Unknown
On Minggu, 07 Juni 2015
Kendo
YASUO Ogawachi
(57) menghunus samurai. Suasana begitu sunyi. Kemudian secara tiba-tiba, ia
menggerakkan pedangnya itu ke depan. Swiiing… terdengar suara gesekan
pedang di udara.
Ia seperti hendak menebas kepala musuh. Gerak silatnya
lambat, tapi fokus pada tarian pedang. Yasuo sedang mempraktikkan teknik pedang
Jepang melalui olahraga Kendo.
Kendo merupakan seni beladiri yang berasal dari Jepang. Ia
berasal dari kata ken yang artinya pedang dan do berarti
jalan. Jadi, kendo adalah suatu jalan atau proses displin diri yang membentuk
suaru pribadi samurai yang pemberani dan loyal, demikian menurut Wikipedia.
Yasuo merupakan pelatih Kendo di Jakarta, yang tergabung
dalam Jakarta Kendo Association. Ia belajar Kendo dari keluarganya sejak umur
12 tahun. Yasuo mengatakan, seni beladiri ini sudah berumur sekitar 450 tahun
di Jepang. Awalnya, seni pedang ini berkembang di dalam istana kaisar dan
dipelajari oleh para prajurit. “Waktu itu namanya bushi. Ia
menguasai Kendo untuk menjaga kaisar dan keluarganya,” kata Yasuo saat
ditemui Jurnal Nasional di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta,
Rabu (20/2).
Menurutnya, Kendo merupakan silat yang bersifat
turun-temurun dari generasi ke generasi. Ia menjadi semacam tradisi masyarakat
Jepang. Latihan Kendo menggunakan alat pedang ketika Zaman Edo (1603-1867),
periode dalam sejarah Jepang sejak shogun pertama Tokugawa
Ieyusu mendirikan Keshogunan Tokugawa di Edo. Zaman ini disebut juga zaman
modern Jepang.
Meski berawal untuk melindungi keluarga istana, Yasuo
mengatakan saat ini Kendo dipelajari sebagai bentuk olahraga. “Tujuannya bukan
untuk membunuh, tapi melindungi diri,” ucapnya.
“Ini beladiri tradisional Jepang, patut dipelajari. Ini juga
bukan bermaksud melakukan penyerangan, tapi tujuannya melatih hati kita.”
Ia menjelaskan bahwa Kendo sempat dilarang ketika Perang
Dunia II, saat Jepang perang dengan Amerika Serikat. Setelah jatuhnya bom atom
di Nagasaki dan Hiroshima, lambat laun Kendo mulai boleh dipelajari secara
terbuka. “Tapi tidak memakai pedang tajam, hanya pedang dari bambu,” kata
Yasuo, yang sudah dua kali meraih juara pertama level ke-7 Kejuaraan Kendo
Nasional di Jepang tahun 2011 dan 2012.
“Seorang kendoka (seseorang yang berlatih kendo), pasti akan
mengerti bahwa kendo adalah sebuah pengalaman seumur hidup dan hanya dengan
melalui kerendahan hati mereka dapat menjaga pikiran tetap terbuka untuk terus
belajar,” tulisnya.
Dalam situs http://www.jakartakendo.com dijelaskan bahwa Kendo modern mempunyai sedikit
kesamaan dengan way of the sword yang sering ditampilkan dalam
film atau televisi. Dasar-dasar utama dari Kendo dapat dilihat kembali pada
masa kuno para prajurit Jepang. Tapi, Kendo sekarang ini -meski memakai pedang
bambu dan bushido- tujuannya untuk membangun karakter, disiplin, dan
rasa hormat. Ada yang mengatakan bahwa Kendo sedikit berbeda dengan olahraga,
tapi lebih pada sebuah cara hidup.
Makanya, para kendoka diajari bagaimana beretika, tidak
hanya berlatih silat. Seperti setiap kali masuk ke tempat latihan atau dojo,
haruslah membungkuk atau rei. Selain itu, mereka haruslah menjaga
kebersihan dojo. Tidak boleh ada sepatu yang diperkenankan masuk dojo, tapi
menempatkan sepatu di luar dojo secara rapi.
