Unknown
On Minggu, 07 Juni 2015
ENGRANG
Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu
dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak
yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh
masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan
Republik Indonesia pada bulan Agustus.
Permainan egrang dilakukan oleh
anak-anak, remaja, dewasa dengan tujuan pengisi waktu luang, bermain dan
meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku
perminan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat
terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran
panjang + 2,5 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada
ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.
Permainan tradisional egrang ini
sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang
terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini
datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang
dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang
dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari
itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1
s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter.
Pemenang dalam permainan tradisional
egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah
kaki terakhir melewati garis finish. Agar dalam pelaksanaan kegiatan permainan
ini berjalan baik, maka ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
1) Peralatan
Peserta
·
a. Sepesang bambu dengan ukuran tinggi 2,75
meter dan diameter bawah minimal 2 dim (5 cm), tinggi pijakan kaki adalah 50
cm;
·
b. Area Egrang dilapangan rumput atau tanah
padat, dengan batasan lintasan yang dibuat dari kapur atau tali raffia,
sepanjang 50 meter dan masing-masing lintasan dengan lebar 1,5 meter
2) Peralatan
Wasit/Juri
·
Dua buah bendera untuk masing-masing juri lintasan dengan warna merah dan
hijau;
·
Stopwatch;
·
Peluit;
·
Scorepad
3) Peraturan
Permainan
·
Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain putra;
·
Peserta harus menggunakan seragam team masing – masing Kabupaten/Kota dengan
nomor punggung 1 s/d 3;
·
Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan
bahan dari bamboo dengan ukuran ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang
kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo minimal 2 dim
(tidak boleh kurang);
·
Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik);
·
Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing;
·
Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah
total jarak tempuh untuk masing-masing regu adalah sepanjang 150 m;
·
Sebelum pergantian pemain, pemain dan Egrangnya harus seluruhnya melewati
garis;
·
Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena
lomba;
·
Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis
finish;
·
Dinyatakan diskualifikasi jika:
a.
Egrang menyentuh garis lintasan;
b.
Jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh);
c.
Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan;
d.
Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.
4) Peran
dan tanggung Jawab Wasit/Juri dan petugas Permainan Egrang
a. Wasit
·
Memberikan arahan terkait dengan bentuk aktivitas yang tidak diperkenankan
dilakukan oleh semua peserta kepada semua ketua regu sebelum permainan dimulai;
·
Mengontrol kesiapan juri garis dan petugas pencatat waktu (petugas stopwatch);
·
Memberikan aba-aba kesiapan dan dimulainya permainan ini, dengan
memberikan tanda peluit (aba-aba : bersedia, siap, priiiit);
·
Menghentikan permainan, bila ada yang mencuri start.
b. Juri
·
Wajib membawa bendera merah dan hijau;
·
Memberikan tanda kesiapan peserta, dengan mengangkat bendera hijau;
·
Memberikan tanda pelanggaran peserta, dengan mengangkat bendera merah
(mengikuti peserta dari arah belakang).
SOFTBALL
Peraturan Permainan
sofball
a. Lapangan
Lapangan sofball berbentuk segi empat, panjang tiap sisinya 16,76 m, Ukuran lapangan softball adalah sebagai berikut:
a. Lapangan
Lapangan sofball berbentuk segi empat, panjang tiap sisinya 16,76 m, Ukuran lapangan softball adalah sebagai berikut:
- Panjang setiap sisinya 16,76 meter.
- Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 meter.
- Tempat pelempar berdiri (pitcher plate, berukuran 60 x 15 meter)
- Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung tempat untuk memukul (home base). Setiap base terdiri dari karet atau kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masing-masing base 38 x 38 cm, dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 x 21,5 cm, sisi puncaknya berukuran 30 cm.
- Perpanjangan garis dalam home base ke base I dan II disebut garis batas/sector, gunakanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau di luar garis batas.
b. Perlengkapan
pemain
·
Pemain penjaga menggunakan glove (sarung tangan) terbuat daari kulit agak
tebal, berukuran 38 x 38 dan beratnya 283 gram, selain itu penjaga belakang
menggunakan pelindung muka (face mark) dan pelindung badan (body protektor)
- Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
- Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40 cm.
c. Peraturan
permainan softball
Jumlah pemain dalam satu regu terdiri dari 9 orang
Jumlah pemain dalam satu regu terdiri dari 9 orang
- Pertandingan dipimpin oleh wasit, disetiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire
- Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan sekali giliran menjaga.
- Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/ HT) dan siapa yang menjadi regu pemukul (visiteing team/VT) harus dilakukan undian (toss) dengan uang logam.
SENAM
LANTAI
1. Gulingkedepan
(Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling ke depan :
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
2. Guling ke belakang (Backward Roll)
Posisi awal guling ke belakang :
a. Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
b. Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada.
c. Kedua tangan berada disamping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas.
d. Jatuhkan pantat ke belakang, badan tetap bulat.
e. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala.
f. Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
g. Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kebelakang :
a. Penempatan tangan terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak
b. Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karena sikap tubuh kurang bulat
c. Salah satu tangan yang menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan yang digunakan untuk menumpu diatas matras.
d. Posisi mengguling kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke samping.
e. Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak kaki)
Cara memberi bantuan guling kebelakang :
a. Menopang dan mendorong pinggang pelaku kearah guling kebelakang dan membawanya ke arah guling
b. Membantu mengangkat panggul dan membawa kearah guling
3. Lompat harimau
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll ke depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan sikap akhir jongkok.
Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.
b. Kedua kaki menolak pada papan tolak disertai ayunan lengan keatas, badan melayang, tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan dipusatkan di depan dekat tangan.
c. Kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke dada. Luruskan tungkai saat berada diatas ujung kuda-kuda.
d. Sikap akhir jongkok terus berdiri.
4. Hands Stand
a. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
b. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus.
c. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
d. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
e. keseimbangan.
5. Meroda
Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan gerakan pada kedua kaki dan tangan.Latihan meroda dapat dilakukan secara bertahap yaitu dari melakukan satu kali gerakan meroda,apabila sudah merasakan baik dapat di tingkatkan menjadi beberapa kali gerakan :
a. Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kaki dibuka sedikit lebar, kedua tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf V) dan pandangan ke depan
b. Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri, kemudian kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan meletakkan telapak tangan di samping tangan kiri.
c. Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiri ditolak pada lantai, sehingga kedua kaki terbuka dan serong ke samping.
d. Kemuidan letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
e. Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.
Cara memberikan bantuan meroda adalah sebagai berikut :
a. Pembantu memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang orang yang melakukan gerakan meroda .
b. pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, pembantu segera memegang kedua sisi pinggulnya .
c. Pada waktu gerakan meroda ke samping, pembantu tetap memegang kedua sisi pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai .
6. Lompat Jongkok
Cara melakukan lompat jongkok :
a. Awalan lari cepat badan condong kedepan
b. Kedua kaki menolak pada papan sekuat-kuatnya disertai ayunan lengan dari belakang bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan.
c. Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.
d. Mendarat dengan ujung kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.
7. Round Off
Round off adalah : Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :
a. Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.
b. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.
Cara melakukan :
a. Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.
b. Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.
c. Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand
d. Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
e. Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.
f. Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.
8. Lompat Kangkang
Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yaitu lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a. Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi
b. Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dibuka (gerakan ke samping).
c. Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
d. Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.
e. Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.
9. Head Stand
a. Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
b. Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
c. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
d. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan head stand yaitu:
a. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
b. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
c. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
d. Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
e. Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa sakit.
f. Terlalu cepat/kuat pada saat menolak.
g. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.
10. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.
Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut :
a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi badan melengkung bagai busur.
11. Sikap lilin
Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas (rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut :
a. Tidur terlentang, kedua tangan di samping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
12. Salto
Gerakan jungkir balik di udara tanpa menyentuh tanah: pesenam itu dengan gesitnya melakukan beberapa kali.
13. Guling Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk :
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini menyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling ke depan :
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
2. Guling ke belakang (Backward Roll)
Posisi awal guling ke belakang :
a. Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
b. Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada.
c. Kedua tangan berada disamping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas.
d. Jatuhkan pantat ke belakang, badan tetap bulat.
e. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala.
f. Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
g. Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kebelakang :
a. Penempatan tangan terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak
b. Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karena sikap tubuh kurang bulat
c. Salah satu tangan yang menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan yang digunakan untuk menumpu diatas matras.
d. Posisi mengguling kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke samping.
e. Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak kaki)
Cara memberi bantuan guling kebelakang :
a. Menopang dan mendorong pinggang pelaku kearah guling kebelakang dan membawanya ke arah guling
b. Membantu mengangkat panggul dan membawa kearah guling
3. Lompat harimau
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll ke depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan sikap akhir jongkok.
Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.
b. Kedua kaki menolak pada papan tolak disertai ayunan lengan keatas, badan melayang, tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan dipusatkan di depan dekat tangan.
c. Kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke dada. Luruskan tungkai saat berada diatas ujung kuda-kuda.
d. Sikap akhir jongkok terus berdiri.
