari Fila yang sudah disyahkan oleh PB. PGSI.
OLAHRAGA BILYARD
Biliar adalah
sebuah cabang
olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi,
sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta
harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih
tinggi dan stabil.
Cabang olahraga
ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan
tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis
Carom, English
Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.
Sebagai contoh,
jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali. Ini
berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di meja yang
memiliki lubang sebanyak 6 buah. Meski sama-sama memilki 6 buah lubang, ukuran
atau luas meja antara English Billiar dan Pool pun berbeda, lebih luas meja
jenis English Billiard.
Sampai saat ini, tahun 2008, yang sangat berkembang di Indonesia
adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan
bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu
dimainkan oleh para lelaki saja. Namun saat ini banyak wanita yang mulai menggemari olahraga
biliar. Adalah Bapak Putera Astaman, mantan Ketua Umum PB. POBSI, yang
berhasil menaikan Citra Olahraga Biliar, di Indonesia dari Sekedar Olahraga
Rekreasi menjadi Olahraga Prestasi.
Biliar, jenis Pool telah berkembang menjadi salah satu cabang
olahraga yang mampu ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Contohnya, pada World Pool Championship (kejuaraan dunia biliar jenis pool
untuk nomor bola 9) tahun 2006 kemarin, pemain seperti Ricky Yang, M. Zulfikri
berhasil masuk ke jajaran 32 besar pemain dunia. Roy Apancho berhasil masuk ke
jajaran pemain 64 besar dunia. Apsi Chaniago berhasil masuk ke jajaran pemain
128 besar dunia.
Pada pesta olahraga antar bangsa SEA Games XXIV, 2007 yang lalu,
terjadi kejutan peningkatanprestasi secara
luar biasa pula pada cabang olahraga
Biliar jenis Pool, dengan mampunya diraih Medali Emas nomor bola 8,
Wanita Perorangan sekaligus Medali Perak nomor bola 9, Wanita Perorangan oleh
seorang Atlet Muda Usia yakni Angeline Magdalena Ticoalu serta Medali Emas
nomor bola 9, Pria Perorangan oleh Ricky Yang. 'G
OLAHRAGA LARI JARAK JAUH
Cabang olahraga lari memang
bermacam-macam jenisnya. salah satu jenisnya adalah lari
jarak jauh, lari jarak jauh atau long distance yang banyak
dipertandingkan yaitu jarak 5000 meter, 10000 meter, dan marathon (42.195 km).
Untuk dapat mempertahankan nafas, sang pelari perlu belajar bernapas dengan
benar karena bernafas dengan benar merupakan aspek yang sangat penting ketika
seseorang berlari agar ia tidak merasa sesak napas. Untuk itu ketahui trik
bernapas yang benar ketika sedang berlari. Kebanyakan orang berpikir olahraga
lari hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan, itu salah. Karena sistem
pernapasan memainkan peran penting dalam efektivitas pelari. Jika sang pelari
mampu mengatur nafas maka ia akan bertahan lebih lama dalam berlari
Ketika berlari maka secara alami seseorang
akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat
melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk
menyerap oksigen dari udara. Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari
akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke
otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.
Berikut langkah-langkah berikut untuk
membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari yaitu:
1. Bernapas dari mulut
Menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika anda bernafas dengan mempergunakan hidung, otot wajah anda akan terlihat mengencang dan tegang.
Menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika anda bernafas dengan mempergunakan hidung, otot wajah anda akan terlihat mengencang dan tegang.
Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong
otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai.
Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.
2. Gunakan pernapasan perut lebih sering
Bernapaslah dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas.
Bernapaslah dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas.
Jika seseorang bernapas dengan benar maka
seharusnya perut naik dna turun setiap kali napas, sementara dada kurang
bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.
3. Mengambil napas pendek dan dangkal
Menarik napas terlalu panjang dan dalam bisa
membuat seseorang tidak mampu berlari jauh atau lama, untuk itu
bernapaslah pendek secara dangkal sehingga lebih mudah mengatur napas.
4. Napas yang dilakukan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya.
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya.
5. Dengarkan napas Anda
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Bernafas sangat penting untuk sang pelari jarak jauh,
yang dibutuhkan saat lari jarak jauh adalah bertahan tetap berlari dan
kecepatan bukan hal yang Utama.
OLAHRAGA TEMBAK
Menembak juga bukan untuk gaya-gaya an tetapi justru melatih
konsentrasi dan fokus. Kenapa bukan Yoga? Memang banyak orang yang memilih
yoga untuk melatih fokus pikiran, tapi beberapa orang “kurang bisa diam alias
pethakilan” pikiran berkelana kemana-mana, jadi menembaklah yang cocok untuk
orang-orang tersebut karena objek atau sasarannya ada di depan mata, bisa
berupa pelat baja, atau papan, kalau tembak reaksi biasanya dengan berburu atau
disimulasikan seperti aslinya, tapi, tembak reaksi berlaku untuk yang sudah
mahir.
Menembak ada beberapa macam, yaitu dengan senapan atau tembak
pistol. Kalau senapan biasanya yang digunakan adalah senapan SS2V1 atau Senapan
serbu versi 2 bikinan Pindad yang sudah diakui kehebatannya dengan peluru
kaliber 5,56 x 45 mm. Biasanya oleh instruktur diberi 13 peluru, 3 untuk
koreksi dan 10 lagi untuk penilaian. Sedangkan kalau tembak pistol, biasanya
digunakan pistol buatan pindad P1 atau P2 kaliber 9 Mm , hanya saja kalau P1
laras nya lebih panjang, juga dengan 3 tembakan percobaan, 10 untuk penilaian.