Mereka juga diajarkan kesopanan, rasa malu dan cara
menghormati guru dan senior. Dan, masih banyak lagi tatakrama yang diajarkan
agar menjadi pribadi yang baik.
Di Indonesia, ada beberapa asosiasi Kendo dan semuanya
tergabung dalam wadah Indonesia Kendo Association, antara lain: Kendo Jakarta
Associaton, Bandung Kendo Federation,Yogya Kendo Association, Suroboyo
Kenyuukai, Malang Kendo Club, dan Medan Kendo Club.
Untuk di Jakarta, asosiasi tersebut didirikan pada 2007 dan
latihannya dilakukan di Sekolah Jepang di Jalan Elang, Bintaro Jaya Sektor IX,
Tangerang, setiap minggu pagi. Biasanya pendaftaran dibuka setahun dua kali
yaitu setiap enam bulan yaitu Januari dan Juni. Direkemondasikan untuk
anak-anak yang ingin berlatih minimal berusia 11 tahun.
Saat latihan bertanding, kendoka selalu berteriak-teriak
setiap melepaskan pedang yang mengenai sasaran. Memang Kendo adalah beladiri
yang berisik dan keras. Mengapa selalu berisik? Willy, seorang kendoka Jakarta
yang berlatih sejak 2001 ini, mengatakan hal itu dilakukan karena untuk
memotivasi diri agar lebih semangat. “Jadi lawan menjadi takut,” ujar Willy
saat menerangkan Kendo di depan anak-anak SD Islam Citra Azzahra Jakarta di
Kedubes Jepang.
Grafis:
Ada empat jenis serangan dalam Kendo yaitu:
1. Men adalah tebasan kepala. Gerakan
teknik ini diarahkan ke kepala lawan. Pedang diangkat di atas kepala dan
kemudian diayunkan ke kepala lawan. Ini adalah teknik dasar. Variasi
dari Men adalah Sayu-Men, serangan ke ara pelipis
kiri atau kanan lawan.
2. Kote adalah tebasan tangan. Sasaran yang
diincar adalah sekitar pergelangan tangan. Gerakannya hampir sama dengan Men,
cuma beda target serangan.
Jika lawan menggunakanchudan-no-kamae (posisi
pedang ada di tengah-tengah badan), maka sasarannya adalah tangan kanan. Tetapi
jika lawan menggunakan jodan-no-kamae (saat posisi pedang lagi
tinggi di atas kepala), sasarannya adalah tangan kiri. Jika lawan menggunakan
dua pedang (nito-ryu), maka kedua lengan dapat dijadikan sasaran.
3. Do adalah tebasan badan atau perut.
Sasarannya adalah sisi kiri atau kanan perut. Kendoka yang mengenai sasaran
perut, kemudian langsung menarik kembali pedangnya, ini seperti gerakan merobek
perut lawan. Teknik ini cukup sulit.
4. Tsuki adalah tusukan dengan sasaran
leher. Ini biasa diajarkan di tingkat menengah dan perlu keahlian tinggi dan
pengaturan sasaran tusukan yang tepat. Biasanya, jurus ini hanya boleh
digunakan oleh anggota senior, dan tidak disarankan untuk digunakan pada saat
pertandingan, kecuali telah disetujui oleh pelatih (sensei).
Grafis:
Tidak seperti seni beladiri lainnya, pencak silat, karate,
atau Muay Thai, berlatih Kendo perlu beberapa perlengkapan atau Bogu.
Di antaranya:
1. Kepala pelindung/helm dan bahu (Men). Ini terbuat
dari mengane (paduan duraluminium atau titanium. Untuk men-futon (potongan
panjang kiri dan kanan mengane), dan tsuki (tutup
pelindung tenggorokan).
2.
Pelindung dada (Do). Ini terbuat dari fiber ringan/bambu dan kulit.
3.
Sarung tangan (Kote) yang terbuat dari kulit sapi atau rusa. Tapi juga
bisa dari kulit sintetis.
4.
Pelindung perut (Taret). Terdiri atas wakihimo (sabuk), haraobi (pelindung
pinggang), danoodare/kodare (pelindung selangkangan).
5. Kendogi (pakaian
kendoka). Ini terdiri atas jaket (gi) dan celanda (hakama).