4. Hands Stand
a. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
b. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus.
c. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
d. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
e. keseimbangan.
5. Meroda
Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan gerakan pada kedua kaki dan tangan.Latihan meroda dapat dilakukan secara bertahap yaitu dari melakukan satu kali gerakan meroda,apabila sudah merasakan baik dapat di tingkatkan menjadi beberapa kali gerakan :
a. Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kaki dibuka sedikit lebar, kedua tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf V) dan pandangan ke depan
b. Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri, kemudian kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan meletakkan telapak tangan di samping tangan kiri.
c. Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiri ditolak pada lantai, sehingga kedua kaki terbuka dan serong ke samping.
d. Kemuidan letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
e. Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.
Cara memberikan bantuan meroda adalah sebagai berikut :
a. Pembantu memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang orang yang melakukan gerakan meroda .
b. pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, pembantu segera memegang kedua sisi pinggulnya .
c. Pada waktu gerakan meroda ke samping, pembantu tetap memegang kedua sisi pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai .
6. Lompat Jongkok
Cara melakukan lompat jongkok :
a. Awalan lari cepat badan condong kedepan
b. Kedua kaki menolak pada papan sekuat-kuatnya disertai ayunan lengan dari belakang bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan.
c. Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.
d. Mendarat dengan ujung kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.
7. Round Off
Round off adalah : Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :
a. Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.
b. Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.
Cara melakukan :
a. Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.
b. Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.
c. Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand
d. Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
e. Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.
f. Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.
8. Lompat Kangkang
Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yaitu lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a. Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi
b. Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dibuka (gerakan ke samping).
c. Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
d. Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.
e. Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.
9. Head Stand
a. Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
b. Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
c. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
d. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan head stand yaitu:
a. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
b. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
c. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
d. Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
e. Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa sakit.
f. Terlalu cepat/kuat pada saat menolak.
g. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.
10. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.
Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut :
a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi badan melengkung bagai busur.
11. Sikap lilin
Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas (rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut :
a. Tidur terlentang, kedua tangan di samping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
12. Salto
Gerakan jungkir balik di udara tanpa menyentuh tanah: pesenam itu dengan gesitnya melakukan beberapa kali.
13. Guling Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk :
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini menyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
HOCKEY FIELD
Hockey adalah olahraga bersama ato
keluarga yang terdiri atas dua tim yang bertarung satu sama lain, dengan
mengadu teknik manuver bola ke gawang lawan dengan hockey Stick. Permaian yang
menarik ini bisa dimainkan oleh pria dan wanita yang tergabung dalam 11 orang
dalam satu tim. Penentuan pemenangnya diperoleh dari tim mana yang memperoleh
gol terbanyak. Ada beberapa Jenis hockey yang dimainkan di dunia, diantaranya
adalah :
·
Field hockey (Hockey lapangan yang dimainkan oleh 11 orang, termasuk 1 penjaga
gawang dari 2 tim. Hockey ini menggunakan lapangan rumput dengan luas lapangan
60 yard x 100 yard, ukuran gawang 7 fit x 4 yard ato 2,13 m x 3,66 m)
·
Ice hockey ( Hockey dalam ruangan yang dimainkan oleh 11 orang termasuk 1
penjaga gawang dari 2 tim dengan menggunakan lapangan es dengan luas lapangan
60 yard x 100 yard, Lebih banyak di benua Amerika dan Eropa)
·
Indoor hockey (Hockey dalam ruangan yang dimainkan oleh 6 orang, termasuk
penjaga gawang dari 2 tim. Ukuran lapangan indoor hockey separuh dari field
hockey. Dan lapangannya terbuat dari ubin ato beton yang dilapisi dengan ubin)
Cara Main dan Peraturan
Cara mainnya sih sederhana, hanya
melakukan dribel (menggiring bola), passing (melambungkan bola ke rekan 1 tim)
dan shoot (melakukan tembakan ke gawang lawan). Permainan ini mirip dengan
soccer (sepak bola) hanya saja peraturannya itu bola dilarang menyentuh kaki.
Permainan hockey menurut FIH
(Federasi Internasional Hockey) yaitu dibagi dua babak dan setiap babaknya 35
menit. Kemenangan ditentukan dengan jumlah gol yang dimasukkan oleh setiap tim
ke gawang lawan. Untuk kartu pelanggaran, ada 3 kartu yaitu hijau (peringatan
pertama), kuning (peringatan yang disertai skorsing istirahat beberapa menit
bagi pemain yang melanggar) dan merah (dikeluarkan dari pertandingan).
