Unknown
On Jumat, 05 Juni 2015
Futsal
|
Lapangan
Lapangan harus berbentuk bujur
sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis
gawang :
Panjang : 25-42 m
Lebar : 15-25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : 38-42 m
Lebar : 18-22 m
Panjang : 25-42 m
Lebar : 15-25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : 38-42 m
Lebar : 18-22 m
Tanda
Lapangan
- Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk
garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping
(touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
- Lebar garis pembatas 8 cm.
- Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
- Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan
lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.
Daerah
Pinalti
Daerah Pinalti ditandai pada
masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
- Seperempat lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik
sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
- Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan
hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing
seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16 m berbentuk
paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.
Titik
Pinalti
Titik Pinalti Pertama digambarkan 6
m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
Titik
Pinalti Kedua
Titik pinalti pertama digambarkan di
lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang
sama.
Tendangan
Sudut
Seperempat Lingkaran dengan radius
25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.
Daerah
Pergantian Pemain
- Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan
dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk
pergantian pemain.
- Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk
pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada
masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar
garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan
dan 40 cm diluar lapangan.
- Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis
samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan
harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.
Gawang
- Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari
masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal
post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak
tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).
- Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari
ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.
- Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan
dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang
diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi
beban
Keselamatan
Gawang boleh dipindahkan, tetapi
harus dipasangkan secara aman selama permainan.
Permukaan
Lapangan
Permukaan lapangan harus mulus, rata
dan tidak kasar.Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan
buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau
korn blok.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
KEPUTUSAN
1
Jika garis gawang antara 15 hingga
16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m.Dalam hal ini,
tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah
pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi
kedua tiang gawang.
KEPUTUSAN
2
Penggunaan lapangan yang datar dan
berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan
lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan
Internasional.
KEPUTUSAN
3
Tanda/titik dapat digambarkan di
luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang
untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut
dilakukan.Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.
KEPUTUSAN
4
Tempat duduk pemain cadangan, berada
dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di
depan meja pencatat waktu.
Bola
Kualitas
dan Ukuran
Bola harus :
- Berbentuk bulat.
- Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
- Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
- Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400
gram dan maximum 440 gram.
- Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600
g/cm³).
Penggantian
Bola Rusak
Jika bola pecah atau rusak dalam
suatu pertandingan:
- Pertandingan dihentikan sementara.
- Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola
pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.
Jika bola pecah atau menjadi rusak
ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan
gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke
dalam :
- Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan
biasa.
- Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin
dari wasit.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
KEPUTUSAN
1
Bola dari kulit laken/bulu (felt
ball) tidak diperbolehkan.
KEPUTUSAN
2
- Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan
tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari
ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola
yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2
diperbolehkan untuk digunakan.
- Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan
pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola
Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:
- Logo resmi “FIFA APPROVED” atau “FIFA
INSPECTED” atau Referensi “International Match Ball Standard”
- Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola
tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis,
masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2,
daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan
oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan
pengujian tersebut.
- Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang
akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang
digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga
persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2
- Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan
bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya
sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola
yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.
- Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah
pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk
iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat
kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya
dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
Jumlah
Pemain
Pemain
Dalam setiap pertandingan dimainkan
oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu
diantaranya adalah penjaga gawang.
Prosedur
Pergantian Pemain
- Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama
pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang
dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.
- Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum
tujuh orang pemain.
- Jumlah pergantian pemain selama pertandingan
berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk
kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
– Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
– Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
– Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
– Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
- Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain
lainnya.
Pelanggaran
dan Sanksi
- Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang
pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya
meninggalkan lapangan secara sempurna maka:
– Permainan dihentikan.
– Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
– Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
– Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
– Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.
- Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain
pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan
dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah
ditetapkan, maka:
– Permainan dihentikan.
– Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
- Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak
langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika
permainan dihentikan.
Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.
- KEPUTUSAN 1
Pada permulaan permainan, setiap tim
harus bermain dengan lima orang pemain.
- KEPUTUSAN 2
Jika dalam suatu pertandingan yang
sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain
(termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.
- KEPUTUSAN 3
Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para
pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak
boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku
dengan yang wajar.
Perlengkapan
Pemain
- KESELAMATAN
Seorang pemain tidak boleh
menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri
atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.
- DASAR PERLENGKAPAN
Dasar perlengkapan yang diwajibkan
dari seorang pemain adalah:
– Seragam atau kostum.
– Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
– Kaos kaki.
– Pengaman kaki (shinguards).
– Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.
– Seragam atau kostum.
– Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
– Kaos kaki.
– Pengaman kaki (shinguards).
– Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.
- SERAGAM ATAU KOSTUM
– Diberi nomor antara 1 – 15 dan
harus tampak pada bagian belakang kostum.
– Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
– Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
- PENGAMAN KAKI (Shinguards).
– Secara keseluruhan pengaman kaki
harus ditutup oleh kaos kaki.
– Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
– Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
– Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
– Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
- PENJAGA GAWANG
– Penjaga gawang diperkenankan
memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
– Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
– Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
– Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
– Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
- PELANGGARAN DAN SANGSI
Untuk setiap pelanggaran dari
Peraturan ini :
– Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
– Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
- MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan
peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan
pelanggaran.
– Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2. Baju kaos harus pakai lengan.
– Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2. Baju kaos harus pakai lengan.
Wasit
- WEWENANG WASIT
Setiap pertandingan dipimpin oleh
seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan
Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk
memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan
lapangan tersebut.
- KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT
– Memegang teguh Peraturan
Permainan.
– Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
– Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
– Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
– Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
– Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
– Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
– Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
– Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
– Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
– Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
– Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
– Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
– Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
– Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
– Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
– Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
– Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
– Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
- KEPUTUSAN WASIT
Semua keputusan wasit mengenai fakta
yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.
Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
- KEPUTUSAN 1
Jika wasit dan wasit kedua, secara
bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat
perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
- KEPUTUSAN 2
Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau
mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap
keputusan wasitlah yang dibenarkan.
Wasit
Kedua
TUGAS:
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
– Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.
KEPUTUSAN
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
Pencatat
Waktu dan Wasit Ketiga
- TUGAS DAN KEWAJIBAN
Seorang pencatat waktu (Timekeeper)
dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada
pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang
pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang
sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk
mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi
atau klub pemilik lapangan.
- PENCATAT WAKTU (The Time Keeper)
Memastikan bahwa lama waktu
disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
– Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
– Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
– Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
– Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
– Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
– Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
– Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
– Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
– Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
– Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
– Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
– Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
– Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
– Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
– Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
– Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
- WASIT KETIGA
Wasit ketiga membantu mencatat
waktu:
– Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
– Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
– Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
– Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
– Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.
Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.
– Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
– Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
– Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
– Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
– Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.
Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.
- KEPUTUSAN 1
Untuk pertandingan Internasional,
diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.
- KEPUTUSAN 2
Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu
(chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi
yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu
menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta
memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak
permainan.
Lamanya
Pertandingan/Periode Pertandingan
- WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela)
Setiap Tim berhak meminta waktu
untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat
diberlakukan untuk [/li][/list]mendapatkan Time-out:
– Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
– Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
– Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
– Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
– Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
– Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
– Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
– Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
– Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
– Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
- JARAK WAKTU ISTIRAHAT
Waktu istirahat antar babak tidak
boleh lebih dari 15 menit.
KEPUTUSAN DAN PENUGASAN
KEPUTUSAN DAN PENUGASAN
- KEPUTUSAN 1
Jika Pencatat waktu tidak ada,
pelatih minta time-out kepada wasit.
- KEPUTUSAN 2
Jika peraturan kompetisi menetapkan
bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak
ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.
Memulai dan Memulai kembali Permainan
Memulai dan Memulai kembali Permainan
- PENDAHULUAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui
lemparan koin.Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin
diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
- TENDANGAN Permulaan (Kick-off)
Kick-off adalah cara untuk memulai
permainan:
– Pada permulaan babak pertama pertandingan.
– Setelah gol tercetak/tercipta.
– Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
– Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
– Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
PROSEDUR
– Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
– Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
– Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
– Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
– Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
– Pada permulaan babak pertama pertandingan.
– Setelah gol tercetak/tercipta.
– Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
– Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
– Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
PROSEDUR
– Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
– Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
– Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
– Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
– Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
- PELANGGARAN DAN SANGSI
– Jika penendang menyentuh bola
untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka
tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari
tempat terjadinya pelanggaran.
– Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
– Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
– Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
– Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
- MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola adalah cara untuk
memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola
merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola
mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau
garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan
permainan.
- PROSEDUR
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola
ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam
daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis
daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan
dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola
sudah menyentuh lapangan.
- PELANGGARAN DAN SANGSI
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
– Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
– Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
– Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
– Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
- KETENTUAN KHUSUS
– Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam
daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah
pinalti.
– Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
– Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
– Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
– Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Bola
di dalam dan Luar Permainan
- BOLA DILUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
– Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
– Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
– Bola menyentuh langit-langit.
– Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
– Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
– Bola menyentuh langit-langit.