Keduanya terbuat dari katun dengan warna indigo. Kainnya cukup tebal untuk
memberikan perlindungan dari serangan.
6. Tenugui, sebuah
kain seperti syal yang diikatkan di kepala. Terbuat dari katun tipis bermotif
kaligrafi yang berisi filsafat Jepang. Ia membantu menyerap keringat agar tak
menetes di mata selama bertanding.
7. Pedang. Terdiri atas shinai dan bokken.
Senjata utama dari kendoka adalah shinai (pedang bambu
berlatih secara biasa), keiko (dipakai saat bertarung),
dan shiai (dipakai untuk kompetisi). Shinai ini
dibangun dari 4 bilah bambu. Panjang standar dan beratnya untuk pria adalah
sekitar 500 gram dan wanita sekitar 420 gram.
8. Bokken yang
terbuat dari kayu dan bentuknya mirip samurai/katana asli. Beratnya kurang
lebih 2/3 dari samurai asli. Ini ada dua jenis yaitu panjang dan pendek.
Perahu Naga
Perahu naga (Hanzi
tradisional: 龍舟 atau 龍船; Hanzi sederhana: 龙舟 atau 龙船;
Pinyin:
lóngzhōu, lóngchuán) adalah perahu yang sangat panjang dan sempit yang digerakkan oleh
tenaga manusia dan digunakan pada olahraga dayung perlombaan
perahu naga. Dalam perlombaan, perahu ini biasanya dihiasi dengan kepala dan
ekor naga dan
diharuskan untuk membawa genderang besar dalam perahunya. Masyarakat Tionghoa suku Han
sering menggunakan istilah "Turunan Naga" sebagai identitas etnis
mereka. Di luar kegiatan lomba, hiasan naga biasanya tidak digunakan, tapi
genderang tetap dibawa dalam perahu untuk kepentingan latihan.
Lomba perahu naga sesuai tradisi diadakan untuk memperingati kematian Qu Yuan. Lomba ini merupakan satu-satunya olahraga yang diperingati sebagai libur nasional. Menurut kalender Imlek, acara ini diadakan pada tanggal 5 bulan 5 yang bisanya jatuh pada suatu tanggal di bulan Juni.
Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Cina. Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi: 扒船, bahasa Indonesia: mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: rouzong) dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Cina, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.
Lomba perahu naga sesuai tradisi diadakan untuk memperingati kematian Qu Yuan. Lomba ini merupakan satu-satunya olahraga yang diperingati sebagai libur nasional. Menurut kalender Imlek, acara ini diadakan pada tanggal 5 bulan 5 yang bisanya jatuh pada suatu tanggal di bulan Juni.
Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Cina. Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi: 扒船, bahasa Indonesia: mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: rouzong) dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Cina, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.
Sepak Takraw
- Sejarah Singkat
Olahraga sepaktakraw adalah
transformasi dari permainan yang dalam bahasa Malayu disebut Sepak Raga (raga =
keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa, di
Burma disebut Chinlone, di Laos disebut Kator.
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan yang dianyam bulat.
Transformasi ini terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton
Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King’s Cup World Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King’s Cup SepakTakraw World Championship 2008: August 25-30th).
• Satu orang dari tiga pemain ini berdiri di belakang yang dinamakan “TEKONG”;
• Dua orang pemain depan, dikiri dinamakan Apit Kiri yang dikanan Apit Kanan;
• Istirahat bisa diberikan selama 5 menit sebelum games (set) terakhir dimulai
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan yang dianyam bulat.
Transformasi ini terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton
Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King’s Cup World Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King’s Cup SepakTakraw World Championship 2008: August 25-30th).
- PEMAIN
• Satu orang dari tiga pemain ini berdiri di belakang yang dinamakan “TEKONG”;
• Dua orang pemain depan, dikiri dinamakan Apit Kiri yang dikanan Apit Kanan;
• Istirahat bisa diberikan selama 5 menit sebelum games (set) terakhir dimulai
- BENTUK PERMAINAN
Tangan adalah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bola, dan bagian tubuh yang terutama digunakan untuk menyentuh bola adalah kaki dan kepala. Tujuan dari setiap regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran.
