Unknown
On Jumat, 05 Juni 2015
Bola lantai
Bola lantai adalah olahraga tim dalam ruangan yang dikembangkan pada tahun 1970-an
di Swedia. Bola lantai sangat populer di negara-negara yang telah lama
mengembangkan permainan ini, seperti Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Latvia, Norwegia, Swedia dan Swiss. Permainan dimainkan di dalam ruangan, membuatnya
olahraga yang dimainkan sepanjang tahun baik di level amatir maupun
profesional. Ada beberapa liga bola lantai profesional, misalnya Salibandyliiga di
Finlandia dan Svenska Superligan di Swedia.Ada 52 anggota Federasi Bola Lantai Internasional (IFF) di mana Republik Ceko, Finlandia, Swedia dan Swiss pernah mencapai peringkat 1, 2, dan 3 dalam Kejuaraan Bola Lantai Dunia.
Selain di empat negara ini, bola lantai memperoleh popularitas di Latvia, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Singapura, Malaysia dan Amerika Serika
Bowling
Bowling adalah suatu jenis olahraga atau permainan yang dimainkan dengan
menggelindingkan [bola] dengan menggunakan tangan. Bola boling akan digelindingkan ke pin yang
berjumlah sepuluh buah yang telah disusun menjadi bentuk segitiga jika dilihat dari atas.
Jika
semua pin dijatuhkan dalam sekali gelinding (lemparan) maka itu disebut strike.
Jika pin tidak dijatuhkan sekaligus maka diberikan satu kesempatan lagi untuk
menjatuhkan pin yang tersisa. Bilamana pada lemparan kedua tidak ada
lagi pin tersisa disebut spare. Jika setelah dua kali masih ada pin yang
tersisa maka disebut open frame (missed) yang kesemuanya itu akan
menentukan perhitungan angka yang didapat dalam setiap gamenya. Pin akan
kembali disusun seperti semula untuk frame selanjutnya.
Cara
perhitungan angka untuk olahraga ini adalah:
- Setiap permainan mempunyai 10 frame
- Setiap frame mempunyai 2
kotak yang melambangkan dua kali kesempatan lemparan
- Khusus pada frame ke 10
ada 3 kotak yang artinya bisa mempunyai kesempatan 3 kali lemparan
- Skor tertinggi dalam setiap
permainannya adalah 300 yang disebut perfect game
- Setiap frame strike akan
mendapatkan tambahan angka dari 2 lemparan selanjutnya, sedangkan untuk spare
mendapat tambahan angka dari 1 lemparan selanjutnya.
Lompat Jangkit (Triple Jump)
Lompat jangkit (kadang-kadang disebut sebagai hop,
step dan jump) adalah sebuah olahraga trek andfield (melibatkan jalur di
lapangan), mirip dengan lompat jauh, tetapi melibatkan rutinitas “ jingkat
(hop), langkah (step) dan melompat (jump)”,
dimana pesaing berjalan menyusuri jalur dan melakukan
satu jingkatan (hop), satu langkah (step) dan kemudian melompat (jump) ke
dalam kotak pasir. Di dalam lompat jungkit sebenarnya terjadi tiga kali
tolakan, tiga kali melayang di udara, dan tiga kali pendaratan. Jarak lompatan
di ukur dari kumulatif ketiga gerakan lompat jangkit tersebut (hot-step-jump).
Gerakan lompat jangkit memproyeksikan
pusat gaya berat tubuh si pelompat di udara ke arah depan dengan melalui tiga
tahapan lompatan atau tumpuan. Yaitu Hop-Step-Jump. Lompat jangkit
dibagi dalam beberapa tahap gerakan: ancan-ancang, ”jingkat”, ”langkah”,
”lompat’ dan mendarat. Jarak yang ditempuh atlet dalam lompat jangkit dapat
diuraikan menjadi rangkaian gerak yang sama seperti pada lompat jauh. Dalam
lompat jangkit, take off dan landing untuk tiap dua fase pertama
(hop dan step) harus diatur untuk memudahkan fase berikutnya.