- BOLA DIDALAM PERMAINAN
Bola dalam permainan setiap waktu
termasuk ketika :
– Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
– Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
– Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
– Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
- KEPUTUSAN
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada
lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit,
Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada
lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari
sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
Cara
Mencetak Gol
- GOL MASUK GAWANG
Kecuali ditentukan lain dari
peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati
garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola
tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan
seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
- TIM PEMENANG
Tim yang mencetak jumlah gol paling
banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang
sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau
seri.
- PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang
berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan
perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan
pemenangnya.
Kesalahan-kesalahan
- TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan
kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk
pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan
yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
– Menendang atau mencoba menendang lawan.
– Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
– Menerjang lawan.
– Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
– Memukul atau mencoba memukul lawan.
– Mendorong lawan.
Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
– Memegang lawan.
– Meludah pada lawan.
– Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
– Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
– Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
– Menendang atau mencoba menendang lawan.
– Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
– Menerjang lawan.
– Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
– Memukul atau mencoba memukul lawan.
– Mendorong lawan.
Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
– Memegang lawan.
– Meludah pada lawan.
– Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
– Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
– Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
- TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti diberikan, jika
seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak
peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
- TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Tendangan bebas tidak langsung
diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah
satu pelanggaran dibawah ini :
– Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
– Bermain dengan cara yang membahayakan.
– Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
– Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
– Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
– Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
– Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
– Bermain dengan cara yang membahayakan.
– Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
– Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
– Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
- SANGSI DISIPLIN
Kartu kuning dan kartu merah hanya
dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
- PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan
menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai
berikut :
– Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
– Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
– Tetap melanggar Peraturan Permainan.
– Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
– Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
– Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
– Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
– Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
– Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
– Tetap melanggar Peraturan Permainan.
– Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
– Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
– Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
– Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
- PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan
dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu
pelanggaran sebagai berikut :
– Pemain bermain sangat kasar.
– Pemain melakukan tindakan kasar.
– Meludah pada lawan atau orang lain.
– Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
– Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
– Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
– Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
– Pemain bermain sangat kasar.
– Pemain melakukan tindakan kasar.
– Meludah pada lawan atau orang lain.
– Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
– Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
– Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
– Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
- KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika permainan dihentikan untuk
sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan
pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan
bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat
dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah
pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah
pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
- KEPUTUSAN – KEPUTUSAN
1. Seorang pemain yang dikeluarkan
oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang
berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar
lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya
dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya
berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal
ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
– Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
– Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
– Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
– Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
– Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
– Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
– Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
– Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
– Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
– Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
Tendangan
Bebas
TENDANGAN BEBAS
Tendangan bebas terdiri dari tendangan bebas langsung dan tidak langsung.
Untuk kedua tendangan bebas bola harus diam dan tidak bergerak dan penendang tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum disentuh/tersentuh oleh pemain lainnya.
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.
POSISI TENDANGAN BEBAS
• Seluruh pemain lawan paling kurang harus berada tidak kurang banyak 5 m dari bola sampai bola dalam permainan.(until it is in play)
• Bola kembali berada dalam permainan setelah bola ditendang, disentuh/tersentuh atau dimainkan oleh pemain lain.
• Ketika tim bertahan laksanakan tendangan bebas dari dalam daerah pinalti sendiri, semua pemain lawan harus berada di luar daerah pinalti. Bola dalam permainan segera setelah meninggalkan keluar daerah penalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika ketika tendangan bebas dilakukan, posisi lawan berada lebih dekat dengan bola dari jarak yang ditentukan maka:
• Tendangan bebas dilakukan ulang (diulang).
Jika setelah bola berada dalam permainan, penendang menyentuh/memainkan bola kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.(from the place where the infringement)
Jika tendangan bebas dilakukan lebih dari 4 detik maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
TANDA ISYARAT DARI WASIT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Wasit menunjuk pada satu lengannya secara horizontal, menunjuk arah tendangan yang akan dilakukan. Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dihitung sebagai kesalahan yang diakumulasikan, wasit menunjuk kearah posisi terjadinya pelanggaran, sementara jari lainnya memberi isyarat kepada wasit ketiga, atau ofisial pertandingan lainnya agar mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Wasit mengindikasikan sebuah tendangan bebas tidak langsung dengan menaikkan tangan diatas kepala.Ia tetap mengangkat tangannya dengan posisi tersebut hingga tendangan telah dilakukan dan bola telah menyentuh/disentuh pemain lain atau keluar lapangan permainan.
Tendangan bebas terdiri dari tendangan bebas langsung dan tidak langsung.
Untuk kedua tendangan bebas bola harus diam dan tidak bergerak dan penendang tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum disentuh/tersentuh oleh pemain lainnya.
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.