Namun dalam Hockey tidak ada
akumulasi kartu, seperti dalam sepak bola. Untuk melakukan shoot, harus
dilakukan dalam garis tembak, nggak boleh seenaknya menembak bola ke gawang.
Sedangkan peraturan offside juga diberlakukan dalam hckey, sama seperti soccer,
pemain dikenakan offside jika mendahului bola dan pemain lawan sambil mendekati
gawang lawannya.
Naaah, kalo kamu serius pengen
terjun ke olahraga ini, bisa baca pengalaman dari Saiful
Tulus Jatmika sebagai
atlit kejuaraan nasional Hockey. Dan kunci gimana caranya jadi atlit yang
bisa memborong kejuaraan di bidang ini.
Peraturan Umum dari permainan
Hoki adalah sebagai berikut :
A. Seorang pemain dilarang untuk :
Mengangkat stick di atas pundaknya
bilamana dapat membahayakan.
- Melakukan permainan yang dapat membahayakan
- Memukul bola ke udara, mengangkatnya
- Menendang atau menahan bola dengan kaki (kecuali penjaga gawang sesuai peraturan)
- Memukul, menggigit atau menahan stick lawan
- Menghalangi lawan dengan badan atau stick, mendorong, menahan atau menjatuhkan - menyandung
lawannya.
- Melakukan permainan yang dapat membahayakan
- Memukul bola ke udara, mengangkatnya
- Menendang atau menahan bola dengan kaki (kecuali penjaga gawang sesuai peraturan)
- Memukul, menggigit atau menahan stick lawan
- Menghalangi lawan dengan badan atau stick, mendorong, menahan atau menjatuhkan - menyandung
lawannya.
B. Seorang pemain diperbolehkan
untuk :
- Menahan bola dengan tangan (sesuai
peraturan yang berlaku), sepanjang bola tersebut jatuh dengan segera, jadi
bukan menangkap bola melainkan menahan bola dengan telapan tangan yang terbuka.
Di dalam D (Striking circle) hanya
penjaga gawang diperbolehkan bermain dengan kakinya, menendang dan menahan bola
dengan bahagian tubuh badan yang mana saja, tetapi ia tidak bolah berbaring di
atas atau di depan bola.
Hukuman yang dapat diberikan adalah
:
(1) Free hit/pukulan bebas
Pukulan bebas dilakukan pada tempat dimana pelanggaran terjadi
Pukulan bebas dilakukan pada tempat dimana pelanggaran terjadi
(2) Penalty corner - short corner
Penalty corner dapat dilakukan di atas garis pinggi gawang regu yang mendapat hukuman di sebelah mana saja, namun sekurang-kurangnya 2,75 m dari tiang gawang yang terdekat.
Penalty corner dapat dilakukan di atas garis pinggi gawang regu yang mendapat hukuman di sebelah mana saja, namun sekurang-kurangnya 2,75 m dari tiang gawang yang terdekat.
Penalty corner ini diberikan
bilamana seorang diketahui dengan jelas menyentuh bola disebelah daerah
gawangnya atau disebabkan sesuatu hal yang dilakukannya di dalam D atau striking
circle.
(3) Penalty Stroke
Penalty stroke diberikan disebabkan kesalahan yang dilakukan dalam D atau striking circle bila seorang pemain yang bertahan dengan jelas menghalangi sebuah bola yang akan masuk dengan cara yang tidak dibenarkan.
Penalty stroke diberikan disebabkan kesalahan yang dilakukan dalam D atau striking circle bila seorang pemain yang bertahan dengan jelas menghalangi sebuah bola yang akan masuk dengan cara yang tidak dibenarkan.
Penalty stroke dilakukan dari jarak
7,31 m dari depan gawang.
Pemain-pemain lainnya harus berada
di belakang garis 25 yard. Bilamana penjaga gawang dapat menahan bola maka regu
yang bertahan diberikan pukulan bebas (free hit) dari suatu titik 14,63 m dari gawang.
(4) Corner hit - long corner
Corner hit diberikan bilamana seorang pemain dengan tidak sengaja memukul atau memainkan bola ke belakang garis gawangnya dari jarak kurang dari garis 25 yard.
Corner hit diberikan bilamana seorang pemain dengan tidak sengaja memukul atau memainkan bola ke belakang garis gawangnya dari jarak kurang dari garis 25 yard.
Corner hit tersebut dilakukan dari
jarak 9,14 m dari tiang gawang terdekat. Untuk hit ini pemain-pemain dari regu
yang menyerang harus berada di belakang garis D atau striking circle.