Misalnya, seorang pelompat jangkit yang memperoleh jarak maksimum (takeoff+flight+landing)
dari fase hop-nya tidak akan mencapai usaha terbaiknya, karena jarak
yang diperoleh untuk dua fase berikutnya akan berkurang. Dengan kata lain,
jarak yang diperoleh dengan usaha maksimum pada fase hop akan hilang
pada fase step dan jump.
B. Teknik Dasar Lompat Jangkit
1) Fase Hop
Gerakan hop
adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak menghambat
kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan
penjelasan berikut:
Perubahan
kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang
digerakkan oleh kaki tumpu.
a.
Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.
b. Setelah menumpu kaki
menekan mengayuh dengan tenaga penuh sehinga
kaki hamper sejajar dengan tanah.
c. tahap akhir
gerakan dengan sikap melayang untuk melakukan pendaratan.
Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.
Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.
d. Saat kaki menumpu
tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di depan titik pusat berat
badan. saat melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.
2) Fase Step
Gerakan tumpuan
yang ketiga yang dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang sama, gerakan ini
bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar
sebanyak mungkin untuk dapat mengangkat bobot badannya ke arah jump.
Fase
kedua dalam lompat jangkit dimulai ketika kaki take off menyentuh tanah.
Tungkai take off harus dalam keadaan lurus denganpaha tungkai pendorong
tepat berada di bawah garis paralel dengantanah. Ketika pelompat lepas dari
tanah, tungkai take off tetap lurus dibelakang titik beratnya dengan
betis tetap hampir paralel dengan tanahselama mid-flight. Pada waktu
yang bersamaan, tungkai yang berlawananmendorong sampai setinggi panggul dimana
tetap dipertahankan sampai mid-flight selama fase step. Sudut
lutut tidak lebih dari 900. Ketikapelompat mulai turun, tungkai
pendorong lurus dengan ankle fleksi (memperpanjang tuas) dan snap ke
bawah untuk melakukan transisidengan cepat ke fase tiga. Selama fase step,
pelompat konsentrasi pada langkah step sejauh mungkin. Hal ini biasanya
merupakan fase terlemahdan memerlukan pelatihan yang khusus.
3) Fase Jump
Fase ketiga dan
terakhir dalam lompat jangkit, yaitu lompatan panjang yang diawali dengan
lompatan dan bukan lari. Tungkai take off (tungkai pendorong pada fase
sebelumnya) diluruskan dengan kuat selama kontak dengan tanah. Dengan paha
tungkai dari tungkai bebas berada pada ketinggian pinggang. Lengan mendorong ke
depan dan atas, dan melakukan blok selama beberapa saat ketika tangan berada
pada ketinggian muka. Togok harus dipertahankan tegak dan dagu ke atas dengan
mata diarahkan ke pit. Ketika berada di udara, tungkai bergerak ke
posisi menggantung dengan kedua paha berada di bawah togok, lutut bengkok
mendekati 90 derajat. Kedua lengan diluruskan ke atas untuk memperlambat rotasi
dengan kedua tangan mengarah ke langit. Posisi ini dipertahankan sampai mid-flight.
Kedua lengan kemudian mendorong ke depan, bawah, belakang pada saat tungkai
diayun serentak ke depan dan paha diangkat sejajar dengan tanah. Lutut tetap
bengkok untuk memperoleh keuntungan tuas yang lebih pendek. Ketika paha berada
pada posisi paralel, tungkai diluruskan cepat dan ankle fleksi dan
posisi jari kaki menghadap ke atas. Pelompat mempertahankan posisi ini sampai
tumitnya menyentuh pasir. Ketika lutut benar-benar berada dalam posisi akan
menyentuh pasir, maka panggul naik.
