Unknown
On Selasa, 09 Juni 2015
Lompat tinggi gaya guling perut
Lompat tinggi gaya guling perut adalah salah satu gaya dalam
lompat tinggi uang mempunyai keistimewaan tersendiri yaitu ketika badan
melewati mistar dengan cepat dibalikkan hingga sikap badan di atas mistar iitu
telungkup.
Cara melakukan Lompat tinggi gaya guling perut adalah :
1. Awalan. Pelompat mengambil awalan dari samping dari
3,5,7,9 langkah tergantung pada ketinggiannya yang penting di dalam mengambil
awalan itu langkahnya ganjil. Awalan harus dilakukan dengan cepat dan menikung
agak melingkar dengan langkah untuk awalan tersebut kira-kira 7-9 langkah.
2. Tolakan. Pada saat tolakan, kaki harus kuat dengan
bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila
tolakan memakai kaki kanan maka awalan harus dilakukan ari sebelah kiri mistar.
3. Sikap badan di atas mistar. Sikap badan hendaknya
telungkup dengan kaki kiri diluruskan ke belakang. Dagu agak ditarik ke dekat
dada dan perut serta dada berada di atas mistar.
4. Pada waktu jatuh/mendarat. Yang pertama menyentuh karet
busa adalah kaki kanan dengan tangan kanan bila tumpuan memakai punggung tangan
dan berakhir pada babu.
Lompat
Jauh (Long Jump)
Lompat jauh adalah gerakan
melompat ke depan dengan bertolak pada satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan
yang dapat dijangkau.2.Teknik Lompat Jauh
Teknik dasar lompat jauh dipelajari melalui gerakan awalan, tumpuan, saat melayang di udara, dan mendarat. Fungsinya untuk mencapai lompatan sejauh mungkin dengan benar dan selamat.
a. Teknik awalan
Teknik awalan lompat jauh adalah.
1. Berdiri, kaki terbuka, salah satu kaki ke depan.
2. Ancang-ancang 30–40 m, mulai pergerakan lari lambat, lari dipercepat, hingga di papan tumpuan.
b. Teknik tumpuan
Teknik tumpuan dalam lompat jauh adalah.
1. Tolakan dilakukan dengan kaki yang kuat, aktif, dan cepat di papan tumpuan.
2. Pinggang bergerak lurus ke depan.
3. Kedua tangan ayun ke depan.
4. Kedua kaki lurus ke depan.
c. Teknik saat melayang di udara
Teknik saat melayang di udara, yaitu.
1. Kedua kaki diluruskan dan cepat dibengkokkan.
2. Badan melayang condong ke depan.
3. Kedua tangan membantu ayunan tubuh.
d. Mendarat
Saat mendarat hindari gerakan tubuh berat ke belakang, karena akan mengurangi daya dorong ke depan. Teknik mendarat adalah:
1. Kedua kaki lurus sebelum mendarat lalu dibengkokkan.
2. Badan condong ke depan.
3. Kedua lengan diayun ke belakang.
4. Punggung didorong maksimal ke depan.
3.Hal-hal yang harus dihindari dalam lompat jauh
a. Jangan mengubah kecepatan lari.
b. Latihan berulang-ulang pada saat kaki tumpuan.
c. Badan miring jauh ke depan.
d. Melayang tak seimbang.
e. Hindari mendarat dengan satu kaki.
BILLIARD
Cara bermain billiard:
posisi pijakan kaki dalam bermain billiard: kaki kiri di
depan kaki kanan dengan sedikit menekuk,sedangkan posisi telapak kaki kanan
menghadap kanan dan lurus di belakang.
posisi badan bermain billiard :posisi badan miring dan
kepala menunduk sampai dagu anda hampir menyentuh stik
ayunan:ayunan diharuskan hanya menggerakkan tangan,tidak
menggunakan lengan,dan harus lemas/santai dalam mengayun.
usahakan setiap kali anda memukul bola,tangan kanan (yaitu
tangan yang memegang stik) tidak menggenggam, tetapi hanya didorong saja dan
tidak menggenggam.karena hal tersebut membuat bidikan anda tidak akurat.
jika anda menemui bola yang menempel di ban,tariklah ayunan
cukup panjang dan tangan anda lemas.
usahakan setiap kali memukul bola hanya didorong saja,bukan
digenggam,kecuali jika anda mau menghentikan bola atau mengontrol bola agar
bergerak perlahan.
usahakan juga setiap bermain, jangan ada perasaan tidak
percaya diri, karena setiap pikiran negatif akan mempengaruhi permainan anda.
billiard adalah olahraga yang
menggunakan pikiran dan emosi, bukan olahraga yang menggunakan otot.
Tenis Lapangan
Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket
yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling
disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket
sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad
ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai
permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di
Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya
hanyalah tangan.
Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.
Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris “Sporting Magazine” menamakan permainan ini sebagai ‘tenis lapangan’ (lawn tennis). Dalam buku “Book of Games And Sports”, yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai “tenis panjang”. Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.
Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia.
Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877.
Peraturan Lapangan
Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.
Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris “Sporting Magazine” menamakan permainan ini sebagai ‘tenis lapangan’ (lawn tennis). Dalam buku “Book of Games And Sports”, yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai “tenis panjang”. Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.
Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia.
Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877.
Peraturan Lapangan
Lapangan tenis dibagi dua oleh sebuah jaring yang di
tengah-tengahnya tingginya persis 91.4 cm dan di pinggirnya 107 cm. Setiap
paruh lapangan permainan dibagi menjadi tiga segi: sebuah segi belakang dan dua
segi depan (untuk service).