POSISI TENDANGAN BEBAS
• Seluruh pemain lawan paling kurang harus berada tidak kurang banyak 5 m dari bola sampai bola dalam permainan.(until it is in play)
• Bola kembali berada dalam permainan setelah bola ditendang, disentuh/tersentuh atau dimainkan oleh pemain lain.
• Ketika tim bertahan laksanakan tendangan bebas dari dalam daerah pinalti sendiri, semua pemain lawan harus berada di luar daerah pinalti. Bola dalam permainan segera setelah meninggalkan keluar daerah penalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika ketika tendangan bebas dilakukan, posisi lawan berada lebih dekat dengan bola dari jarak yang ditentukan maka:
• Tendangan bebas dilakukan ulang (diulang).
Jika setelah bola berada dalam permainan, penendang menyentuh/memainkan bola kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.(from the place where the infringement)
Jika tendangan bebas dilakukan lebih dari 4 detik maka:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
TANDA ISYARAT DARI WASIT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Wasit menunjuk pada satu lengannya secara horizontal, menunjuk arah tendangan yang akan dilakukan. Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dihitung sebagai kesalahan yang diakumulasikan, wasit menunjuk kearah posisi terjadinya pelanggaran, sementara jari lainnya memberi isyarat kepada wasit ketiga, atau ofisial pertandingan lainnya agar mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan.
TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Wasit mengindikasikan sebuah tendangan bebas tidak langsung dengan menaikkan tangan diatas kepala.Ia tetap mengangkat tangannya dengan posisi tersebut hingga tendangan telah dilakukan dan bola telah menyentuh/disentuh pemain lain atau keluar lapangan permainan.
Pelanggaran
yang Diakumulasikan
PELANGGARAN TERAKUMULASI
• Hukuman tersebut dilakukan dengan memberikan tendangan bebas langsung seperti disebutkan dalam Peraturan No.12.
• Lima kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing tim diakumulasikan dibabak pertama dan dicatat dalam ringkasan pertandingan.
POSISI TENDANGAN BEBAS
Untuk kumpulan lima jenis pelanggaran pertama dicatat oleh kedua tim di setiap babaknya:
• Para pemain dari tim lawan boleh membentuk dinding untuk mempertahankan tendangan bebas.
• Seluruh pemain lawan harus berada tidak kurang berjarak 5 meter dari bola, sampai bola dalam permainan.
• Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan bebas ini.
Pada permulaan dari terjadinya pelanggaran akumulasi yang keenam dicatat untuk kedua tim pada setiap babak:
• Para pemain tim lawan tidak boleh membentuk dinding (untuk mempertahankan tendangan bebas yang diberikan akibat Pelanggaran keenam).
• Pemain yang melakukan tendangan bebas harus diidentifikasi dengan baik dan jelas.
• Penjaga gawang harus tetap dalam daerah pinaltinya dengan tidak kurang jarak 5 meter dari bola.
• Seluruh pemain lainnya di lapangan harus tetap berada sejajar dengan bola dan paralel dengan garis gawang, dan diluar daerah pinalti. Mereka harus berjarak tidak kurang 5 meter dari bola dan tidak boleh mengganggu pemain yang akan melakukan tendangan bebas. Tidak boleh ada pemain lain yang boleh melewati barisannya yang sejajar dengan posisi bola (tidak boleh melewati garis imajiner) sampai bola telah disentuh atau dimainkan.
PROSEDUR
untuk pelanggaran keenam dan pelanggaran terakumulasi selanjutnya
• Pemain yang melakukan tendangan bebas, harus menendang bola dengan tujuan mencetak gol dan tidak boleh mengoper bola kepada pemain kawan satu timnya
• Setelah tendangan bebas dilakukan, tidak ada pemain yang boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh penjaga gawang, atau telah memantul pada tiang gawang atau palang gawang atau telah meninggalkan lapangan (yang dimaksud keluar lapangan).
• Jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua. Seperti yang telah di jelaskan pada peraturan No.1.Tendangan bebas dilakukan sesuai dengan ketentuan “Posisi dari tendangan bebas”.
• Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
• Tambahan untuk perpanjangan waktu harus diberikan untuk sebuah tendangan bebas yang dilakukan pada akhir dari setiap permainan.
• Jika permainan masuk kedalam waktu tambahan, maka semua pelanggaran yang telah diakumulasikan dari babak kedua pertandingan, tetap berlanjut untuk diakumulasikan kedalam waktu tambahan.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim bertahan melanggar terhadap peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang jika gol tercipta.
Jika pemain dari tim yang sama yang melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika gol tercipta.