Yang tertarik silahkan mencoba, awalnya memang aneh, serem, dan bunyinya itu
loh jadi mesti pake earphone, dan ingat jangan pernah memoncongkan senjata ke
arah yang bukan objek karena itu sangat berbahaya.
Di Tempat latihan menembak orang awam biasanya akan didampingi
instruktur. Untuk menembak hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan
fisik dan otot-otot untuk sikap atau posisi yang baik, kemampuan teknik membidik,
pengendalian trigger, pengaturan nafas dan pegangan grip secara sempurna serta
kesiapan mental menghadapi objek.
Posisi merupakan faktor yang sangat diperlukan untuk tepat
sasaran. Dalam mengambil posisi atau sikap menembak, faktor ini harus benar-benar
dapat menunjang atau mengarahkan keseluruhan dari proses menembak secara
sempurna, dan ini bergantung pada anatomis masing-masing penembak. Sikap atau
posisi yang perlu diperhatikan ada 2 jenis yaitu sikap atau posisi yang
terlihat semisal posisi kaki, badan, kepala dan kesejajaran dengan garis
pandang, serta sikap yang timbul dari dalam atau inner stand. Inner stand ini
misalnya seberapa besar kita mengerahkan tenaga otot untuk memegang senjata.
Tugas seorang petembak pada dasarnya adalah membuat gambar bidik
yang sempurna untuk menghantarkan sebuah proyektil/mimis dengan sempurna
menuju sasaran melalui laras dengan bantuan mekanik senjata.
Untuk dapat menghasilkan tembakan yang akurat, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan :
1. Kondisi senjata yang digunakan (diminyaki dan bersih, telah di zero)
2. Amunisi/peluru yang dipakai (kaliber sesuai, bentuk sempurna)
3. Kondisi lingkungan, dan (tidak lembab dan tidak berangin)
4. Kondisi petembak (segar dan fit)
Hal dasar yang harus dijadikan pedoman adalah proses terjadinya
tembakan. Dimana untuk mendapatkan hasil tembakan yang sempurna diperlukan
pengaturan NABITEPI (NApas – BIdik – TEkan PIcu).
Pada proses ini, seorang petembak diminta untuk dapat berkonsentrasi
dan fokus penuh terhadap sasaran.
PERNAFASAN. Hal pertama yang perlu diatur adalah pernafasan. Dimana
untuk mendapatkan hasil tembakan yang baik, nafas tidak ditahan, melainkan
ditarik dan dihembuskan secara perlahan dan dinamis.
BIDIKAN. Bidikan yang baik tidak terlepas dari sikap tembak yang baik.
Sikap tembak yang baik adalah sikap tembak yang tidak dipaksakan/alami, dimana
untuk posisi badan, lebar kaki, angkatan tangan pada senjata dan mata sesuai
dan terarah alami menuju sasaran.
TEKAN PICU. Yang terakhir dan sering merusak tembakan adalah perlakuan
seorang petembak pada picu/trigger senjata. Sering kali seorang petembak
kehilangan peluang mendapatkan tembakan yang sempurna karena perlakuan yang
kasar terhadap picu (tarikan picu dihentak) yang disebut jerking. Setenang
apapun nafas kita, sebagus apapun gambar bidik kita, jika eksekusi terakhir
terhadap picu dihentak maka hilang sudah tembakan yang sempurna.
Untuk dapat menjadi seorang petembak yang baik tidak cukup hanya
didukung oleh fisik yang kuat dan senjata yang mahal. Dibutuhkan pula olah rasa
dalam pengendalian emosi untuk meningkatkan konsentrasi dan teknik tembakan
OLAHRAGA SENAM IRAMA
A.Pengertian Senam Irama
Senam irama merupakan gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Rangkaian senam irama dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, dan putaran tangan.
B.Gerakan Dasar Senam Irama
1. Gerakan Langkah Kaki
Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.
a. Langkah biasa (looppas)
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan. Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara
bergantian. Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
1) Kaki mengeper pada sendi lutut.
2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.
Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:
1) Tidak ada saat berhenti;
2) Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
d. Langkah depan (galoppas)
Sikap tegak anjur kiri. Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri di muka kaki kanan. Kraissprong dapat pula dilakukan ke belakang. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.
2. Gerakan Ayunan Tangan
a. Ayunan satu lengan depan belakang.
b. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
c. Variasi ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
d. Ayunan dua lengan depan belakang.
e. Ayunan dua lengan silang depan di muka badan.
Senam irama merupakan gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Rangkaian senam irama dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, dan putaran tangan.
B.Gerakan Dasar Senam Irama
1. Gerakan Langkah Kaki
Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.
a. Langkah biasa (looppas)
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan. Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara
bergantian. Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
1) Kaki mengeper pada sendi lutut.
2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.
Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:
1) Tidak ada saat berhenti;
2) Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
d. Langkah depan (galoppas)
Sikap tegak anjur kiri. Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri di muka kaki kanan. Kraissprong dapat pula dilakukan ke belakang. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.
2. Gerakan Ayunan Tangan
a. Ayunan satu lengan depan belakang.
b. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
c. Variasi ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
d. Ayunan dua lengan depan belakang.
e. Ayunan dua lengan silang depan di muka badan.