4) Aksi Lengan pada Fase Hop,
Step, dan Jump
Penggunaan single
arm action (speed-oriented) atau double arm action (power-oriented)
pada saat take off tergantung pada pilihanpelompat. Untuk pelompat
pemula, take off single arm lebih mudahdilakukan karena gerakannya sama
dengan gerak lari. Metode double arm menghasilkan power ketika take
off, tetapi pelompat pemula seringmenurunkan kecepatan saat mendekati
persiapan, dengan demikianmenurunkan efek power tambahan. Dalam teknik single
arm, lengansedikit menyilang di depan badan ketika step akhir.
Ketika take off step dimulai, kedua lengan diam di samping badan dan
tidak dan tidak diayun.Kedua lengan pada saat diturunkan akan mendekati
pangggul bertemudengan lengan yang dibelakang dan kedua lengan bergerak
selamalompatan. Ketika kaki take off kontak dengan tanah, kedua
lenganmendorong ke depan dan atas tubuh. Sudut kedua lengan di sikut lebihbesar
dari 900 untuk menciptakan impuls ke depan yang lebih besar.
Takada
keperluan untuk melakukan dorongan ke atas pada teknik ini.Seperti pada teknik single
arm, lengan diblok sesaat pada ketinggianmuka dan tungkai pendorong di blok
ketika paha mendekati ketinggianpinggang. Sekalipun demikian penekanan harus
difokuskan padakecepatan horisontal, dan bukannya ketinggian lompatan.
Dorongankedua lengan dan tungkai memberikan impuls vertikal yang
diperlukan,tanpa melakukan lompatan ke atas. Setelah kedua lengan
diblok,kemudian ditarik ke belakang badan untuk persiapan fase step.
Ketikamenggunakan teknik double arm, pelatih harus memastikan
atletnyauntuk tidak melakukan dorongan ke atas sebelum fase pertama
denganmengayunkan kedua lengan ke belakang saat take off. Penambahan
dorongan tersebut hanya akan menurunkan kecepatan horisontal yangpenting.
5) Dorongan Kaki (Foot Strike) pada Ketiga Fase
Transisi dari hop
ke step, dan dari step ke jump, merupakan factor
penting dalam mempertahankan kecepatan terbesar selama tiap fase lompatan. Active
landing ini (pawing) sama dengan dorongan kaki menggaruk tanah dan
menarik ke arah tubuh. Selama active landing, tungkai pelompat
diluruskan, ankle di fleksikan dan tuas keseluruhan ditarik ke bawah dengan
kuat pada bagian mid-foot yang menyentuh tanah. Selama kontak, tubuh
bergerak ke depan dengan ujung kaki sambil mendorong tanah. Jika atlet mendarat
kaku dengan tumit, maka akan terjadi braking action yang menurunkan
kecepatan dan jarak lompatan serta meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera.
Senam Aerobik
Tarian aerobik
populer pada akhir 1970-an. Namun, saat ini senam aerobik digemari berbagai
kalangan usia. Hal tersebut dapat Anda lihat setiap Minggu pagi, lapang-lapang
atau di pelataran parkir dijadikan sebagai tempat untuk melakukan senam
aerobik. Lalu, apa yang dimaksud senam aerobik? Senam aerobik adalah
serangkaian gerak yang dipadukan dengan irama musik yang telah dipilih dengan
durasi tertentu. Aerobik mengandung pengertian suatu sistem latihan fisik yang
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen di dalam jaringan
tubuh. Pemasukan oksigen ini ditentukan oleh kapasitas maksimal paru-paru saat
menghirup udara. Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur dengan takaran
yang cukup akan memperbaiki kerja jantung dan paru-paru
.
Manfaat Senam
Aerobik
Senam aerobik
mempunyai banyak manfaat bagi kebugaran tubuh. Tidak heran semakin hari semakin
banyak orang yang menggemari latihan aerobik. Berikut ini merupakan manfaat
melakukan senam aerobik.
a. Meningkatkan Daya
Tahan Jantung dan Paru-Paru
Selama bergerak, otot membutuhkan
asupan oksigen untuk bekerja. Ketika beban kerja meningkat, tubuh menanggapinya
dengan meningkatkan jumlah oksigen yang dikirim ke seluruh otot dan jantung. Akibatnya,
detak jantung dan frekuensi pernapasan meningkat sampai memenuhi kebutuhannya.