• Jika gol tidak tercipta, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung diberikan tim lawan, dilaksanakan dari tempat bola berada ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melakukan tendangan melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua, ini setelah bola dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi kecuali kejadian ini terjadi didalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini tendangan bebas langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada saat tempat terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini:
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh / ditendang ke depan.
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mantul ke dalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
• Wasit hentikan permainan (sementara);
• Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (=dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda) .
• Hukuman tersebut dilakukan dengan memberikan tendangan bebas langsung seperti disebutkan dalam Peraturan No.12.
• Lima kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing tim diakumulasikan dibabak pertama dan dicatat dalam ringkasan pertandingan.
POSISI TENDANGAN BEBAS
Untuk kumpulan lima jenis pelanggaran pertama dicatat oleh kedua tim di setiap babaknya:
• Para pemain dari tim lawan boleh membentuk dinding untuk mempertahankan tendangan bebas.
• Seluruh pemain lawan harus berada tidak kurang berjarak 5 meter dari bola, sampai bola dalam permainan.
• Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan bebas ini.
Pada permulaan dari terjadinya pelanggaran akumulasi yang keenam dicatat untuk kedua tim pada setiap babak:
• Para pemain tim lawan tidak boleh membentuk dinding (untuk mempertahankan tendangan bebas yang diberikan akibat Pelanggaran keenam).
• Pemain yang melakukan tendangan bebas harus diidentifikasi dengan baik dan jelas.
• Penjaga gawang harus tetap dalam daerah pinaltinya dengan tidak kurang jarak 5 meter dari bola.
• Seluruh pemain lainnya di lapangan harus tetap berada sejajar dengan bola dan paralel dengan garis gawang, dan diluar daerah pinalti. Mereka harus berjarak tidak kurang 5 meter dari bola dan tidak boleh mengganggu pemain yang akan melakukan tendangan bebas. Tidak boleh ada pemain lain yang boleh melewati barisannya yang sejajar dengan posisi bola (tidak boleh melewati garis imajiner) sampai bola telah disentuh atau dimainkan.
PROSEDUR
untuk pelanggaran keenam dan pelanggaran terakumulasi selanjutnya
• Pemain yang melakukan tendangan bebas, harus menendang bola dengan tujuan mencetak gol dan tidak boleh mengoper bola kepada pemain kawan satu timnya
• Setelah tendangan bebas dilakukan, tidak ada pemain yang boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh penjaga gawang, atau telah memantul pada tiang gawang atau palang gawang atau telah meninggalkan lapangan (yang dimaksud keluar lapangan).
• Jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua. Seperti yang telah di jelaskan pada peraturan No.1.Tendangan bebas dilakukan sesuai dengan ketentuan “Posisi dari tendangan bebas”.
• Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
• Tambahan untuk perpanjangan waktu harus diberikan untuk sebuah tendangan bebas yang dilakukan pada akhir dari setiap permainan.
• Jika permainan masuk kedalam waktu tambahan, maka semua pelanggaran yang telah diakumulasikan dari babak kedua pertandingan, tetap berlanjut untuk diakumulasikan kedalam waktu tambahan.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim bertahan melanggar terhadap peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang jika gol tercipta.
Jika pemain dari tim yang sama yang melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:
• Tendangan diulang jika gol tercipta.
• Jika gol tidak tercipta, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung diberikan tim lawan, dilaksanakan dari tempat bola berada ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melakukan tendangan melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua, ini setelah bola dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi kecuali kejadian ini terjadi didalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini tendangan bebas langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada saat tempat terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini:
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh / ditendang ke depan.
• Tendangan bebas diulang.
Jika bola mantul ke dalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
• Wasit hentikan permainan (sementara);
• Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (=dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda) .
Tendangan
Pinalti
Tendangan pinalti diberikan terhadap
tim yang melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung, di
dalam daerah pinaltinya sendiri dan ketika bola dalam permainan.
Gol dapat dicetak secara langsung dari tendangan pinalti.
Diperkenankan waktu tambahan untuk tendangan pinalti yang akan dilakukan pada akhir setiap babak atau pada akhir setiap periode perpanjangan waktu.
POSISI BOLA DAN PARA PEMAIN
Bola :
• Bola ditempatkan di titik pinalti.
Pemain yang mengambil tendangan pinalti:
• Teridentifikasi dengan benar
Penjaga gawang tim bertahan:
• Tetap berada pada garis gawangnya, menghadap ke penendang, diantara kedua tiang gawang, di bawah palang gawang hingga bola telah ditendang.