Tekong yang melakukan sepakan permulaan (service) dan mengawal bahagian belakang gelanggang. Apit Kiri dan Apit Kanan mengawal bahagian depan gelanggang dan memikul tugas utama mematikan bola di gelanggang lawan.
Tiap regu akan bertukar tempat setiap berakhir set.
Bentuk permainan Sepaktakraw tidak jauh berbeda dengan permainan bola volley, dengan perbedaan:
• jumlah pemain untuk satu regu adalah tiga (3) orang.
• tangan pemain tidak boleh tersentuh bola.
• posisi pemain tetap / tidak rotasi.
- BOLA
PAKAIAN PEMAIN
Pemain berpakaian olahraga dengan teratur dan memakai sepatu karet.
Pemain berpakaian olahraga dengan teratur dan memakai sepatu karet.
ANGKA (Point)
• Angka kemenangan untuk satu set adalah 21 point.
• Jika kedua regu mendapat 20 angka sama, wasit meneruskan pertandingan setelah berunding dengan regu yang menerima service untuk ditambah 5 angka.
• Jika kedua regu sama-sama memenangi satu game maka diteruskan dengan game terakhir (rubber set). Pemenang games (set) ke-3 adalah pemenang pertandingan itu.
• Angka kemenangan untuk set ke-3 adalah 18 point.
• Angka kemenangan untuk satu set adalah 21 point.
• Jika kedua regu mendapat 20 angka sama, wasit meneruskan pertandingan setelah berunding dengan regu yang menerima service untuk ditambah 5 angka.
• Jika kedua regu sama-sama memenangi satu game maka diteruskan dengan game terakhir (rubber set). Pemenang games (set) ke-3 adalah pemenang pertandingan itu.
• Angka kemenangan untuk set ke-3 adalah 18 point.
- LAPANGAN
# Panjang Lapangan: 13,42 meter.
# Lebar Lapangan : 6,10 meter.
# Lebar Lapangan : 6,10 meter.
# Garis Batas: adalah garis (lines) yang
lebarnya+ 5 cm.
# Lingkaran Tengah: Ditengah sebuah lapangan
ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan permulaan (service). dengan garis
tengah lingkaran 61 cm.
# Garis seperempat lingkaran:
Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90 cm.
# Garis seperempat lingkaran:
Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90 cm.
# Tiang:
Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.
Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.
# Jaring (net):
Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jaring 1,55 m dari tanah/lantai.
Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jaring 1,55 m dari tanah/lantai.
- PERMULAAN PERMAINAN
Permainan dipimpin oleh seorang wasit dan seorang pembantu wasit (wasit II) dengan dibantu oleh 6 orang penjaga garis (lines man) yang duduk di 4 penjuru lapangan.
Regu yang memilih bola yang pertama memulai permainan (set) pertama, selanjutnya pemenang game (set) pertama memulai permainan set kedua.
- SEPAKAN PERMULAAN (Service)
• Apit Pelambung bola haruslah berdiri dalam lingkaran (dibagian tengah lapangan).
• Apit yang seorang lagi haruslah berada di dalam lingkaran penjuru lainnya.
• Regu yang menerima service boleh berdiri di mana saja di dalam lapangannya.
• Service dianggap sah walaupun bola menyentuh jaring.
- KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk regu yang melakukan service:
# Tekong tidak meletakan sebelah kakinya dalam lingkaran sewaktu melakukan service.
# Kedua kaki pelambung bola dan pemain depan lainnya (Apit kiri/Apit kanan) tidak berada di dalam garis seperempat lingkaran, atau Apit kiri / Apit kanan mengangkat kaki sewaktu melambungkan bola untuk sepakan permulaan (service).
# Menginjak garis (walaupun seorang).
# Tempat pemain-pemain bertukar.
# Mati bagi regu yang melakukan service, JIKA bola tidak masuk lapangan lawan, karena bola menyangkut di jaring atau bola jatuh diluar lapangan.
- KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk regu yang menerima service:
# Berjalan, menggertak, mengejek dengan tujuan mengganggu pihak lawan.
- KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk Kedua regu dalam permainan :
# Bola jatuh di dalam lapangan sendiri atau di luar lapangan.
# Bola menyentuh jaring dan tidak masuk lapangan lawan.
# Bola mengenai tangan atau lengan.
# Mengepit bola.
# Memegang jaring atau tiang jaring.
# Memainkan bola lebih dari 3 kali berturu-turut.
# Memasuki lapangan lawan.
# Menahan kawan dari menyentuh jaring, tiang jaring, bangku wasit.
Golf
Olahraga golf adalah olahraga permainan dengan menggunakan alat pemukul
khusus disebut stick atau golf club untuk memukul bola sampai masuk ke lobang
yang dimainkan di lahan luas yang dirancang secara khusus. Lahan ini biasa
disebut lapangan golf atau padang golf (golf course).
Lapangan Golf
Suatu padang golf memiliki sejumlah lubang (hole) sebagai sasaran dari permainan ini yang umumnya terdiri dari 9 lubang atau 18 lubang. kita harus menyelesaiakan 18 hole pada setiap satu game, berikut adalah contoh lapangan golf riverside jakarta
Lapangan Golf
Suatu padang golf memiliki sejumlah lubang (hole) sebagai sasaran dari permainan ini yang umumnya terdiri dari 9 lubang atau 18 lubang. kita harus menyelesaiakan 18 hole pada setiap satu game, berikut adalah contoh lapangan golf riverside jakarta
Bermain golf pada dasarnya bermain
memasukkan bola ke dalam lubang sebanyak 18 kali, yang dimulai dari
teebox yang diakhiri dengan memasukkan lubang (hole atau cup) yang ada di
putting green. Setiap hole hanya memiliki satu lubang.
Lubang tersebut biasanya ditancapkan dengan bendera. Demikian berulang-ulang pada lapangan-lapangan berikutnya sebanyak 18 lubang
Bagian Lapangan pada setiap Hole
Lubang tersebut biasanya ditancapkan dengan bendera. Demikian berulang-ulang pada lapangan-lapangan berikutnya sebanyak 18 lubang
Bagian Lapangan pada setiap Hole
Pukulan pertama dilakukan diatas teebox dan dinamakan tee shot atau teeoff, hanya pada pukulan pertama kita diperbolehkan meletakkan bola diatas penyangga atau biasa disebut dengan tee
Setelah pukulan pertama, pemain memukul bola lagi dari posisi bola terakhir
setelah pukulan pertama.
Pada pukulan kedua atau ketiga kita berusaha memukul bola untuk masuk di daerah putting green atau bisa disebut green saja
Hasil pukulan pertama bola itu bisa mendarat di fairway ataupun di rough. Rumput di fairway dipotong pendek sehingga bola mudah untuk dipukul. Sedangkan di rough, rumputnya lebih panjang daripada di fairway sehingga bola sulit untuk dipukul.
Rintangan atau hazards.
Pada pukulan kedua atau ketiga kita berusaha memukul bola untuk masuk di daerah putting green atau bisa disebut green saja
Hasil pukulan pertama bola itu bisa mendarat di fairway ataupun di rough. Rumput di fairway dipotong pendek sehingga bola mudah untuk dipukul. Sedangkan di rough, rumputnya lebih panjang daripada di fairway sehingga bola sulit untuk dipukul.
Rintangan atau hazards.
Setiap hole biasanya memiliki
rintangan atau hazards. Rintangan terdiri atas dua macam yaitu;
rintangan air seperti sungai atau danau, dan bunker berupa cekungan
berisi pasir.
Bila masuk air bola dipukul dilapangan sejajar atau dibelakang jatuhnya air dikenai penalti satu pukulan, bila masuk bunker bola dipukul di bunker tersebut
Suatu course memiliki batas yang ditandai dengan pasak-pasak. Di luar tanda itu, dinamakan zona out of bounds atau singkatnya OB. Bila bola pemain mendarat di zona OB maka pemain akan menerima penalti 1 pukulan dan mengulang pukulan dari tempat sebelumnya.
Bila masuk air bola dipukul dilapangan sejajar atau dibelakang jatuhnya air dikenai penalti satu pukulan, bila masuk bunker bola dipukul di bunker tersebut
Suatu course memiliki batas yang ditandai dengan pasak-pasak. Di luar tanda itu, dinamakan zona out of bounds atau singkatnya OB. Bila bola pemain mendarat di zona OB maka pemain akan menerima penalti 1 pukulan dan mengulang pukulan dari tempat sebelumnya.