Lapangan dan beberapa seginya dipisahkan dengan gatis-garis
putih yang merupakan bagian dari lapangan tempat bermain tenis. Sebuah bola
yang dipukul di luar lapangan (meski tidak menyentuh garis) dikatakan telah
keluar dan memberi lawan sebuah nilai.
Berikut saya akan mencoba memaparkan teknik dasar bermain tenis bagi anda-anda yang sekiranya masih pemula dan ingin sekali mencoba bermain tenis dengan benar. Tulisan ini saya gabungkan dari beberapa referensi yang saya dapat, semoga mudah bagi anda mengikutinya.
Grip (Pegangan Raket)
Saya memilih untuk membahas ini karena seringkali pemain
yang baru atau belum pernah sama sekali bermain tenis terjebak pada kesalahan
dasar dalam memegang raket. Saya melihat hal ini kemungkinan besar disebabkan
oleh kebanyakan orang Indonesia yang jauh mengenal bulutangkis sebagai olahraga
paling populer dimainkan di Indonesia, sehingga seringkali mengadopsi gaya
pegangan raket bulutangkis.
Pegangan raket bulutangkis cenderung berada di tengah
gagang, sedangkan tenis cenderung berada di ujung dari gagang raket. Contohnya
bisa dilihat pada gambar berikut:
Menurut saya perbedaan ini dapat dimengerti dari kinetik
ayunan dalam memukul bola atau kok dalam bulutangkis. Tenis cenderung
menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta putaran bahu untuk memukul
bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan tangan dan merupakan
satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik tengah, maka
akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain
halnya dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan
dari tenis. Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan
daripada keseluruhan lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah
gagang justru lebih memperkuat cengkeraman.
Berikut akan
dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan
raket.
raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain halnya
dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan dari
tenis. Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan daripada
keseluruhan lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah gagang
justru lebih memperkuat cengkeraman.
Berikut akan
dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan
raket.
Umumnya
gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi menjadi
sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam)
seperti yang diilustrasikan pada gambar di samping. Yang dipakai menjadi
patokan dari setiap tipe grip adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk
kita.
Selanjutnya kita tinjau beberapa grip atau pegangan raket
dalam permainan tenis.
1. Forehand Continental grip
Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh
pemain-pemain tenis jaman dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi
tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di
sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal).
Pemain pro modern yang tercatat masih menggunakan tipe
ini adalah Stefan Edberg dan sebelumnya adalah John McEnroe. Grip ini sangat
baik digunakan di permukaan lapangan yang cepat, seperti rumput, dan digunakan
oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service Volley’. Saat ini tidak banyak yang
menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand utamanya karena tempo
permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar (spin). Minus
grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris
(slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini
juga seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak
melambung parabolik. Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk
melakukan service dan juga untuk pukulan volley serta overhead karena tangan
mantap mencengkeram gagang raket.
2. Forehand Eastern grip
Eastern
merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini
seringkali disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya
dengan memulai pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun
ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi
kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).
Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat,
slice, maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering
mengandalkan permainan volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan
cepat menyesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan
ini sekali lagi agak susah untuk menghadapi bola-bola topspin yang bersifat
parabolik.
Salah satu pemain pro yang merajai tenis di tahun 90′an,
yaitu Pete Sampras, memakai grip ini sebagai pilihannya karena dia merupakan
tipikal pemain Service Volley yang sangat nyaman memakai grip ini.
3. Forehand Semi-Western grip
Grip
jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern,
terutama yang memiliki tipe permainan baseliner (termasuk saya sendiri).
Anda dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari
telunjuk anda di sudut 2 (untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain
kidal). Atau bisa juga berawal dari grip eastern kemudian tangan anda diputar
searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.
Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin
dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena
sifatnya yang parabolik. Grip ini juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi
tidak direkomendasikan untuk memukul slice. Minus dari grip ini adalah sulit
untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari pukulan flat atau
slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court).
Beberapa contoh pemain pro yang menggunakan grip ini adalah
: Andre Agassi, Roger Federer, Marat Safin.
4. Forehand Western grip
Grip jenis ini
merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan
topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip
jenis ini, juga banyak pemain modern saat ini.
Saya sering menyebut grip ini sebagai ‘pegangan wajan’
karena cara memegang raket ini seperti saat kita memegang gagang wajan atau
panci
masakan. Caranya adalah anda menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari
gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian
bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.
Grip ini sangat baik digunakan bagi pemain yang ingin
memukul bola dengan top spin yang ekstrim. Arah bola dari hasil pukulan ini
dapat melambung di atas net dan turun menurut garis parabolik yang ekstrim.
Grip ini juga sangat nyaman digunakan untuk mengantisipasi bola-bola tinggi
yang biasanya terjadi di lapangan tanah liat. Akan tetapi, minus dari grip
jenis ini adalah tidak bisa dipakai untuk melakukan pukulan flat serta slice
dan juga sangat sulit untuk mengantisipasi bola-bola slice yang jatuh rendah di
lapangan cepat seperti rumput (grass) atau semen (hard court).
Pemain pro yang mengadopsi jenis grip ini umumnya merupakan
pemain spesialis tanah liat seperti Rafael Nadal, Carlos Moya atau sebelumnya
adalah Sergi Bruguera.