Posisi pemain lain selain penendang:
• Tetap berada didalam lapangan.
• Diluar daerah pinalti
• Dibelakang atau di samping titik pinalti.
• Paling kurang berjarak 5 meter dari titik pinalti.
PROSEDUR
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti menendang bola ke arah depan.
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti tidak boleh memainkan bola untuk kedua kali hingga bola disentuh/menyentuh pemain lainnya.
• Bola dalam permainan dan setelah bola ditendang dan bergerak kearah depan.
Ketika dilakukan tendangan pinalti terjadi selama pertandingan normal dilakukan atau dengan waktu perpanjangan baik setengah babak maupun penuh, untuk melakukan tendangan pinalti atau tendangan pinalti diulang, sebuah gol diberikan atau dikatakan sah jika sudah melewati kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang.
• Bola menyentuh salah satu tiang gawang, atau kedua tiang gawang atau palang gawang dan atau penjaga gawang.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim yang bertahan melanggar peraturan ini :
• Tendangan diulang, jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang, jika tendangan tercipta gol.
Jika rekan tim pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan ini maka :
• Tendangan diulang, jika tercipta gol.
• Jika tidak teripta gol, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan, dilaksanakan dari tempat dimana bola berada (saat itu) ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan tendangan pinalti ini, setelah bola berada dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali tendangan terjadi didalam daerah pinalti, yang mana tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini :
• Tendangan pinalti diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh/ditendang ke depan :
• Tendangan diulang.
Jika bola mantul kedalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
wasit hentikan permainan (sementara).
Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda).
Gol dapat dicetak secara langsung dari tendangan pinalti.
Diperkenankan waktu tambahan untuk tendangan pinalti yang akan dilakukan pada akhir setiap babak atau pada akhir setiap periode perpanjangan waktu.
POSISI BOLA DAN PARA PEMAIN
Bola :
• Bola ditempatkan di titik pinalti.
Pemain yang mengambil tendangan pinalti:
• Teridentifikasi dengan benar
Penjaga gawang tim bertahan:
• Tetap berada pada garis gawangnya, menghadap ke penendang, diantara kedua tiang gawang, di bawah palang gawang hingga bola telah ditendang.
Posisi pemain lain selain penendang:
• Tetap berada didalam lapangan.
• Diluar daerah pinalti
• Dibelakang atau di samping titik pinalti.
• Paling kurang berjarak 5 meter dari titik pinalti.
PROSEDUR
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti menendang bola ke arah depan.
• Pemain yang melakukan tendangan pinalti tidak boleh memainkan bola untuk kedua kali hingga bola disentuh/menyentuh pemain lainnya.
• Bola dalam permainan dan setelah bola ditendang dan bergerak kearah depan.
Ketika dilakukan tendangan pinalti terjadi selama pertandingan normal dilakukan atau dengan waktu perpanjangan baik setengah babak maupun penuh, untuk melakukan tendangan pinalti atau tendangan pinalti diulang, sebuah gol diberikan atau dikatakan sah jika sudah melewati kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang.
• Bola menyentuh salah satu tiang gawang, atau kedua tiang gawang atau palang gawang dan atau penjaga gawang.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika seorang pemain dari tim yang bertahan melanggar peraturan ini :
• Tendangan diulang, jika tidak tercipta gol.
• Tendangan tidak diulang, jika tendangan tercipta gol.
Jika rekan tim pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan ini maka :
• Tendangan diulang, jika tercipta gol.
• Jika tidak teripta gol, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan, dilaksanakan dari tempat dimana bola berada (saat itu) ketika pelanggaran terjadi.
Jika pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan tendangan pinalti ini, setelah bola berada dalam permainan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali tendangan terjadi didalam daerah pinalti, yang mana tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini :
• Tendangan pinalti diulang.
Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh/ditendang ke depan :
• Tendangan diulang.
Jika bola mantul kedalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):
wasit hentikan permainan (sementara).
Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda).
Tendangan
Dalam
Tendangan kedalam adalah cara untuk
memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan
kedalam.
Tendangan kedalam diberikan:
• Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
• Di tempat persilangan garis samping lapangan.
• Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.
POSISI BOLA DAN PEMAIN
BOLA
• Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
• Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.
Pemain mengambil tendangan kedalam:
• Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.
Pemain dari tim yang bertahan:
• Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.
PROSEDUR
• Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
• Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
• Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:
• Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukandari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:
• Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
• Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
• Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
• Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.
PERATURAN 17
PEMBERSIHAN GOL
Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang.