Putting Green
Setelah mencapai green, lazimnya pemain memakai stik golf berpermukaan datar yang disebut putter. Rumput di green dipotong sangat pendek sehingga bola bisa bergulir dengan mudah. Lubang harus berdiameter 108 mm (4.25 inci), selalu berada di rumput dan memiliki kedalaman sedikitnya 100 mm (3.94 inci). Cup biasanya selalu ditandai dengan sebuah bendera sehingga pemain bisa melihatnya dari kejauhan.
Setelah mencapai green, lazimnya pemain memakai stik golf berpermukaan datar yang disebut putter. Rumput di green dipotong sangat pendek sehingga bola bisa bergulir dengan mudah. Lubang harus berdiameter 108 mm (4.25 inci), selalu berada di rumput dan memiliki kedalaman sedikitnya 100 mm (3.94 inci). Cup biasanya selalu ditandai dengan sebuah bendera sehingga pemain bisa melihatnya dari kejauhan.
Par.. Klasifikasi dari
tiap Hole
Hole diklasifikasikan berdasarkan par. Par adalah jumlah pukulan yang
diharapkan dapat dipenuhi pegolf yang bermain 'aman', di setiap hole.
Sebagai contoh, pada hole par 4, seorang pemain golf yang memiliki
kemampuan diharapkan untuk mencapai green dalam dua pukulan (satu kali
teeing shot, atau pukulan pertama, dan satu pukulan mendekati hole 'approaching
shot'), dan melakukan dua kali putting untuk memasukkan bola ke lubang.
Dalam golf suatu hole bisa
digolongkan ke dalam par 3, par 4, atau par 5. Par pada suatu hole
biasanya ditentukan berdasarkan jarak dari teeing ground ke green.
Jarak teeing ground ke green pada suatu hole ber-par 3
adalah antara 100 sampai 250 yard (91-244 meter). Hole ber-par 4
adalah 251-475 yard (225-434 meter), sementara hole ber-par 5 lebih dari 476
yard (435 meter) walaupun ada juga hole par 5 yang sejauh 600 yard (548
meter).
Pada sebagian besar padang golf
18 lubang, total pukulan adalah 72 kali yang terdiri dari 4 lubang ber-par 3,
10 lubang ber-par 4, dan 4 lubang ber-par 5.
Par sebuah hole dapat dinaikkan dan bisa pula diturunkan. Bila sebuah
lapangan golf digunakan untuk turnamen tingkat internasional, hole par 5 yang
dinilai terlalu pendek untuk ukuran rata-rata kemampuan pegolf kaliber
internasional, maka kebanyakan hole par 5 yang pendek akan diturunkan par-nya
menjadi hole par 4. Dalam kondisi seperti ini, adalah lumrah untuk kemudian
bila kita menemukan lapangan golf yang 70 par atau 71 par saja (bukannya 72 par
lagi).
Skor dalam golf
Permainan dihitung dan dicatat dalam
scorecard dari berapa kali kita memukul bola dalam setiap hole, dan pada akhir
permainan dihitung total pukulan dalam 18 hole
Skor dalam golf berbeda dengan skor dalam kebanyakan permainan lainnya. Pemain akan menang bila mendapat skor yang sedikit atau jumlah pukulan yang paling sedikit (bahkan hingga minus). Berikut adalah skor dalam golf:
Skor dalam golf berbeda dengan skor dalam kebanyakan permainan lainnya. Pemain akan menang bila mendapat skor yang sedikit atau jumlah pukulan yang paling sedikit (bahkan hingga minus). Berikut adalah skor dalam golf:
Istilah pada
scoreboard |
Spesifikasi istilah
|
Definisi
|
-3
|
double-eagle (albatross)
|
tiga pukulan di
bawah par
|
-2
|
eagle
|
dua pukulan di
bawah par
|
-1
|
birdie
|
satu pukulan di
bawah par
|
0
|
par
|
jumlah pukulan
sama dengan par
|
+1
|
bogey
|
satu pukulan di
atas par
|
+2
|
double bogey
|
dua pukulan di
atas par
|
+3
|
triple bogey
|
tiga pukulan di
atas par
|