Oksigen diubah menjadi karbondioksida, yang kemudian diembuskan. Selain itu,
tubuh akan berkeringat membakar kalori dan lemak.
b. Meningkatkan
Kekuatan Otot
Otot-otot harus
dilatih melebihi beban normal. Hal ini disebut prinsip beban lebih (overload
system). Untuk meningkatkan kekuatan otot, harus dilatih pada intensitas
yang tinggi dalam waktu singkat, mempergunakan tenaga yang maksimal dan
dilakukan secara diulang-ulang. Selain itu, berikan beban yang bervariasi
supaya lebih, karena intensitas latihan beragam, dari latihan berintensitas
tinggi sampai dengan intensitas yang sangat rendah, sebagai contoh aktivitas
bersepeda.
c. Meningkatkan
Kelentukan
Kelentukan adalah gerakan yang berada
di sekeliling sendi. Setelah menyelesaikan latihan aerobik, melakukan
peregangan akan membantu meningkatkan kelentukan dan juga membantu sirkulasi
darah ke jantung. Otot sifatnya seperti pita karet. Semakin kuat mengangkatnya,
semakin elastis karet itu. Jika secara rutin meregangkan badan selesai latihan,
akan membuat otot persendian akan berkembang.
d. Komposisi Tubuh
Latihan aerobik yang tepat akan
membantu mengubah komposisi tubuh, menghindari tubuh menjadi gemuk dan
membentuk otot-otot. Hal terpenting yang harus diingat adalah bahwa aerobik
tidak dapat mengurangi berat badan hanya pada satu bagian tubuh saja.
Latihan Senam
Aerobik
Lakukan latihan senam
aerobik secara teratur. Aturan latihan senam aerobik tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pemanasan
Pemanasan (warming
up) adalah persiapan emosional, psikologis, dan fisik untuk melakukan
latihan. Tujuan latihan pemanasan adalah menaikkan denyut jantung secara
berangsur-angsur, mempersiapkan otot-otot dan persendian, meningkatkan suhu
inti tubuh, meningkatkan sirkulasi cairan tubuh, dan mempersiapkan diri secara
psikologis dan emosional.
b. Gerakan Inti
Aerobik
Gerakan inti
merupakan gerakan yang telah aktif dengan mengikuti alur tertentu. Gerakan inti
bertujuan untuk menguatkan otot-otot tubuh dan melatih koordinasi gerak antar
anggota tubuh.
c. Gerakan
Pendinginan
Gerakan pendinginan
bertujuan untuk mengembalikan frekuensi denyut jantung supaya kembali mendekati
normal. Pelaksanaan gerakan dilakukan secara bertahap dari intensitas tinggi ke
intensitas yang rendah. Dalam melakukan senam aerobik selalu diiringi musik.
Irama musik dalam aerobik berfungsi sebagai panduan gerak, pemberi motivasi,
dan semangat peserta yang melakukan senam aerobik. Oleh karena itu, pilihlah
irama musik aerobik yang menyenangkan, penuh energi, dan mempunyai warna yang
menggerakkan. Musik yang dipilih biasanya mempunyai empat ketukan per irama
dengan irama yang tetap. Menurut cara melakukan dan musik yang mengiringinya,
senam aerobik dapat dibagi sebagai berikut:
1) Low impact
aerobic, yaitu senam aerobik gerakan ringan.
2) Higt impact
aerobic, yaitu senam aerobik gerakan keras.
3) Discorobic,
yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
4) Rockrobic,
yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
5) Aerobic sport,
yaitu kombinasi antara gerakan aerobik keras dan ringan.
6) Aerobic dance,
yaitu senam aerobik yang dilakukan dengan kombinasi bentuk tarian yang indah.
7)
Aerobik dengan menggunakan alat, pada dasarnya adalah upaya menambah variasi,
intensitas, serta volume latihan agar lebih meningkat. Biasanya, menggunakan
peralatan, antara lain kursi, bangku, tali (pita), tongkat, dan bola.