Pembersihan gol diberikan jika :
• Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang, telah melewati garis gawang, apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. 11.
PROSEDUR
• Bola dilempar dari titik manapun dalam daerah pinalti oleh penjaga gawang dari tim bertahan.
• Para pemain lawan harus tetap berada diluar daerah pinalti sampai bola berada dalam permainan.
• Penjaga gawang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut dimainkan oleh pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan.
• Bola dalam permainan ketika bola tersebut dilempar langsung keluar dari daerah pinalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika bola tidak dilempar langsung keluar daerah pinalti:
• Pembersihan gol diulang.
Jika bola sudah dalam permainan, penjaga gawang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersebut dimainkan pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali hal tersebut terjadi didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Setelah bola berada dalam permainan, penjaga gawang menerimanya kembali dari rekan tim:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pembersihan gol dilaksanakan dalam waktu lebih dari 4 detik oleh penjaga gawang yang memegang bola:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari garis daerah penalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Aduh, panjang juga ya peraturan permainan futsal yang lengkap dan terbaru, untuk itu Anda dapat memprintnya saja agar lebih dimudahkan.Dari peraturan di atas terpampang bahwa futsal memiliki peraturan yang ketat dan seorang pemain tidak boleh sembrono. Semoga membantu salam olahraga
Tendangan kedalam diberikan:
• Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
• Di tempat persilangan garis samping lapangan.
• Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.
POSISI BOLA DAN PEMAIN
BOLA
• Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
• Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.
Pemain mengambil tendangan kedalam:
• Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.
Pemain dari tim yang bertahan:
• Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.
PROSEDUR
• Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
• Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
• Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:
• Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukandari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:
• Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
• Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
• Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
• Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.
PERATURAN 17
PEMBERSIHAN GOL
Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang.
Pembersihan gol diberikan jika :
• Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang, telah melewati garis gawang, apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. 11.
PROSEDUR
• Bola dilempar dari titik manapun dalam daerah pinalti oleh penjaga gawang dari tim bertahan.
• Para pemain lawan harus tetap berada diluar daerah pinalti sampai bola berada dalam permainan.
• Penjaga gawang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut dimainkan oleh pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan.
• Bola dalam permainan ketika bola tersebut dilempar langsung keluar dari daerah pinalti.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Jika bola tidak dilempar langsung keluar daerah pinalti:
• Pembersihan gol diulang.
Jika bola sudah dalam permainan, penjaga gawang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersebut dimainkan pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali hal tersebut terjadi didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Setelah bola berada dalam permainan, penjaga gawang menerimanya kembali dari rekan tim:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Jika pembersihan gol dilaksanakan dalam waktu lebih dari 4 detik oleh penjaga gawang yang memegang bola:
• Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari garis daerah penalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Aduh, panjang juga ya peraturan permainan futsal yang lengkap dan terbaru, untuk itu Anda dapat memprintnya saja agar lebih dimudahkan.Dari peraturan di atas terpampang bahwa futsal memiliki peraturan yang ketat dan seorang pemain tidak boleh sembrono. Semoga membantu salam olahraga
Lompat Tinggi Galah
Lompat
Tinggi Galah adalah salah satu cabang olahraga atletik , yang dilakukan
atlet untuk melompat pada jarak tertentu dengan bantuan sebuah bambu panjang ,
atau tongkat panjang (galah) agar bisa sampai ke tujuan lompatannya.
Lompat
tinggi galah , mempunyai tata cara dalam pelaksanaannya , mungkin ada beberapa
atlet yang belum mengetahunya , maka dari itu artikel ampuh menulis artikel ini
mengenai Teknik Olahraga Lompat Tinggi Galah agar bisa membantu
para pembaca sekalian.
- Lari awalan yang cepat dan
lancar dengan membuat 15-19 langkah dan mempercepat langkah bagi 6 langkah
terakhir
- Pelompat yang memegang galah
dengan tangan kanan , membawa galah di sebelh kanan badannya , dengan
tangan kanan dekat dengan ujung atas galah.
- Galah lompat di dorong ke
depan atas selama tiga langkah terakhir.
- Kaki tolak/tumpu ada dibawah
tangan atas
- Pelompat yang tidak kidal
mengayun kaki kanan ke atas dan melewati galah di sebelah kanannya.
- Lengan kiri tetap kaku/tegar
dan bengkok pada siku pada saat bertolak untuk memelihara agar si pelompat
tetap berada di belakang galah.
- Bergoyanglah ke belakang ,
tetap di belakang galah berputar mengitari as pada bahu.