(5) Offside
Offiside adalah bilamana seorang pemain melampaui 2 pemain lawan di depannya
apabila berada di daerah lapangan lawan.
(6) Hit - in - pukulan ke dalam
Bilamana seorang memukul atau menyentuh bola dengan sticknya melampaui
garis pinggi, hit ini dilakukan di atas garis oleh seorang pemain lawan dari
tempat dimana bola itu keluar lapangan. Pemain-pemain lain dengan sticknya
harus berada sekurang-kurangnya dalam jarak 4,55 m dari yang memukul bola.
Apabila bola yang dipukul oleh seorang penyerang melampaui garis gawang maka
hitnya atau free hit dilakukan dari suatu titik 14,63 pada arah dimana bola
tersebut meninggalkan atau keluar lapangan.
SNORKELING
Snorkeling (selam permukaan) atau selam
dangkal (skin diving) adalah
kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan
berupa masker selam dan snorkel. Selain itu, penyelam sering
mengenakan alat bantu gerak berupa kaki katak (sirip selam) untuk
menambah daya dorong pada kaki.
Perlengkapan
Masker
Masker selam adalah
jendela kedap air yang melindungi sebagian wajah,
terutama mata dan hidung dari air. Bagian lensa dibuat dari
kaca pengaman sementara kantong hidung serta kerangka masker dibuat
dari silikone atau karet. Di bagian sisi masker terdapat tempat
untuk memasang snorkel.
Sewaktu mengenakan masker, penyelam
bernapas dengan mulut. Masker dapat menjadi berembun atau kemasukan air
bila penyelam memaksa untuk bernapas melalui hidung. Rambut penyelam juga tidak
boleh terjepit di antara masker dan wajah supaya masker tidak kemasukan air.
Masker tersedia dalam berbagai
ukuran, termasuk untuk anak-anak dan wanita. Dibandingkan masker selam scuba,
masker snorkeling umumnya berukuran lebih kecil agar kantong udara di dalam
masker menjadi sekecil mungkin.
Penyelam harus memakai ukuran masker
yang pas dengan wajah agar masker tidak kemasukan air. Ukuran masker yang pas
bisa diperiksa tanpa perlu memasangkan tali pengikat di kepala. Masker
diletakkan di wajah, dan ditekan sambil menarik napas perlahan-lahan. Bila
masker tidak jatuh maka ukuran masker sesuai dengan wajah pemakainya. Tekanan
air membuat masker menjadi kedap udara, sementara tali pengikat hanya menahan
masker agar tidak terlepas.
Snorkel[
Snorkel terdiri dari dua bagian:
selang udara dan pelindung mulut. Selang dibuat
dari plastik atau karet keras, dengan ukuran diameter
sekitar 2 cm dan panjang sekitar 30 cm. Selang yang terlalu panjang membuat
bernapas menjadi sulit, dan memperbesar kemungkinan penyelam menghisap
kembali karbon dioksida yang tertahan di dalam selang.
Pelindung mulut dibuat dari silikone
atau karet, dan terdiri dari penutup berbentuk lengkung, dan bagian untuk
digigit. Ukuran pelindung mulut juga harus sesuai dengan ukuran mulut. Ketika
menyelam di bawah air, udara di dalam snorkel keluar, dan air masuk ke dalam
snorkel. Ketika sampai di permukaan, air dalam snorkel dikuras dengan cara
menghembuskan udara keras-keras dari dalam mulut.
Kaki katak
Kaki katak
adalah sepatu karet dengan sirip yang melebar di bagian ujung
kaki. Snorkeling bisa saja dilakukan tanpa kaki katak, tapi alat ini bisa
menambah daya dorong kaki manusia ketika berenang.
Kaki katak terdiri dari dua jenis:
tumit terbuka (open heel) dan kaki tertutup (full foot atau pocket
foot). Jenis kaki katak kaki tertutup tersedia dalam berbagai ukuran
seperti halnya ukuran sepatu. Dibandingkan kaki katak tumit terbuka, jenis kaki
katak tertutup memiliki ujung sirip yang lebih pendek. Ketika memakai kaki
katak tumit terbuka, penyelam mengenakan sepatu bot dari
bahan neoprena. Sepatu bot berfungsi sebagai pelindung kaki dari dari
luka, dinginnya air, atau pencegah lecet. Kaki katak tumit terbuka hanya dibuat
dalam beberapa ukuran: kecil, sedang, besar, dan ekstra besar. Ukuran kaki
katak disesuaikan dengan kaki pemakainya dengan mengencangkan sabuk di bagian
tumit.