SELUNCUR ES
Seluncur es atau skating es (populer sebagai es
skating) adalah berseluncur di atas es yang dilakukan orang dengan memakai sepatu skating (sepatu seluncur). Sebilah
pisau baja yang tajam dipasang pada
bagian dasar sepatu. Orang dapat berseluncur karena gesekan antara pisau
skating dan permukaan es menghangatkan es dan mencairkannya hingga tercipta
lapisan licin. Es skating dilakukan orang
sebagai rekreasi atau olahraga musim dingin. Kata skate
berasal dari bahasa Jerman Kuno, schake yang
berarti tulang
kering;
kata yang serupa dalam bahasa
Inggris Kuno
adalah scatch; bahasa Belanda: schaats.
.
Di
negara-negara dengan musim dingin yang sangat dingin, permukaan danau, kolam, kanal, dan kadang-kadang sungai dapat membeku. Lapisan es yang terbentuk
pada permukaan air cukup tebal untuk dipakai berseluncur. Pada musim dingin
yang membekukan di Belanda, Finlandia, Swedia, Rusia, dan Norwegia, orang bepergian dari satu
tempat ke tempat lainnya dengan berseluncur. Di negara-negara yang beriklim
lebih hangat, orang berseluncur di gelanggang seluncur es (arena skating).
Kemampuan
berseluncur di atas es merupakan keterampilan dasar untuk hoki es, skating cepat, skating indah, dan dansa es. Semuanya merupakan cabang olahraga yang
dipertandingkan dalam Olimpiade
Musim Dingin.
Arena
es skating terbesar dunia, Kanal Rideau di Ottawa, Kanada.
Tulang
rusa kutub atau tulang kuda yang diikat di bawah sepatu kulit merupakan
bentuk pertama sepatu skating. Orang menggunakan sepatu skating dari tulang
untuk berburu di fyord Finlandia dan Skandinavia
sejak 17 abad yang lalu. Tulang kaki binatang
dilubangi, dan diikat dengan sepatu memakai sabuk kulit. Sekitar abad ke-14, orang Belanda mulai memakai sepatu
skating dari kayu dengan dasar sepatu dari besi. Sebatang tongkat dipegang orang sebagai
alat bantu sewaktu berseluncur. Sekitar tahun 1500, orang Belanda mulai memasang pisau tipis di
sepatu skating, dan tongkat tidak lagi diperlukan.
Pada
abad ke-12, Belanda sudah memiliki sistem kanal yang rumit. Pekerja kanal memakai sepatu
skat untuk pulang pergi ke tempat bekerja dan sewaktu bertugas. Sebagian di
antaranya main balap skating untuk merebutkan hadiah uang. Pekerja kanal di
Belanda kemungkinan besar adalah atlet balap skating yang pertama.
Sepatu
skating dengan klem dari baja diciptakan E. V. Bushnell
dari Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1848. Orang bebas dapat lebih bebas
berputar-putar dan meloncat selama berseluncur. Sekitar tahun 1865, atlet
skating Amerika Serikat Jackson Haines memperkenalkan pisau
skating dari logam berikut plat sol dan tumit yang dapat disekrupkan pada sepatu bot. Haines menambahkan gerigi depan (toe
pick) pada sepatu skating. Setelah adanya toe pick pada sepatu
skating, orang mulai dapat melakukan lompatan toe pick.
Glaciarium di Inggris adalah arena es skating
pertama di dunia yang menggunakan mesin pembuat lapisan es. Arena ini dibuka 7 Januari1876 oleh John Gamgee di dalam sebuah tenda dalam
bangunan kecil di Chelsea, London. Pemakai waktu itu terbatas pada
"bangsawan dan pria terhormat dengan syarat-syarat tertentu."
Pada
1914, John E. Strauss seorang
pembuat pisau dari St. Paul, Minnesota membuat pisau skating dari sebilah baja. Dengan adanya penemuan pisau baja dari
Strauss, sepatu skating makin ringan dan kuat.