- Usahakan kaki diangkat jauh
tinggi di atas kepala sebelum berputar dan tunda perputaran sempurna
sampai galah menjadi lurus
- Tariklah dengan lengan
kemudian doronglah untuk melengkungkan tubuh di atas bilah-lompat.
- Badan melengkung pada saat
kaki-kaki diturunkan dan akhirnya togok - badan dan lengan diangkat ke
belakang.
Lempar cakram
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.
Latihan dasar menggunakan ring karet atau rotan
- Diawali dengan sikap tegap
- Langkahkan salah satu kaki sambil
mengayunkan ring ke depan
- Lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh,
jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada di bawah ketinggian
bahu
- Langkahkan kaki lurus ke depan
(berlawanan dengan arah tangan). Ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan.
Kemudian lepaskan ring, ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki
belakang ke depan.
Cara memegang cakram:
Pegang dengan buku ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping
cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam
Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh. Pada
saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus.
Jangan sampai lepas.
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
- Persiapan
- Berdiri dengan kedua kaki dibuka
lebar
- Pegang cakram dengan tangan kanan.
Ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri, kemudian ke
kanan secara berulang-ulang. Saat cakram diayun ke kiri, bantu tangan
kiri dengan cara menyangganya.
- Pelaksanaan
- Ayunkan cakram ke depan lalu ke
belakang
- Pada saat cakram di belakang, putar
badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o )
- Lepaskan cakram pada saat berada di
depan muka
- Penutup
- Bantu lemparan dengan kaki kanan
agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga badan melonjak ke
depan-atas
- Langkahkan kaki kanan ke depan untuk
menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan
badan
Arung Jeram Indonesia Selayang Pandang
Setiap orang yang sehat dapat mencoba olah raga arung jeram.Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga (sport), tetapi juga petualangan (adventure) dengan berbagai resikonya.Apa yang mengilhami orang untuk bermain Arung Jeram? Para penggemarnya mengatakan karena olah raga ini membawa suatu pengalaman baru, sebagai obat dari kejenuhan kesibukan keseharian.Beberapa orang berpendapat bahwa Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan.Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu. Ketika menghadapi jeram-jeram kita biasanya akan berteriak, ini juga melepaskan ketegangan-ketegangan dalam jiwa, dan merupakan obat yang ampuh bagi berbagai stress.
Dengan mengarungi sungai, kita akan menikmati sudut yang lain dari keindahan pemandangan alam. Seperti di Sungai Alas yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Barat, kita akan menyaksikan keindahan alam, juga flora dan faunanya yang berbeda bila kita jelajahi dengan jalan biasa. Juga di Citarik, yang merupakan aliran sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun, kita juga akan menyaksikan pemandangan alam, hewan-hewan air dan burung-burung, yang sulit kita nikmati di jalur lain.
Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu.Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian.Dan di peradaban (yang katanya telah lebih) moderen, kegiatan Arung Jeram telah berubah menjadi kegiatan rekreasi dan olah raga petualangan.
Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakanya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun.Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini.
Arung Jeram di Indonesia
Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional.Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.
Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak.Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi.Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang.Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat.Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.
Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya. Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali.Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya.Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.
Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan - Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.
Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.
Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini.Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada.Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram.Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.
Utamakan Selamat
Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering), Panjat Tebing (Rock Climbing), dan juga Penyelusuran Gua (Caving), Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya.Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba.Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya.Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam.Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.
Federasi Arung Jeram Indonesia
Dengan terus berkembanganya Arung Jeram di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Arung Jeram Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) antara lain bertujuan mengembangkan Arung Jeram sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.
Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin.Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional (IRF) serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia.
Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4.Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh - Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network (GRN) dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias.
Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda.Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya, dan meluncurkan Web Site http://www.faji.org.
Oleh : Sekretariat PB
FAJI Oktober 2005
PARALAYANG
Paralayang (bahasa Inggris: paragliding) adalah olahraga
terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan
rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang
Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero
Sport Indonesia). Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan
memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang
menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam
yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang
disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua
sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang
jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan
mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Peralatan
Atlet paralayang lepas landas.
Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut,
harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan
paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang
dapat digendong di punggung.Perlengkapan utama dalam olahraga paralayang antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot. Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua/tandem.
Pilot duduk di suatu sabuk (harness) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga ini mulai muncul pada sekitar 1950-an dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun 1989 di Kössen, Austria.
Di Yogyakarta latihan paralayang biasa dilakukan di kawasan tebing Parangndog dengan pendaratan di pantai Parangtitis. Bulan-bulan baik untuk melakukan latihan adalah dari Januari hingga April.
